Rakyat Merdeka Online

Home

Share |
Kalau Rapat Tak Perlu Lagi Makanan Kecil...
Oleh Dahlan Iskan
Senin, 20 Februari 2012 , 10:18:00 WIB

SUDAHKAH terbukti jumlah rapat-rapat di Kementerian BUMN turun 50 persen seperti yang saya ingin­kan? Angka pastinya masih dikum­pul­kan. Tapi dari penjelasan para di­rektur utama BUMN, terasa sekali jum­lah rapat itu menurun drastis. "Rasanya turun 60 persen," ujar Nur Pamudji, Dirut Perusahaan Listrik Negara. "Selama tiga bulan ini saya baru rapat dua kali di kementerian. Kira-kira menurun 75 persen," ujar Karen Agustiawan, Dirut Pertamina.

Rapat memang harus dikurangi. Kerja yang harus ditambah. Kerja, kerja, dan kerja. Di birokrasi, kesibukan rapat itu memang luar biasa. Jadi salah anggapan masyarakat selama ini kalau birokrasi itu malas. Birokrasi itu rajinnya bukan main. Kalau sudah rapat bisa panjang sekali. Bah­kan untuk satu topik saja bisa dilakukan berkali-kali.

Tentu ada dampak negatifnya. Penghasilan sejumlah staf menurun. Dampak lainnya: banyak ruang rapat yang kosong. Saya suka turun-naik dari lantai ke lantai. Terasa benar ruang yang mahal itu terlalu boros penggunaannya. Padahal ruang rapat itu banyak yang ukurannya besar. Maka beberapa staf di Kementerian BUMN mengusulkan agar segera dilakukan penataan ulang seluruh ruang kerja.

Tentu saya menghargai usul seperti itu dan harus segera dilaksanakan. Pepatah hemat pangkal kaya rupanya sudah banyak dilupakan di zaman yang serba ada ini. Digantikan oleh  adagium: boros itu meningkatkan pertumbuhan ekonomi! Kalau semua orang berhemat, siapa yang belan­ja? Bagaimana nasib pabrik-pabrik?

Boros ruangan tentu mem­berikan contoh yang kurang baik. Secara kasar bisa dihitung paling sedikit akan ada dua lantai dari gedung 22 lantai di dekat Monas itu yang bisa dihemat. Beberapa BUMN yang selama ini masih sewa kantor (ada satu BUMN yang untuk salah satu bagiannya harus sewa kantor Rp 50 miliar se­lama lima tahun!) bisa pindah ke gedung ini.

Apakah menurunnya jumlah rapat di Kementerian BUMN itu sudah membuktikan otomatis BUMN-BUMN kini lebih banyak kerja, kerja, kerja? Tentu belum bisa dibuktikan seketika. Bukti yang terbaik adalah hasil tutup buku akhir tahun nanti. Benarkah kinerja BUMN meningkat? Ataukah berkurangnya panggilan rapat dari kementerian itu justru melonggarkan kontrol dan membuat BUMN kian malas?

Berkurangnya jumlah rapat secara drastis di Kementerian BUMN itu sebenarnya bukan berarti menurunnya intensitas komunikasi. Sejumlah rapat itu kini sudah digantikan oleh terbentuknya grup BlackBerry Messenger.

Misalnya ada satu grup BBM yang semua anggotanya eselon satu. Maka meski Rapim Kementerian BUMN hanya dilakukan satu minggu satu kali (tiap Selasa jam 07.00), pada dasarnya rapat itu berlangsung bisa beberapa kali sehari. Hanya forumnya tidak di ruang rapat dengan sebuah meja rapat, tapi di forum BBM. Peserta bisa di mana saja dan sedang melakukan apa saja. Yang jelas tidak ada hidangan makanan kecil dalam rapat seperti ini.

