Rakyat Merdeka Online

Home

Share |
MENUJU PILKADA JAKARTA
Sudah Diduga, Jokowi-Ahok Berkuasa di Putaran Kedua
Selasa, 20 Maret 2012 , 10:35:00 WIB
Laporan: Aldi Gultom

JOKOWI/IST
  

RMOL. Enam pasangan calon sudah mendaftarka diri ke KPUD DKI kemarin malam. Mulailah analisa-analisa politik menajam membicarakan peluang masing-masing mereka dan potensi mesin politik yang mendukungnya.

Politisi senior Zaenal Maarif menyebutkan, tahun 2012 ini bukanlah momen yang menggembirakan buat para politisi berama besar dan berpartai besar.

"Para pemimpin nasional yang merasa dirinya besar akan terpermalukan. Hidayat Nur Wahid, Fauzi Bowo, Alex Noerdin, Faisal Basri, Hendarman akan terpermalukan orang daerah yang bernama Jokowi (Joko Widodo) dan Ahok (Basuki Tjahja Purnama)," ujar mantan Wakil Ketua DPR itu kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Selasa, 20/3).

Berikut perkiraan yang disampaikannya. Dia yakin Pilkada DKI akan berjalan dua putaran. Pada putaran pertama, Hidayat Nur Wahid-Didik Rachbini akan memperoleh 27 persen suara. Di nomor dua adalah Jokowi dan Ahok dengan 24 persen perolehan. Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli bakal meraih suara 15 persen saja.
Di bawahnya, Alex Noerdin-Nono Sampono 14 persen, kemudian Faisal Basrie-Biem Benjamin 10 persen dan di urut buncit Hendarman Supandji-Riza Patria  6 persen.

"Dari komposisi tersebut di atas maka akan ada putaran kedua, yaitu Hidayat Nur Wahid dan Jokowi, analisa saya Jokowi akan meraih 59 persen dan Hidayat Nurwahid 41 persen," terangnya.

Pendiri Partai Bintang Reformasi ini menambahkan, kesalahan fatal Partai Demokrat adalah "menikahkan" tokoh Betawi dengan Betawi. Kesalahan Golkar mencalonkan Alex Noerdin, kelemahan Hidayat pada tidak mengambil unsur NU Jakarta.

"Kelebihan PDIP dan Gerindra mengusung Jokowi dan Ahok dari suku Tionghoa yang selama ini bagian terpinggirkan dari politik, tapi jumlahnya di Jakarta dan akumulasi yang sangat besar baik dari kuantitas dan kualitas," ucapnya. [ysa]


Baca juga:
Hatta Rajasa Ajukan Nama Prof. Didik J. Rachbini Dampingi Hidayat Nurwahid
Ketua DPP Partai Golkar: Ahok Figur Kritis, Kader Andalan, dan Berprestasi
Bang Sani: Saya Ikhlas Lapangkan Jalan untuk Pak Hidayat Nurwahid
Janji Cagub Jangan Cuma Pepesan Kosong Dong
Fauzi Bowo Ngaku Hanya Dia yang Kenal dan Sudah Teruji di Jakarta

Komentar (23)

Nama
Judul
Komentar
  1. re
    23.06.2012, 21:27 WIB
    Komentator: noname
    jokowi ahok nomer1

    biar ada yg bilang jokowi ngaktau diri ninggalin solo,
    ahok cina kristen

    yang penting bisa merubah keadaan jadi lebih baik.

    ngak cuma mentingin agama.

