SENGKETA LAHAN CENGKARENGBudiardjo Yakin ASG Dibalik Penganiayaan dan Pemagaran Tanahnya
Rabu, 22 Februari 2012 , 19:14:00 WIB
Laporan: Hendry Ginting
 ILUSTRASI
| |
 |
RMOL. Sengketa lahan antara Supardi Kendi Budiardjo dengan Agung Sedayu Group (ASG) yang berbuntut penganiayaan terhadap Rohmad alias Tablen, Rabu (22/2) digelar di PN Jakarta Barat.
Tablen, dalam kasus itu dijadikan tersangka. Padahal dia adalah korban penganiayaan yang dilakukan oleh orang suruhan ASG ketika akan memasang pagar di tanah milik Budiardjo di Cengkareng yang diserobot pihak ASG pada 21 April 2010. Namun, keesokan harinya, Budiardjo dan Tablen malah dilaporkan ke pihak kepolisian atas tuduhan perbuatan tidak menyenangkan. Oleh pelapor, Tablen dituduh mengacungkan cangkul ke arah orang-orang ASG tersebut.
Sementara para pelaku penganiayaan sampai detik ini sama sekali tidak tersentuh.
"Sidang kali ini adalah mendengarkan keterangan saksi yang menguntungkan Tablen," demikian dikatakan kuasa hukum Tablen Agus Suripno. Kuasa hukum Tablen menghadirkan Saimin dan juga Budiardjo. Dalam pemeriksaan itu, Saimin kepada majelis hakim mengakui kalau dirinya berada di tempat kejadian perkara yakni di Ring Road Cengkareng Timur, yang merupakan lahan sengketa antara Budiardjo dengan ASG.
Saat itu ujarnya, Tablen tengah menemui beberapa orang yang tengah menggali lubang di tanah milik Budiardjo. Saat itu, dia menegur mereka agar tidak membuat pagar. Atas teguran itu, mereka mengatakan kalau mereka disuruh PT Bangun Marga Jaya (BMJ) memasang pagar.
"Jarak saya dengan Tablen sekitar 3 meter," ungkap Saimin.
Dia menegaskan kalau saat itu Tablen tidak mengeluarkan ancaman baik dalam perkataan maupun tindakan seperti yang dituduhkan oleh orang-orang suruhan ASG yakni mengacungkan cangkul seperti dalam BAP kasus tersebut.
"Tablen malah membuang cangkul ke arah samping," ujarnya.
Setelah itu, menurut Saimin, Budiardjo yang sebelumnya mendapat laporan dari Tablen kalau ada orang ASG memasang pagar, kata Saimin tiba di lokasi.
Saat itu, Budiardjo meminta agar tanah miliknya tidak dipagar. Namun, permintaan itu malah dibalas dengan pengeroyokan yang dilakukan belasan orang suruhan perusahaan itu terhadap Tablen. Tak itu saja, Budiardjo pun sempat dibogem mentah oleh mereka.
"Saya melarang mereka memagar dengan kalimat," katanya.
Dia memastikan kalau penggeroyok Tablen hingga babak belur bukan orang PT BMJ tapi PT ASG. Sidang berikutnya dari kasus ini adalah memanggil para saksi. [dry]
-
ASG manusia serakah
27.02.2012, 16:19 WIB Komentator: KB anak R.S |
| jangan takut oom pardi.. oom pst menang,, |
-
ASG tau diri dong
27.02.2012, 16:05 WIB Komentator: R.S |
| ASG... Sandiwaramu orang sudah tau semua, kalau mau bermain yg bonafit dikit dong... jgn pake gaya lama. |
-
ASG tau diri dong
27.02.2012, 16:05 WIB Komentator: R.S |
| ASG... Sandiwaramu orang sudah tau semua, kalau mau bermain yg bonafit dikit dong... jgn pake gaya lama. |
-
Pengusaha atau PENGUASA?
