Rakyat Merdeka Online

Home

Share |
Besok, Fungsionaris Partai Demokrat Sambangi KPI
Rabu, 22 Februari 2012 , 22:31:00 WIB
Laporan: Ari Purwanto

DEMOKRAT/IST

  

RMOL. Merasa terpojok dengan pemberitaan di beberapa media elektronik, fungsionaris Partai Demokrat akan mendatangi KPI besok siang, Kamis (23/2).

Ketika dihubungi oleh Rakyat Merdeka Online, Ketua Departemen Kehutanan DPP Partai Demokrat, Japrak Haes mengatakan bahwa pelaporan ini dilakukan karena menilai dua media elektronik, yakni TV One dan Metro TV tidak lagi menjadi pilar keempat namun tidak sekedar mendukung kepentingan pemilik modal dan praktek melanggengkan kekuasaan.

"Kami sangat berterimakasih kepada kedua media itu karena telah ikut berperan memberi informasi kepada masyarakat selama ini. Namun demikian, di sisi yang lain, terutama terhadap pemberitaan soal Partai Demokrat, kami melihat fakta bahwa kedua televisi ini kurang objektif dan tendensius," sambungnya lagi.

Ketidakobjektifan pemberitaan dengan melakukan penggiringan opini, sambungnya, jelas telah melanggar UU 32/2002 tentang penyiaran khususnya mengenai pasal 2 soal etika dan pasal 5 yang berbunyi memberikan informasi yang benar, seimbang, dan bertanggung jawab.

"Kalau begini, mereka (kedua televisi) juga pasal 36 yang berisi kewajiban untuk menjaga netralitas dan tidak boleh mengutamakan kepentingan golongan tertentu serta pasal 8 mengenai rasa hormat terhadap hal pribadi dan ketepatan serta kenetralan program berita," sambungnya.

Kedua televisi itu selain itu kami menganggap ada tendensi telah terjadi pelanggaran UU 40/1999 tentang Pers Pasal 5 ayat 1 yang menjelaskan tentang kewajiban memberitakn peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan serta azas praduga tak bersalah

Dalam pelaporannya, Japrak juga ditemani beberapa fungsionaris Partai Demokrat lain, antara lain anggota Komisi Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat Tedy Wibisana, anggota Departemen Pemajuan dan Perlindungan HAM DPP Partai Demokrat Poltak Ike Wibowo, anggota Departemen Perekonomian DPP PD Yusuf Alin Lubis dan Departemen Hukum dan Perundang-undangan DPP Partai Demokrat Jemmy Setiawan. [arp]


Baca juga:
Syarief Hasan Pastikan Kader Demokrat yang Bongkar Politik Uang Tak Dihukum
Sutan Bhatoegana Pastikan Komisi Pengawas Panggil Kader yang Suka Berkicau di Televisi
KENAPA SAYANG
Tak Bisa Ditoleransi bila Anas Urbaningrum Bagikan Uang yang Berasal dari Negara
Max Sopacua: Keuangan Kongres Demokrat Sudah Diaudit BPK

Komentar (14)