    toh pemimpinya seagama dengan anda pun ngak jaminan jadi baek nih jakarta.
    yg yg paling penting ngak jamin lu2 pade masuk surga.
  2. tanggung jawab mu dimana?
    27.03.2012, 12:23 WIB
    Komentator: aing
    dimana tanggung jawab ente jokowi, wong ente msh jd walikota solo yang dipilih rakyat solo, piye toh, jangan lari dari tanggung jawabMU hanya mengejar jabatan yg belum tentu anda berhasil, DASAR KUTU LONCAT
  3. JOKOWI PASTI KALAH
    27.03.2012, 08:42 WIB
    Komentator: MAS HARNO
    BIAR DI ELUS-ELUS,DI GOSOK-GOSOK KAYA BAGAIMANAPUN JOKOWI=AHOK GAK AKAN MAMPU MENANG DI JAKARTA,..ORANG JAKARTA SUDAH NGEH JOKOWI AGAMANYA GAK JELAS,..AHOK ORANG CHINA KRISTEN,..ORANG JAKARTA GAK BAKAL MILIH YANG KAYAK GITU,..PREDIKDI HIDAYAT-DIDIK,..DAN FOKE-NARA DI PUTARAN 2,,..
  4. hati-hati dengan citra
    26.03.2012, 21:15 WIB
    Komentator: salamet
    Hati-hati dengan calon yang mengedepankan citra!
  5. DKI 1
    24.03.2012, 10:56 WIB
    Komentator: Kibagus Santang
    Paranormal Kibagus Santang, Sudah tau siapa yang bakal menjadi DKI 1 Penasaran ??
  6. Bangga Jokowi
    23.03.2012, 14:02 WIB
    Komentator: Solo Boy
    Teruskan langkahmu Pak! Kami mengerti kalo Jakarta yg rungsep lebih butuh keahlian Bapak. Lagipula sebagai DKI 1, jalan menuju RI 1 semakin terbuka lebar! Saat itu Bapak yg tadinya hanya kebanggaan Solo akan menjadi kebanggaan NKRI. Anak Solo pemimpin negara besar!
  7. pilih yg seiman
    23.03.2012, 13:45 WIB
    Komentator: Hoho
    Walau tukang korup, bikin rakyat sengsara, bikin ibukota hancur berantakan pilih yg seiman krena nanti di akherat pasti akan diminta pertanggungjawaban..sekecil apapun perbuatan kita. Memangnya Allah ga minta pertanggung-jawaban kalo kita sengaja milih orang jahat buat bikin sengsara orang banyak!!! Gendeng!! Pilih yg berpotensi dan terbukti telah mensejahterakan rakyat kecil! Jokowi-Ahok PERFECT!!
  8. 2 calon saja......
    22.03.2012, 13:47 WIB
    Komentator: Satpam Tomang
    JOKOWI-AHOK......Okey !! HIDAYAT NW-DIDIEK JR......Siipp !! Calon2 lainnya.....,feeling gue kagak SREEEEG......,biasanya JAUH PANGGANG DARI API tuuuhhh !!
  9. Tidak Amanah
    22.03.2012, 11:05 WIB
    Komentator: Tiang Solo
    pak jokowi sejak lahir hingga sekarang tinggal di solo. sangat faham dengan solo. makanya bisa berhasil. tapi sekarang pak jokowi sudah tidak tertarik dengan solo. meski baru setengah jalan menerima amanat masyarakat. meski sudah mengucapkan sumpah hendak memimpin solo hingga selesai masa jabatannya. sekarang semua jadi tahu bahwa pak jokowi melanggar sumpahnya. pak jokowi sudah tidak amanah lagi.
  10. walaupun iman sya lemah
    22.03.2012, 10:43 WIB
    Komentator: budi
    Walupun iman saya lemah...saya pasti pilih yang seimaan saja....krena nanti di akherat pasti akan diminta pertanggungjawaban..sekecil apapun perbuatan kita.
  11. HIDUP JOKOWI - AHOK
    22.03.2012, 05:48 WIB
    Komentator: WARGA JAKARTA
    SEKARANG GAK ZAMANNYA LAGI NGERIBUTIN AGAMA!!!!!!!! YANG NGERIBUTIN AGAMA KENTARA MANUSIA YANG OENGEN NGERUBAH PANCASILA SEENAK JIDATNYA. FAUZI BOWO JELAS2 ISLAM TAPI APA PRESTASINYA BUAT WARGA JAKARTA????????? SUTIYOSO JELAS2 ISLAM, PRESTASINYA? BUSWAY YANG BIKIN MACET? MAU AGAMA APA KEK, ORANG APA KEK,YANG PENTING JUJUR DAN BERPIHAK PADA RAKYAT!!!!!!! JOKOWI TERBUKTI BERPIHAK PADA MOBIL ESEMKA (SBY AJA KAGAK PEDULI), AHOK TERBUKTI BERSIH DARI KORUPSI!!!!
  12. Bangga
    22.03.2012, 01:03 WIB
    Komentator: Lebay
    Saya terkesan dan bangga atas komentar A Hok. Sata bangga dengan orang seperti A Hok.
  13. bravo joko ahok
    20.03.2012, 14:38 WIB
    Komentator: pollos
    gw setuju dg berita ini. joko dan ahok adalah calon yang sedikit sejarah korupsinya. Dan kelihatan didaerahnya memihak pada rakyat. sedangkan yang lainnya adalah kalo ga koruptor ya kaga ada pengalaman birokrasi nya. hidup joko ahok
  14. - Jakarta Oh Jakarta
    20.03.2012, 14:23 WIB
    Komentator: Warga Jakarta
    Sedikit Komentar aja, Sayang Agama Jokowi gak jelas, Ahock Kristen...Kayanya Sulit Menang Pasangan ini.
  15. - Sami Mawon
    20.03.2012, 14:13 WIB
    Komentator: Minaka Thiagan
    Siapapun Gub DKI jkt,tdk akan merdeka melakukan perubahan. Krn GUB DKI cuma simbul belaka. Yg Gub sebenarnya ya PENGUSAHA yg jg raja Judi. Jd gak usah pusing2 mikiran, ada atw tdk Gub Jkt, tdk ngaruh2 apa2 = Presiden, ada atw tdk ada presiden, tdk ngaruh apa2. Mrk punya mainan sendiri. Bukan ngurus NEGERI. Kmpulan hrta benda bgaikan ARLOJI. Suara anda tdk akan bernilai, klo inginkan perubahan.inilahsejarah BURAM yg diwariskan sdr SBY.pencipta negeri antah berantah
  16. Bangga
    20.03.2012, 14:06 WIB
    Komentator: A Hok
    Istilah Chindonesia, pertama kali saya baca dalam sebuah undangan Event Seminar yang diadakan oleh Indonesian Young Enterpreneurs (IYE!) di bawah koordinasi Bpk. Christovita Willoto yang adalah seorang pakar Public Relations di Indonesia. Memang Seminar tersebut membahas 3 kekuatan besar negara di Asia yang akan bangkit yaitu: China, India, dan Indonesia. ya, Chindonesia.

