Rakyat Merdeka Online

Home

Share |
Menteri Azwar Abubakar: Jangan Hiraukan Pengkritik Pemerintah
Minggu, 19 Februari 2012 , 11:13:00 WIB
Laporan: Ihsan Dalimunthe

AZWAR ABUBAKAR/IST

  

RMOL. Indonesia dikenal sebagai negara yang mampu bertahan di tengah krisis ekonomi dunia. Karena itu, negara ini pun saat ini sudah diperhitungkan di dunia internasional.

Makanya, dia mata Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Azwar Abubakar, aneh jika Indonesia yang sebenarnya kondusif tetapi malah masih diprotes di sana-sini. Protesnya pun cenderung berlebihan.

Azwar memang tidak menyebut siapa pemrotes pemerintah. Tapi kuat dugaan yang ia maksud adalah kelompok yang selama ini kerap mengkritik pemerintahan SBY-Beodiono.

"Protes terlalu berlebihan. Nggak perlu terlalu dihiraukan," tegas Azwar saat menghadiri acara Deklarasi Lembaga Advokasi Matahari (LAM) di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Minggu (19/2).

Menteri asal Partai Amanat Nasional ini mengungkapkan, Eropa saat ini sedang didera krisis ekonomi. Namun Indonesia pada hakikatnya masih kondusif. Nah, itu yang ia disayangkan. Pada pada saat yang sama, justru banyak pihak sibuk bertengkar dan saling menghujat.

"Nggak perlu dihiraukan. Kita harus tunjukkan bahwa Indonesia itu kondusif dan aman," kata mantan Plt Gubernur Aceh ini lagi. [zul]


Baca juga:
Pakai Teori Machiavelli, Tjipta Lesmana Yakin SBY Tutupi Borok Partai Demokrat
Ketidaktegasan SBY Timbulkan Kekacauan
Omong Kosong SBY Soal Pemberantasan Korupsi
Tjipta Lesmana: Semua Lini Kekuasaan Jelek
PANEN RAYA

Komentar (4)

Nama
Judul
Komentar
  1. Pengkritik Pemerintah
    19.02.2012, 15:18 WIB
    Komentator: Joko Tingkir
    Bisa kita bayangkan kekayaan Indonesia melimpah ruah, dimana sebagian besar kekayaan Indonesia dikorup oleh pejabat2 Pemerintah,anggota2 Dewan dan pengusaha2 nakal masih bisa bertahan bahkan devisa negara bertambah. Bagaimana kalau kekayaan koruptor dan pengusaha2 nakal disita kekayaannya untuk negara, Negara Indonesia akan makmur dan sejahtera rakyatnya. Kita harus mencontoh RRC ( China daratan )negara yang menguasai parta* Komunis tetapi ekonominya liberal, siapapun yang berbuat salah secara pidana ataupun perdata dihukum sesuai dengan Undang2 tidak terkecuali Ketua Parta* maupun Presiden bersalah dihukum se-berat2nya. Kalau Indonesia berlakukan hukuman seperti di China daratan bisa penuh kuburan dan penjara diseluruh Indonesia.Seharusnya Parta*2 di Indonesia dijadikan satu supaya mempunyai suara bulat untuk program pembangunan negara dan pemberantasan kriminalitas, Presiden hanya sebagai lambang dan gremium Parta* yang berkuasa menentukan politik dan ekonomi negara.Kalau Parta* Komunis berdiri di Indonesia masih alegi sebagian masyarakat kita dan dicap tidak bertuhan lebih baik digabung parta*2 saat ini menjadi satu dan apakah warna merah, hijau atau kelabu terserah pemilihnya dan akan lebih mudah mengontrolnya.
  2. Hiraukan suara rakyat
    19.02.2012, 13:01 WIB
    Komentator: Markeso
    Hei Onta nggak masalah Pemerintah nggak hiraukan kritik rakyat dimana Rakyat pembayar pajak untuk membiayai korupsi kalian dan kemewahan yang dinikmati onta ya , nanti ada masa Rakyat tidak hiraukan suaramu , ingat yah klu ada revoluisi onta ini perlu dicari duluan yah
  3. - gudel kabeh
    19.02.2012, 11:53 WIB
    Komentator: gudel
    koropsine nomer wahid kok bangga, mrisani akibate neng ngisor mbah
  4. GOLONGAN KAMBING BERJANGGUT BEGENE NEH YANG HOBI KORUPSI DUIT NEGARA
    19.02.2012, 11:26 WIB
    Komentator: KSATRIA ORDO TEMPLAR HOTLINE: 0821 2202 3053
    ANJJING ANJJING KAFIR MENJUAL AGAMA ARAB DAMBIL MENGGEROGOTI UANG NEGARA

    BERITA DI GATRA.COM NEH SOAL HABIB CABUL DARI FPI
    Belakangan, gelar gelar Habib tercoreng oleh isu seorang Habib yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap jamaahnya sendiri. Hal itu terungkap dari laporan belasan anak, bersama orang tua mereka, yang mengadukan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya pada 16 Desember 2011 dengan nomor laporan polisi LP/4432/XII/2011/PMJ/Dit.Reskr imum.

    Habib Hasan bin Ja'far Assegaf, pimpinan majelis Nurul Musthofa, yang dituding melakukan pelecehan seksual, kontan menjadi sorotan publik. Apalagi setelah Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meresponnya dengan memanggil sang Habib untuk diklarifikasi. Sayangnya, Habib Hasan tidak memenuhi panggilan KPAI. Ia tidak bersedia pula melayani wawancara GATRA atas kasus yang menjerumuskan namanya ke dalam jurang kenisaan.

Wow, Putin Balik Maning!

Iwak Peyek Pun Tidak Menolong Tebu


Kabinet Indonesia Berduka


Merencanakan Keuangan Untuk Liburan



 

Lupakan Tragedi 2008

Jelang duel final Liga Champions lawan tuan rumah Bayern Muenchen di Allian ...

 

Spanyol Incar Juara Beruntun 3 Kompetisi Akbar

Tim Matador, julukan Spanyol memiliki misi khusus pada Euro 2012, Juni, men ...

 

Rossi Ngarep Bawa Aspal Le Mans

Meski performa motornya beĀ­lum sempurna, Valentino Rossi masih mempunyai h ...

 

Dipecat Liverpool, Dalglish Legowo

Karier kepelatihan Kenny Dalglish bersama Liverpool harus berakhir tragis. ...