Ada juga grup BBM yang ang­gotanya menteri, wakil menteri, seorang deputi, dan semua direktur utama BUMN yang bergerak di bidang pangan. Maka masalah-masalah peningkatan produksi beras di BUMN dibicarakan di "ruang rapat tanpa hidangan" ini. Demikian juga ada grup BBM bidang gula. Anggotanya men­teri, wakil menteri, deputi bersangkutan, dan semua direktur utama yang membawahi urusan gula. Ada grup BBM energi. Dan sebentar lagi, setelah holding per­kebunan terbentuk akan diadakan grup BBM perkebunan.

Rapat melalui grup BBM seperti itu intensifnya bukan main. Juga hemat sekali waktu. Bahkan "rapat itu" berlangsung tidak mengenal hari dan jam. Bisa saja pada hari Minggu ada topik yang harus dibahas. Bahkan ada yang sampai jam 23.00 masih mengajukan pendapat.

Isi dan kualitas pembicaraan tidak kalah dengan rapat yang dilaksanakan di ruang rapat sungguhan. Meski menggunakan BBM, jangan khawatir dimanfaatkan untuk yang bukan-bukan. Tidak akan ada pembicaraan mengenai Apel Malang atau Apel Washington di situ. Sesekali ada yang memasukkan humor, tapi biasanya kalau lagi akhir pekan. Arifin Tasrif, Dirut Pusri Holding yang tergabung dalam grup BBM pangan, termasuk yang suka kirim humor. Hanya kadang saya sulit mengenali nama asli mereka karena banyak yang pakai nama maya. Arifin Tasrif, misalnya, di BBM menggunakan nama Kapal Selam. Rupanya dia sekalian jualan pempek Palembang.

Tentu saya sangat menganjurkan agar semua BUMN membentuk grup-grup BBM seperti itu. Intensifnya luar biasa. Ini saya rasakan sewaktu masih di PLN. Waktu itu saya memiliki tujuh grup: grup khusus yang anggota­nya semua direksi plus sekretaris perusahaan, grup saya dengan para general manajer se-Jawa-Bali, grup saya dengan para ge­neral manajer se-Indonesia barat, grup saya dengan semua general manajer se-Indonesia Timur, grup saya dengan para manajer peren­canaan, grup saya dengan para manajer keuangan, grup saya dengan para manajer SDM, dan seterusnya. Keluhan masyarakat, info soal korupsi, pengaduan tender yang main-main dan segala persoalan yang berkembang bisa langsung dikomunikasikan melalui grup BBM.

Model komunikasi manajemen seperti ini, sekaligus bisa menerabas batas-batas hirarkhi dan birokrasi. Juga bisa lebih terbuka. Kekurangan di satu tempat langsung diketahui oleh siapa pun di tempat lain. Kalau tidak terbiasa memang seperti membuka aib dan kelemahan, tapi itulah cara yang efektif untuk melakukan perbaikan. Kalau niatnya sudah untuk melayani masyara­kat, soal kelemahan yang dibuka di depan sesama manajer seperti itu tidak akan terasa sebagai aib lagi. Justru dengan cara itu tang­gungjawab bisa muncul. Apalagi bukan hanya soal kekurangan yang dibeber di grup BBM. Tapi juga soal prestasi. Dulu sering saya memasukkan pujian dari pelanggan listrik yang dikirimkan via SMS ke handphone saya. SMS itu langsung saya masukkan ke dalam grup BBM. Sebagai pen­dorong bahwa hasil kerja ke­ras mereka diapresiasi oleh masyarakat luas.

Salah satu contoh ketika Peter Gontha memuji PLN via SMS yang merasa kaget petugas PLN begitu cepat datang ke rumahnya yang listriknya lagi bermasalah dan petugas itu tidak mau diberi uang tip. SMS itu saya masukkan ke grup BBM dan dalam waktu sing­kat menyebar luas ke jajaran PLN.