27.02.2012, 13:51 WIB Komentator: Gajah Mada |
| Garap yang bisa diserap, suap yang suka menjilat, lantak yang mau menolak, yang penting Aku Menang, Kenyang dan Senang,...hukum,aparat dan lainnya gampang kuatur di negara ini .... |
-
zaman edan
26.02.2012, 13:42 WIB Komentator: jimi |
skrng dah zaman edan , susah jumpai keadilan..
lawan terus mas pardi..
untuk mendapatkan hak2 mu.... |
-
sengketa lahan cengkareng
25.02.2012, 21:07 WIB Komentator: izhar (raden) |
| Dramatis sangat dramatis.! Dinegri ini sudah terjual ke bangsa lain. Tuan rumah dinegri sendiri hanya buat para penguasa, untuk rakyat "money talks". Hadapi yg pasti, jangan putus asa, putuskan saja urat TAKUTMU sahabat, doa dr kami sekeluarga. Tuk penguasa bicaralah pada cermin "adilkah aku Tuhan" |
-
- buaya VS cacing
25.02.2012, 18:11 WIB Komentator: bob marley |
| Sekarang mahh jaman sudah buta bung.... UANG sudah jadi penguasa... |
-
- Kok Doyan Sih Makan Tanah?
24.02.2012, 16:55 WIB Komentator: van zai tand |
| Sengketa lahan antara Bung Pardi dgn ASG pasti dilatarbelakangi gencarnya ASG mengembangkan proyek properti di Jakarta. Hanya saja,mengapa harus merampas hak org lain? Ibarat tinju, ASG itu kelas berat..lalu kenapa memilih lawan kelas ringan???? Apa gak malu kalau pun ntar menang? Lebih memalukan lagi kalau nanti KO pula di-upper cut si kelas ringan. ASG, bertobatlah..... |
-
Massa vs Peradilan
24.02.2012, 16:22 WIB Komentator: Pencinta Keadilan |
Yuuuk kawan-kawan,
Kayaknya kita perlu pengerahan massa deh... Kalo gak gitu, aparat nanti seenak-udelnya mengacak-acak peradilan.... |
-
TEGAKKAN KEADILAN !
24.02.2012, 11:08 WIB Komentator: Irwan wh |
| Yang terhormat, pejabat terkait JANGAN HANYA DIAM MELULU.Bung Pardi dkk, kami mendukungmu...! |
-
saran untuk pimpinan Agung Sedayu
24.02.2012, 09:44 WIB Komentator: martin |
| Bos saya mau beritahu Kerajaan Surga sudah dekat,Tuhan sudah mau datang untuk memerintah |
-
SENGKETA LAHAN CENGKARENG Budiardjo Yakin ASG Dibalik Penganiayaan dan Pemagaran Tanahnya
24.02.2012, 07:49 WIB Komentator: Alfindo |
| Pengadilan harus bertindak fair dengan melihat segala bukti-bukti yang ada.Supardi,teman kami maju terus dalam mempertahankan hak.Tunjukkan kamu bisaaaaaaaa...... |
-
dimana MORAL mu wahai anak bangsa?!!
24.02.2012, 02:29 WIB Komentator: Edo Candra |
| Dimana moralmu wahai anak2 bangsa?!!! ibu pertiwi pasti menangis...seolah keadilan tak pernah berpihak pada wong cilik...ayoo para penegak hukum, jangan hanya bisa duduk manis dan tidur saja melihat ketidak adilan di depan mata...teruslah berjuang bung Budi dan Tablen...doa kami selalu menyerta*.. |
-
lawan mafia-mafia tanah
23.02.2012, 22:04 WIB Komentator: daniel |
| hanya satu kata: LAWAN |
-
jangan biarkan kekerasan dan premanisme merajai ...
23.02.2012, 17:38 WIB Komentator: Angkatan 86 |
| Saatnya bersatu melawan aksi kekerasan dan premanisme oleh kelompok tertentu. Maju terus, jangan mundur karena diintimidasi. Hadapi dengan upaya hukum, yang benar pasti menang. |
-
sangketa lahan cengkareng
23.02.2012, 16:46 WIB Komentator: azwien |
| Bah... macam udah hidup di hutan aja kita ya... padahal belum tentu yg besar dan kuat itu pasti menang. Maju terus Bung Pardi dan Bung Tablen...! Kebenaran pasti akan terwujud. Doa kami menyerta* perjuanganmu. Merdeka ! |
-
Laporkan Balik
23.02.2012, 16:43 WIB Komentator: Aji |
Susah mengomentari soal ketidakadilan di negeri ini. Sudah menjadi sesuatu yang sangat biasa.
