PUBLIKASI KARYA ILMIAHKordinator PPI se-Dunia: Indonesia Lebih Maju Dibandingkan Perguruan Tinggi Asing
Rabu, 22 Februari 2012 , 20:46:00 WIB
Laporan: Ari Purwanto
 |
RMOL. Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) se-Dunia mengapresiasi kebijakan baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang publikasi karya ilmiah untuk mahasiswa program S-1, S-2, dan S-3.
Demikian disampaikan Kordinator PPI se-Dunia Zulham Effendi dalam keterangan kepada Rakyat Merdeka Online, Rabu (22/2).
Zulham yang juga Ketua Umum PPI Malaysia melanjutkan, kebijakan yang dituangkan melalui Surat Edaran (SE) Ditjen Dikti Nomor 152/E/T/2012 ini merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan serta mendorong kesadaran keilmuan dan keilmiahan bagi seluruh pelajar S1, S2 dan S3 di Indonesia.
“Kebijakan ini harus dilakukan secara bertahap dan komitmen yang kuat. Harapan PPI se-Dunia, Pemerintah Indonesia khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bukan hanya mengeluarkan suatu kebijakan. akan tetapi mesti diikuti dengan penyiapan sarana dan prasarananya,” kata Zulham.
PPI se-Dunia juga menilai bahwa Pemerintah Indonesia khususnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan selangkah lebih maju dibandingkan dengan perguruan tinggi di luar negeri.
Perguruan tinggi di luar negeri hanya menerapkan publikasi karya ilmiah hanya di tingkat S2 dan S3. Semua pelajar S2 dan S3 di perguruan tinggi di luar negeri diwajibkan untuk dapat mempublikasi karya ilmiah mereka ke jurnal internasional. [arp]
-
Orang indonesia banyak yang pintar setelah jadi pejabat pada keblinger
22.02.2012, 22:04 WIB Komentator: Andi Malagareng |
| Pendidikan Indonesia rusak karena Orba dimana segala bentuk kecurangan dilakukan terutama anaknya pejabat, ya sekarang ini akibatnya setelah para alumnus didikan orba menjabat dipemerintahan jadi garong yang menggarong uang rakyat. Sepertinya Indonesia ini sudah nggak bisa bangkit lagi karena moralitas sudah runtuh kekayaan alam sudah habis dan tinggal tunggu kolapnya saja. |
-
Orang indonesia banyak yang pintar setelah jadi pejabat pada keblinger
22.02.2012, 22:04 WIB Komentator: Andi Malagareng |
| Pendidikan Indonesia rusak karena Orba dimana segala bentuk kecurangan dilakukan terutama anaknya pejabat, ya sekarang ini akibatnya setelah para alumnus didikan orba menjabat dipemerintahan jadi garong yang menggarong uang rakyat. Sepertinya Indonesia ini sudah nggak bisa bangkit lagi karena moralitas sudah runtuh kekayaan alam sudah habis dan tinggal tunggu kolapnya saja. |
-
cugito
22.02.2012, 21:34 WIB Komentator: Markuwat |
bagus ini..... utk menghindari sarjana aspal..... baik si, s2, s3.....
pernahkan dulu s3 lulus kumlaud di ugm... eh ternyata diseratsinya jiplak anak s1 dg nilai c dari perguruan tinggi swasta malang.... gak terkenal lage perguruannya... mana pembibingnya affan gafar itu s3.....
dan ketika saya di pelosok borneo.... dipamitin sama anak buah.... pak saya mo wisuda s1 di jkt..... bingun kan saya... gak pernah kuliah... apalgi di jkt kan gak mungkin.... sedang perguruan yg mewisuda gak punya cabang di pelosok bornoe itu....
nah klo ada skripsi diumumkan dijurnal.... kan bisa ngurangin sarjana2 aspal gini..... walo gak mugkin hilang sama sekali....
klo ada perguruan swasta protes.... itu karena lahannya akan mati utk nelorkan sarjana2 aspal....
klo alasan dipelosok susah... apalagi di luar jawa... itu bohong..... internet sekarang sdh sampe kepelosok indonesia.... bukan di kabupaten/kodya aja... kecamatan dan desa sdh nyampe.... sedang data kan banyak di internet...... |
-
betul lebih canggih
22.02.2012, 21:28 WIB Komentator: bujangan |
| mau bukti...lihatlah KORUPTOR2 kita semua lulusan PT, betapa canggihnya mereka beroperasi.....ini semua hanya ada di negeri FIRAUN..... |