Sungguh sangat banyak rapat yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan cara yang tidak perlu harus membuang waktu sampai lima jam (satu jam perjalanan, tiga jam rapat, satu jam perja­lanan kem­bali). Kecuali kalau rapatnya benar-benar harus dan bisa meng­ambil keputusan saat itu.

Tentang rapat pimpinan Kementerian BUMN sendiri, kini tidak lagi dilakukan di kantor ke­menterian BUMN. Tiap Selasa lokasi rapat itu berpindah dari BUMN satu ke BUMN lainnya. Sekaligus agar seluruh eselon satu Kementerian BUMN mengetahui dengan mata kepala sendiri markas BUMN yang selama ini sering mereka panggil. Sekalian untuk mengecek apakah di BUMN tersebut juga sudah dilakukan rapat pimpinan setiap Selasa jam 07.00. Rapat paling jauh dilakukan di BUMN Ang­kasa Pura II Selasa lalu. Sekalian untuk mengecek per­siapan perbaikan Bandara Soekarno-Hatta.

Perubahan memang sedang dilakukan. Ruang ATC/Tower sudah lebih disiplin dan bersih. Tidak ada lagi yang merokok di ruang kontrol lalu-lintas pesawat. Peningkatan kapasitas tower menjadi dua sisi juga sudah hampir selesai. Satu sodetan express taxy sudah selesai, tinggal membuat satu lagi. Bagian-bagian jalan yang sempit yang menjadi sumber kemacetan di sekitar bandara sudah dipagari seng, pertanda proyek pelebaran jalan sedang dilakukan.

Yang tahun ini mulai dikerja­kan adalah: pembuatan gedung parkir empat tingkat di tengah-tengah antara terminal satu dan dua. Di tengah-tengah itu tahun ini mulai dibangun juga stasiun kereta api. Gedung parkir dan stasiun itu harus selesai akhir tahun depan.

Sementara menunggu gedung parkir, segera dilakukan pengaturan darurat: banyaknya mobil yang menginap di bandara akan disediakan lokasi khusus. Kendaraan karyawan bandara dan karyawan toko-toko di bandara akan dialihkan juga di lokasi lain. Ini agar lokasi parkir bandara lebih diperuntukkan melayani penumpang.

Terminal 3, yang sekarang ini hanya seperti huruf I, akan diker­jakan menjadi huruf U lebar. Berikut apronnya sekalian. Dari terminal tiga akan dihubungkan dengan kereta tanpa sopir menuju terminal 1 dan 2. Pembangunan terminal 3 ini juga harus sudah selesai akhir tahun depan. Kalau semua pekerjaaan itu selesai maka daya tampung bandara Soekarno Hatta meningkat menjadi 60 juta penumpang. Sekarang ini sudah 50 juta penumpang per tahun yang memadati bandara yang mestinya hanya untuk 22 juta penumpang itu.

Memang masih ada proyek besar lainnya: membangun landa­san nomor 3 dan membangun terminal 4. Tapi proyek ini memerlukan waktu lebih panjang. Masih harus membebaskan tanah 730 ha yang tentu tidak akan mudah.

Dengan mengurangi kesibukan rutin berupa rapat-rapat yang kurang efektif, pemikiran memang bisa lebih dicurahkan untuk hal-hal yang lebih mendasar. Rapat, tentu saja penting. Tapi kebanyakan rapat bisa membuat orang sinting!