    Saya sangat senang dengan istilah ini, Chindonesia. Dalam tulisan ini saya ingin mendefinisikan ulang menjadi China di Indonesia, alias Chindonesia :) Mengapa senang? Karena memang saya adalah orang China yang lahir di Indonesia. Jadi Chindonesia :) Saya masih ingat dengan jelas, masa-masa sulit menjadi orang China yang tinggal di pulau Jawa khususnya Jawa Tengah. Dimana dulu saya juga mengalami diskriminasi, “dicino-cino-ke”.

    Sangat sakit rasanya, mengalami perlakuan seperti itu waktu saya kecil. Dulu saya juga bertanya-tanya mengapa saya harus mengalami perlakuan seperti ini? Namun semakin saya beranjak dewasa, semakin saya sadar bahwa pada masa itu, orang-orang China mengalami tekanan sosial dan politis, yang membuat orang-orang China justru bergerak di bidang ekonomi. Ini adalah blessings in disguise.

    Saya juga teringat pada tahun 1980 di Solo terjadi peristiwa perusakan dan pembakaran terhadap beberapa toko-toko di Pecinan Solo bahkan sampai di pelosok-pelosok kampung, dimana kami harus bersembunyi untuk menyelamatkan diri. Entah mengapa, waktu itu hal seperti ini boleh terjadi? Saya hanya diam, tidak pernah bertanya-tanya, mengapa?

    Dari kelas 3 SD hingga lulus SMA, saya sekolah di sekolah negeri. Dan saya sangat bersyukur boleh mengenal teman-teman dari berbagai suku, agama, dan golongan sejak saya kecil. Hal ini telah membentuk kecintaan dan kebanggan saya menjadi orang Indonesia. Saya masih ingat dengan logat bahasa Jawa halus saya (kini sudah jauh ketinggalan), saya juga suka makanan Warteg ketika kuliah di Jakarta, saya suka batik, saya suka berbagai seni dan tradisi dari Indonesia. Bahkan saya berusaha jadi orang Indonesia yang nasionalis.

    Namun, realitas bahwa di dalam darah saya mengalir darah China, tidak bisa saya pungkiri, di dalam lubuk hati saya yang terdalam ada kerinduan bahwa suatu saat saya akan mengunjungi daerah leluhur saya di China. Jiwa saya juga merindukan supaya suatu saat kelak saya juga bisa fasih berbahasa China dan mengenal seluk beluk leluhur saya.