Saran saya, laporkan balik orang-orang yang sudah menganiaya bung Pardi cs. Saya kira pak Saimin bisa menjadi saksi kunci dlm kasus penganiayaan ini. Sementara kasus sengketa tanah, ditempuh juga melalui jalur hukum. Tentu saja dengan bukti-bukti dan saki-saksi yang mendukung.
TAPI YANG TERPENTING, LAPORKAN BALIK MEREKA KE POLISI..!!! |
-
Jangan gentar...
23.02.2012, 16:42 WIB Komentator: Anton Anak Siantar |
| Jangan gentar Pak Budiarjo,Pak Tablen, Pak Saimin maju terus nyatakan kebenaran dan keadilan. Yakinlah, cepat atau lambat kebenaran akan terungkap. |
-
Sabar... wahai wong cilik..
23.02.2012, 16:14 WIB Komentator: Putra Negeri dari Sumatera |
Udah biasa banget terjadi pemutarbalikan fakta ; maling teriak maling, whistle-blower jadi tersangka, korban menjadi terpidana..... demi uang, uang, uang, dan keserakahan mereka : Pengusaha dan Penguasa Culas !!!
Pak Tablen, Pak Supardi K.Budiarjo... sekarang dapat giliran yang menjadi korban, setelah korban-korban sebelumnya ; dan masih akan ada korban berikutnya.
Wajar aja kalo negeri ini digelar : Negara Autopilot..
Sabar yooo Pak Tablen dan Pak Budiarjo sahabatku... |
-
Pejabat
23.02.2012, 16:03 WIB Komentator: Anak medan |
Nampak kali yah, negeri kita ini masih dipimpin sama pejabat yang jadi penjahat, atau penjahat yang menjadi pejabat. Yang korban yaa,, orang-orang kecil yang uang makannya sehari-hari sama dengan uang parkir sang pejabat atau penjahat.
Bola akan selalu berputar bung pejabat/penjahat..., ibarat bola dunia yang selalu berputar. Pada ingat nggak, bahwa waktu terus berjalan, kau menjadi tua, ompong, peot, dan mati....? |
-
Pemaksaan Kehendak
23.02.2012, 14:55 WIB Komentator: Abdi |
Sudah sering kita lihat pengusaha yang memaksakan kehendaknya, tanpa melalui hukum melakukan kekerasan demi kesuksesan bisnisnya.
Sudah saatnya penegak hukum menindak pengusaha yang melakukan kekerasan dalam permainan bisnisnya dan melindungi pribadi maupun pengusaha kecil lainnya yang tidak berdaya melawan pengusaha yang kuat dan kejam.
Ayo bangkit Indonesiaku, katakan TIDAK kepada kekerasan. |
-
Pengusaha Hitam di beking Penguasa hitam
23.02.2012, 13:27 WIB Komentator: Sembiring |
| Keadilan di Indonesia jauh panggang dari api. Maju terus kita dukung jangan takut melawan pehgusaha hitam yang telah merusak sendi-sendi moral penegak hukum di negara ini. |
-
Hati-hati dengan do'a org tertindas
23.02.2012, 09:31 WIB Komentator: Org Jampang |
| Wong cilik vs. Gurita, kebenaran pasti akan datang. |
-
Kasihan Rakyat Kecil
23.02.2012, 09:24 WIB Komentator: Ade Nasution |
Kasus yang menimpa sdr.Tablen dan sdr Budiarjo adalah contoh bagaimana tak berdaya rakyat kecil ketika berhadapan dengan kekuatan besar.Hukum berpihak kepada pihak yang kuat,si lemah terus menjadi pesakitan.Aneh sikali negeri ini orang yang teraniaya kok malah jadi tersangka.
Masih bisa kah kita berharap pada para penegak hukum ? Saya masih yakin bahwa masih ada penegak hukum yang punya hati nurani yang berani berkata benar terhadap sesuatu yang benar.Terus berjuanglah sdr. Tablen dan sdr Budiarjo untuk apa yang menjadi hak anda,yakinlah kebenaran akan menang atas kezaliman. |
-
Masih adakah Hukum dan Keadilan diNegriKu ini
23.02.2012, 08:06 WIB Komentator: Madipusi |
Sedih ataukah harus marah, Sepertinya semua akan sia sia belaka. Aparat Hukum en Penegak Hukum semua sama aja , masih melihat siapa yang bermasalah . Jadi ngga usah heran kejadian ini bisa terjadi, yang mukulin ngga diapa apain eh yg dipukulin diperiksa sseperti terdakwa. Selamat buat Bapak Polisi yang sudah dengan pintar memilih siapa kawan dan siapa Kawan dan siapa kawan yang penting aman.