Baca juga:
Capacity Management Di Balik Kandang Sapi
Pergantian Direksi Yang Sangat Bising
Jangan Paksa Tiba-tiba Ma’rifat
Mengubah Pemikiran Gajah Di Pelupuk Mata
Bisakah Merpati Hidup Lagi

Komentar (11)

Nama
Judul
Komentar
  1. Snack vs BB
    28.02.2012, 01:16 WIB
    Komentator: Bang Indra KS
    Lucu juga ngebaca tulisan ini , sebab ada banyak perusahaan yg mengartikannya secara harfiah , bikin aturan kalo rapat nggak boleh ada snack , padahal maksudnye Pak DI zaman sekarangkan udeh modern setiap perusahaan pasti punya system informasi baik internet maupun intranet dan bahkan ada yg managernye dikasih BB gratis ame perusahaan , jadi kalo bisa diminimalisir tatap muka manfaatin fasilitas yg ada buat diskusi, jadi kalo emang harus rapat gak ada salahnyalah sediain snack supaya peredaran darah ke otak jadi lancar supaya punya keberanian berpendapat
  2. Benahi pelabuhan Laut
    24.02.2012, 13:20 WIB
    Komentator: Capt.kusnan.M.Mar
    best untuk pak dahlan,tapi tolong untuk pelabuhan laut jg harus di bangun agar kapal kapal yang akan sandar tidak terlalau lama menunggu,yang dampaknya terlalu banyak waktu tunggu di pelabuhan untuk menunggu dermaga hampir tiap hari pengusaha pelayaran membeli kapal untuk mengangkut muatan yg dikirim keseluruh kepulauan indonesia,tapi dengan terbasnya pelabuhan maka daftar tunggu kapal untuk sandar/merapat sangat lama yang dampaknya sangat merugikan pengusaha dan harga bagi masyarakat luas.
  3. Benahi pelabuhan Laut
    24.02.2012, 13:20 WIB
    Komentator: Capt.kusnan.M.Mar
    best untuk pak dahlan,tapi tolong untuk pelabuhan laut jg harus di bangun agar kapal kapal yang akan sandar tidak terlalau lama menunggu,yang dampaknya terlalu banyak waktu tunggu di pelabuhan untuk menunggu dermaga hampir tiap hari pengusaha pelayaran membeli kapal untuk mengangkut muatan yg dikirim keseluruh kepulauan indonesia,tapi dengan terbasnya pelabuhan maka daftar tunggu kapal untuk sandar/merapat sangat lama yang dampaknya sangat merugikan pengusaha dan harga bagi masyarakat luas.
  4. BB
    22.02.2012, 21:07 WIB
    Komentator: RAKYAT
    Black-Berry messengger itu CIA punya..
    pengguna BB wajahnya sudah tercopy di Central processor
    anda pelaku krminal akan terlacak posisi anda bumi ini.
  5. Rapaaaattt........!!!
    22.02.2012, 20:11 WIB
    Komentator: Sembelit
    Ini cerita RAPAT sebuah BUMN Perkebunan yg area wilayahnya meliputi 2 propinsi besar, istilahnya Rakorlah, rapat PMK lah, Rapat RKAP lah,Restralah, hasilnya Perkebunan konon malah terus merugi. Sebabnya uang SPJ Administratur, Para Staf,Sopir,Eksploitasi Alat Pengangkutan belum lainnya saja itu sudah berapa,untuk sekali rapat ?! Betapatidak, perkebunan lokasinya ada dipelosok-pelosok daerah. Administratur yang seharusnya total mengawasi kebunnya malah disuruh RAPAT untuk pelesir ke Kantor Pusat, yang jauhnya beratus-ratus KM.
  6. Kurang Rapat
    22.02.2012, 17:58 WIB
    Komentator: Sutomo
    Memang tindakan bung Dahlan untuk mengurangi rapat2 itu perlu dicontoh oleh semua pihak di Indonesia ini.Kebiasaan buruk jaman orla /orba yang masih melekat hingga saat ini yang perlu dibuang jauh jauh adalah budaya upcara/pestaperkawinan mewah/rapatkerja/munas/seminar /peringatan ulang tahun departemen/lembaganegara/pelet akan batu pertama/panben raya dan lain.Sadarlah bahwa uang yang dihamburkan untuk itu bisa dihemat untuk meningkat kualitas sarana dan prasarana serta modernisasi alat tempur tni yang sudah jadul/renovasi sekolah /jematan dan transportasi umum.dan lain lain.
  7. Ini baru menteri !
    22.02.2012, 17:36 WIB
    Komentator: ZONA ACE
    sejak awal saya mengenal kiprah Dahlan Iskan di PLN hingga sekarang ini,barulah saya merasa lega dan optimis bahwa suatu saat nanti InsyaAllah Indonesia akan jadi negeri yang gemah ripah loh jinawi.Leadership
    style dan Management skill yang seperti yang dimiliki dan diterapkan oleh bung Dahlan Iskan inilah yang dibutuhkan bangsa saat ini.Kalau saja para pembantu Presiden ada 20 orang yang kayak dia ini saya optimis Indonesia akan maju dengan pesat.Jadi menjelang 2014 hendaknya Presiden dapat merevisi menteri menteri yang sok priayayi, feodalistik, birokratik, malas, ragu ragu dan narcis dengan tenaga tenaga muda yang profesional yang memiliki idealisme yang tidak corrupt.
  8. kpk
    20.02.2012, 14:07 WIB
    Komentator: rakyat
    wah bagus juga ide itu cak.... klo kata dirut pln sekarang rapat sdk kurang 60%... berarti jaman sampeyan... masih 100% dong cak....