Nama
Judul
Komentar
  1. Parta-i BUSUK dan SARANG KORUPTOR
    23.02.2012, 21:06 WIB
    Komentator: Cogito
    Semua rakyat tahu kalau Demokrat itu parta-i BUSUK
    dan SARANG KORUPTOR.
    Jadi buat apa an-jing2 ini mau menghadap KPI?
    Dasar an-jing kudisan seperti si Markuwat
  2. Parta-i BUSUK dan SARANG KORUPTOR
    23.02.2012, 21:06 WIB
    Komentator: Cogito
    Semua rakyat tahu kalau Demokrat itu parta-i BUSUK
    dan SARANG KORUPTOR.
    Jadi buat apa an-jing2 ini mau menghadap KPI?
    Dasar an-jing kudisan seperti si Markuwat
  3. - Munculkan Kecerdasan Demokrat
    23.02.2012, 14:32 WIB
    Komentator: Minakatiagan
    Klo dilihat dr pengurus2 Parta* Demokrat. Mrk berasal dr parta* MAPAN di Indonesia ini.hnya saja di Parta* MAPAN itu mrk tdk bs berbuat dan tdk berprestasi. Krn parta* MAPAN sistem sdh jalan. Shg yg tdk berprestasi “Bodoh“ tersingkir dgn sendiri. Era REPOTNASI Muncul PD. Mrk berhamburan pindah dan sistem blm ada dan mrk dapat DUREN RUNTUH. Ya luPa Dili dah. Salam
  4. Semua TV kan udah beres
    23.02.2012, 13:07 WIB
    Komentator: Jodi
    Tv one kan orang golkar, metro tv kan orang parta* Nasdem, MNC TV, RCTI, Global Tv kan punya Tanoe Soedibyo jadi kesimpulannya media sekarang ga usah diharapkan adil dan berimbang karena mereka punya kepentingan politik masing2 dan ini yg paling berbahaya bagi negeri ini.... Bisa jadi lama2 kerusuhan, korupsi, tawuran, pree sex ini, yg sering kita tonton
  5. hehe
    23.02.2012, 11:36 WIB
    Komentator: padi
    Muka ancur cermin dibelah
  6. Komentator bau got !!
    23.02.2012, 10:25 WIB
    Komentator: markuwatdaskurapkudis
    komen2nya modal copas.com... pemalas... maunya bayaran recehan segudang... hahahahahahahahahaha
  7. Media comberan !
    23.02.2012, 09:12 WIB
    Komentator: Markuwat
    Sekarang banyak pengacara yg rajin beropini mencari dukungan publik.
    Sekarang banyak media yg memvonis seseorang, mendahului proses peradilan.
    Sekarang banyak presenter tv yg lebih mengadili saksi dan lebih peduli kepada terdakwa, pengacara dan terpidana.
    Dunia media sangat memprihatinkan.
  8. PENGALIHAN ISU NGERAMPOK APBN
    23.02.2012, 08:47 WIB
    Komentator: PARTAI DUSTA yg sok PeDe
    Katakan Ya pada KORUPSI
  9. anti kritik kelaut aje Lo..
    23.02.2012, 08:12 WIB
    Komentator: markuwat
    kalo MetroTV sdh imbang, bukan hanya mengkritisi kebijakan pemerintah yang tak Pro Rakyat, tapi juga menyebarluaskan Keberhasilan Pemerintah spt contohnya MDG's Award....ini Kader Demokrat kok gak Elegant banget sih ! Parta*nya yg Sontoloyo, Media yg dijadikan kambing hitam.
  10. Prreeeet.
    23.02.2012, 07:47 WIB
    Komentator: Bajing
    Dasar kader karbitan, REALITA kok dilawan. Hancurlah, kau.
  11. Ada apa sich...dengan TV-One dan Metrotivi...????
    23.02.2012, 07:06 WIB
    Komentator: Anak-Desa
    Ada apa sich dengan TV-One dan Metrotivi?
    Kami orang-orang desa cuma nonton tivi yang menayangkan hiburan-hiburan, lawakan-lawakan, tempat-tempat wisata. Kami cuma terhibur dg tayang OVJ, Jika Aku Menjadi dan Sinetron-sinetron

    TV-One dan Metrotivi selalu menayangan siaran provokasi tdiak pernah lama kita tonton, karena selalu bikin dongkol hati dan selalu menjelekkan pemerintah melulu. Kita lebih baik nonton tivi-tivi yang menghbur hati saja.
  12. dua tv
    23.02.2012, 01:04 WIB
    Komentator: bujangan
    selama berpihak pada si FIRAUN dan PARTAI GARONG tdk kau laporkan......tetapi jika pada posisi sebaliknya kau laporkan.....benar2 standar ganda nih


    ingat lagu ini "jaman wis akhir jaman wis akhir bumine goncang akale njungkir akale njungkir negarane goyang"
  13. sudah waktunya lah
    22.02.2012, 23:59 WIB
    Komentator: budimcb
    boleh2 sajalah berusaha memperbaiki citra.. namun citra yg dibangun tlah waktunya LUNTUR... sudahlah lengser keprabon aja BERTAPA sajalah atau bertafakur pada kesalahan diri bukan malah menyalah nyalahkan pihak lain dong... parpol demokrat katanya rendah hati kok jadi rendah diri begini? sudahlah bedol parpol saja, siap2 bersama dan berkemas pindah PARPOL saja.... qiqiqiqiqiqi
  14. cara berpikrnya yang benar ah!
    22.02.2012, 23:53 WIB
    Komentator: pengamat
    parta*nya yang gak beres,media yg disalahin. cara berpikirnya yg benar ah!

Wow, Putin Balik Maning!

Iwak Peyek Pun Tidak Menolong Tebu


Kabinet Indonesia Berduka


Merencanakan Keuangan Untuk Liburan



 

Lupakan Tragedi 2008

Jelang duel final Liga Champions lawan tuan rumah Bayern Muenchen di Allian ...

 

Spanyol Incar Juara Beruntun 3 Kompetisi Akbar

Tim Matador, julukan Spanyol memiliki misi khusus pada Euro 2012, Juni, men ...

 

Rossi Ngarep Bawa Aspal Le Mans

Meski performa motornya be­lum sempurna, Valentino Rossi masih mempunyai h ...

 

Dipecat Liverpool, Dalglish Legowo

Karier kepelatihan Kenny Dalglish bersama Liverpool harus berakhir tragis. ...