Salam dari kekacauan Hukum |
-
Masih adakah Hukum dan Keadilan diNegriKu ini
23.02.2012, 08:06 WIB Komentator: Madipusi |
Sedih ataukah harus marah, Sepertinya semua akan sia sia belaka. Aparat Hukum en Penegak Hukum semua sama aja , masih melihat siapa yang bermasalah . Jadi ngga usah heran kejadian ini bisa terjadi, yang mukulin ngga diapa apain eh yg dipukulin diperiksa sseperti terdakwa. Selamat buat Bapak Polisi yang sudah dengan pintar memilih siapa kawan dan siapa Kawan dan siapa kawan yang penting aman.
Salam dari kekacauan Hukum |
-
- SENGKETA LAHAN CENGKARENG
23.02.2012, 05:58 WIB Komentator: Chandra |
| Kebenaran Pasti Menang, Sudah saatnya Keadilan ditegakkan, Tetap semangat kepada Pak Budiarjo. |
-
- Sengketa lahan Cengkareng
23.02.2012, 04:45 WIB Komentator: Betty Nhayani Marbun |
| Semoga penegak hukum/keadilan dlm perkara penganiayan ∂άn pemutar balikan fakta ini,dpt dgn cermat ∂άn adil dlm menelusuri perkara ini.∂άn tdk tergoda suap/sogokan. Kpd Pak Tablen,sabar ya..Pak..Kpd Pak Saimin,spy lbh berani bahkan hrs lbh berani drpd para penegak hukum/keadilan . Kpd Bpk Budiardjo,stay cool,Pak..kemenangan dlm kebenaran ada di pihak Bpk ∂άn kejahatan yªήğ berasal dari keserakahan ASG,akan terungkap.Bagi masyarakat,yªήğ mengetahui perkara ini spy bs mnjalankan fungsi social control,menentang kejahatan,keserakahan ∂άn ketidakadilan! Kalau bukan kita,siapa lg? Jgn kita biarkan penjajah/pemangsa bangsa sendiri,hidup ∂άn merajalela di negeri tercinta ini! Perkara sengketa tanah ini,adlh hanya salah satu dari banyak perkara ”kejahatan penguasa” ∂άn ”pengusaha kejahatan” di negeri. Akhir kata,kpd Bpk Budiardo,Pak Saimin ∂άn Pak Tablen,semangat!! |
-
Si kuat jangan men dzalimi si lemah
22.02.2012, 23:07 WIB Komentator: Johan |
| Sudah tiba saatnya keadilan dan kebenaran harus ditegakkan |
-
- KOALISI HITAM
22.02.2012, 23:02 WIB Komentator: Cah Nggalek |
| Inilah bukti "carut marutnya penegakkan hukum di Republik Indonesia". Ketika ”Pengusaha hitam berkoalisi dg Penguasa hitam", yg terjadi adalah "penindasan & penzoliman". Jadi gak salah kalau Mr. Jin bilang "bisa diatur...wani piro..?". |
-
Hukum hanya untuk yang lemah
22.02.2012, 22:10 WIB Komentator: Mardianus Purba |
| Klo yang punya negri ini punya masalah sapa yang berani melawan pasti habis, Seperti kejadian ini yang mukul ngga dipanggil malah korban pemukulan mau diBUI. Susah ya hidup dinegri yang hukumnya hanya untuk yang lemah sementara yang kuat tersenyum manis sambil pegang2 Kumis dan senyum klimis. Hiduuuuup Indonesiaaaaa |
-
-
22.02.2012, 21:36 WIB Komentator: Andreas |
| Hukum perlu ditegakkan dg adil |
-
-
22.02.2012, 21:21 WIB Komentator: andy |
| Group besar VS perorangan = banyak kejanggalan |
-
- an*ing
22.02.2012, 20:28 WIB Komentator: yos |
| IRONIS!! |