    klo rapat2 mentri lewt bbm... bisa jadi keputusan belum jadi... pihak asing... amrik.. cina... enggris... dsb... bisa langsung tahu lebih dulu dong hasilnya... shg mereka bisa cepet2 ambik langkah... bisa2 langkah seribu juga....

    eh cak... katanya dukung mobil esemka..... kantor sampeyan dan bumn2 pada pesen berapa mobil esemka itu..... jangan cuman ngomong ditulisan aja cak.....
  9. kpk
    20.02.2012, 14:07 WIB
    Komentator: rakyat
    wah bagus juga ide itu cak.... klo kata dirut pln sekarang rapat sdk kurang 60%... berarti jaman sampeyan... masih 100% dong cak....

    klo rapat2 mentri lewt bbm... bisa jadi keputusan belum jadi... pihak asing... amrik.. cina... enggris... dsb... bisa langsung tahu lebih dulu dong hasilnya... shg mereka bisa cepet2 ambik langkah... bisa2 langkah seribu juga....

    eh cak... katanya dukung mobil esemka..... kantor sampeyan dan bumn2 pada pesen berapa mobil esemka itu..... jangan cuman ngomong ditulisan aja cak.....
  10. negara para maling
    20.02.2012, 13:45 WIB
    Komentator: pro sby
    REVOLUSI HARGA MATI.....tidak perlu makanan kecil tapi diambil mentahnya aja biar tidak ketara.......inilah citra negara dagelan yang dipimpin oleh kawanan perampok dan maling........
  11. Usul yg menarik
    20.02.2012, 11:15 WIB
    Komentator: Wanita
    Sy suka sekali jika usul tsb bs diterapkan untuk mengurangi banyaknya rapat yg menghabiskan banyak waktu dan anggara yg banyak (itu paasti..)

Wow, Putin Balik Maning!

Iwak Peyek Pun Tidak Menolong Tebu


Kabinet Indonesia Berduka


Merencanakan Keuangan Untuk Liburan



 

Lupakan Tragedi 2008

Jelang duel final Liga Champions lawan tuan rumah Bayern Muenchen di Allian ...

 

Spanyol Incar Juara Beruntun 3 Kompetisi Akbar

Tim Matador, julukan Spanyol memiliki misi khusus pada Euro 2012, Juni, men ...

 

Rossi Ngarep Bawa Aspal Le Mans

Meski performa motornya be­lum sempurna, Valentino Rossi masih mempunyai h ...

 

Dipecat Liverpool, Dalglish Legowo

Karier kepelatihan Kenny Dalglish bersama Liverpool harus berakhir tragis. ...