    Tahun 1998, Jakarta dan beberapa kota di Indonesia mengalami Tragedi Mei, dimana terjadi peristiwa perkosaan dan kerusuhan hebat, sekali lagi sejarah mencatat bahwa ada “usaha-usaha” sistematis yang dilakukan dengan mengkambing-hitamkan orang China. Saya masih ingat seminggu kami harus berdiam diri dan ketakutan, tidak berani keluar rumah kontrakan hanya makan nasi dan indomie rebus, demi bertahan hidup. Jakarta benar-benar membara.

    Apakah saya benci dan dendam dengan semua realitas ini? Tentu saja tidak! Saya justru melihat lewat semua krisis dan tekanan-tekanan yang dialami orang-orang China di Indonesia, telah mengakibatkan kebangkitan, dan ketangguhan secara mental, karakter dan moral yang kokoh, bahwa kami ingin diakui, dan dihargai sebagai bagian dari bangsa Indonesia meskipun kami orang China.

    Kakek saya lahir di Indonesia, ayah saya lahir di Indonesia, dan sayapun lahir di Indonesia. Kini saya sudah punya anak yang juga lahir di Indonesia. Isteri saya orang Indonesia. Saya berbahasa Indonesia, semua sejarah hidup saya sejauh ini saya tulis di Indonesia. Kiprah, gairah dan karya saya sejauh ini saya wujudkan di Indonesia. Entah sampai kapan saya bisa bangga untuk menjadi orang China di Indonesia?

    Apakah ini adalah sebuah kenaifan menyebut diri China di Indonesia? Tidakkah cukup hanya menjadi orang Indonesia saja? Atau justru tetap mengaku diri orang China? Saya sejujurnya tidak bisa memilih salah satu. Hakekat jiwa raga saya harus membuat saya mengaku: saya bangga jadi orang China yang lahir di tanah Jawa, bermata agak sipit, belajar bahasa Mandarin? Merayakan Imlek? Apakah kami egois? Apakah kami naif? Tidak cinta Indonesia?, jika kami memberi nama anak kami nama-nama China di sertifikat kelahiran anak kami?

    Whatever you say, I’m here to love, to care, and to be a blessing for my beloved country Indonesia. Forever I will say, you will always be in my heart. Sampai kapanpun selama Ibu Pertiwi masih mengijinkan saya hidup, exist dan berkiprah disini, saya akan ada di sini untuk selamanya. Saya cinta Ibu Pertiwi. Saya cinta Indonesia! Aku bangga jadi Chindonesia!
  17. Ramalan
    20.03.2012, 13:34 WIB
    Komentator: BEO
    Orang kampung dari Solo mungkin akan jadi Gub. DKI karena warga Jakarta dari daerah Solo dan sekitarnya bisa capai 30 %, nah ditambah orang keturunan cina sekitar 10 % ditambah dari pendatang daerah Tegal dan sekitarnya bisa mencapai 10 % ditambah pendatang dari Sumatra yang tidak mendukung calon dari golkar sekitar 2 %, jadi modal awal sekitar 52 % belum warga Jakarta lainnya. Walaupun ada cagub lain dari sekitar Solo, namun yang sepaham dengan aliran agama yang dianut sangat dikit, jadi tidak masalah. AWAS STRATEGI DARI PARTAI YANG KADERNYA MENGANJURKAN ORANG DILUAR PARTAINYA GOLPUT. JANGAN GOLPUT ..... CAGUB YANG BERKEPRIBADIAN INDONESIA PASTI MENANG.
  18. APA YANG KAU CARI JOKOWI ..???????
    20.03.2012, 13:30 WIB
    Komentator: Wailan
    Nama besar Jokowi di Jawa Tengah sdh tdk tertandingi. Siapapun akan kalah kalau Jokowi menjadi calon gubernur Jateng... Tapi sayang di balik sayang, angin apa yang menerpa semua itu dari pemikiran tokoh yang sangat di sangat didambakan masyarakat jawa tengah khususnya Solo utk menjadi menjadi pemimpin mereka di masa depan.Jokowi mengesampingkan pengharagaan dan kepercayaan masyarakat yg selama ini menaruh harapan padanya, utk meloncat masuk ke DKI . Sayang sekali, apapun yg di prediksi oleh pak Zainal Marif yg mantan ketua dprri itu,tidak akan terwujud. Emangnya warga DKI adalah orang dari Jawa tengah Saja. APA YG KAU CARI JOKOWI ??????.
  19. Jakowi
    20.03.2012, 13:16 WIB
    Komentator: Didik
    Aku dukung jakowi-ahok ..... ane dukung jakowi - ahok.... gua dukung jakowi - ahok..... kulo dukung jakowi- ahok..... beta dukung jakowi -ahok.....satu putaran buat jokowi yang merakyat., jujur...amanah
  20. 3 Syarat Prestasi Minimal Gubernur DKI
    20.03.2012, 12:26 WIB
    Komentator: Golput (masih) Bukan Solusi
    ada 3 Syarat Prestasi Minimal Gubernur DKI, yaitu:

    1. Jakarta terbebas dari banjir
    2. Jakarta terbebas dari macet
    3. Persija juara
  21. Setelah terbentuk enam pasang untuk DKI 1 dan 2
    20.03.2012, 12:02 WIB
    Komentator: ORBA ( Orang Baik )
    Angka tidak mutlak, tapi orba punya prediksi hanya dua putaran :
    JOKOWI - AHOK mimpin putaran satu dan dua.Dan menang.

    Orang desa biasanya cukup cerdas untuk menaklukan Jakarta.
    Contoh yang sederhana, dikampung dia hanya bisa mengupas buah - buahan datang keJakarta jadilah dia tukang buah keliling.

    Orang yang banyak duitnya datang ke Jakarta, ingin jadi pengusaha, banyak dikibulin. kalo sukses mentoknya jadi mafia proyek, sogok sana sogok sini.

    Silahkan mana suka pilih asal jangan golput!!!!!......
  22. PENGAMAT RAKYAT
    20.03.2012, 11:41 WIB
    Komentator: SI GONDRONG
    Jokowi saya sangat kecewa dengan bpk masa kontrak bpk masih diperlukan di solo kenapa bpk menghianati kepercayaan rakyat solo sungguh kecewa rakyat solo ini... bpk tarik kembali aja mencalonkan cagub DKI jakarta kalau menang, kl kalah sangat memalukan, karna jakarta bukan disolo pak, camkan itu (salam rakyat solo)
  23. Bertarung secara jantan
    20.03.2012, 11:11 WIB
    Komentator: wong cilik
    kalo Foke bermain jujur tidak main uang dan memanfaatkan birokrat, gak bakalan menang dia. Jokowi dengan bekal pengalaman di Solo, sulit untuk menaklukan Jakarta.

Githok

blitz.rmol.co
 

Marissa Nasution, Nggak Suka Keringetan

Bintang film Namaku Dick, Cowok Bikin Pusing dan Kejar Cinta Javanua ini s ...

 

Sophia Mueller, Bikin Film Gandeng Mantan Suami

Debut Sophia Mueller (dulu Latjuba) menjadi seorang produser dan sutradara ...

 

Cara Delevingne, Tolak Leonardo DiCaprio

Rising star di dunia modeling ini rupanya tak muda dirayu lelaki. Buktinya ...

 

Prisia Nasution, Susah Jadi Istri Jokowi

Setelah bermain cemerlang dalam film Sang Penari serta Laura & Marsha, ...

 

Ibunya Rasti Kecewa Eza Dituntut 5 Bulan Bui

Eza merasa diperlakukan tidak adil. Ia memelas, sebagai orang susah harusn ...

 

Iba, Payudara Jolie Diangkat

Bukan rahasia lagi, kalau Jennifer Aniston sakit hati saat tahu Brad Pitt, ...

 

Mila Kunis, Diinginkan Bikin Video Porno

Mila Kunis menempati posisi pertama sebagai selebriti yang video pornonya ...

 

Raffi & Luna Pedekate?

Restu didapat asal Luna sayang sama ibu dan keluarga Raffi. Namun umur jad ...

 

Beredar, Foto Bugil Mirip Sefty Sanustika

Sefty Sanustika bikin heboh. Pasalnya, telah beredar di internet, beberapa ...

www.medanbagus.com
www.jakartabagus.com
www.rakyatmerdeka.tv

Gotong Royong Ala Jepang


Bantal Emas Masal dari Negara Tropik


Kesetiaan Ksatria Yudhoyono Diuji Kanjeng Ratu Elizabeth II