Rakyat Merdeka Online

Home

Share |
PAK PARDI PERGI
Sang Korektor Itu Telah Pergi...
Jum'at, 10 Februari 2012 , 23:42:00 WIB
Laporan: Ninding Julius Permana

AHMAD SUPARDI ADIWIJAYA

  

RMOL. Setelah berjuang hampir satu minggu melawan penyakitnya, akhirnya redaktur senior Rakyat Merdeka, Ahmad Supardi Adiwijaya menghembuskan nafas terakhirnya, Jumat (10/2) waktu Belanda.

"Om Supardi, kontributor RM (Rakyat Merdeka) di Belanda telah wafat," kata mantan Staf Megawati Soekarnoputri, Ari Junaidi.

Informasi itu diperkuat dengan pernyataan Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, Retno Marsudi. Ia turut berbelasungkawa atas kepergian Pak Pardi, panggilan hangat Ahmad Supardi Adiwijaya.

Sebelumnya, tidak ada tanda-tanda Pak Pardi akan meninggal dunia. Betapa tidak, meski usianya sudah kepala tujuh, Pak Pardi yang dikenal dengan koreksi-koreksi tajam, masih enerjik.

Namun, hari itu, Minggu (5/2), takdir berkata lain. Di lapangan bulu tangkis di Belanda, ketika Pak Pardi memacu staminanya di lapangan badminton tiba-tiba jantungnya berhenti berdenyut.

"Pertolongan pertama yang diberikan oleh rekan-rekan sesama pemain badminton tidak berhasil," ujar putrinya, Agustina Supardi, mengabarkan dari Belanda, beberapa saat lalu. Kata teman-temannya yang jadi lawan main, jantung Pak Pardi sempat berhenti beberapa menit.

Pada Selasa (7/2), redaksi mendapat kabar dari rekan Beliau sesama jurnalis dari Radio Nederland, Bari Muchtar, yang menyatakan, kondisi Pak Pardi tidak mengalami perkembangan berarti.

"Dia masih koma. Mari doakan yang terbaik untuk Beliau," demikian Bari.

Agustina menceritakan, sepuluh menit setelah serangan jantung di lapangan badminton, ambulan tiba. Pak Pardi segera diberikan pertolongan dengan Cardioversi (shock listrik) hingga 9 kali, barulah jantung Bapak Supardi mulai berdenyut kembali. Dalam keadaan koma, segera dilarikan ke UGD Rumah Sakit VU Amsterdam.

Pertolongan yang cepat dari tim medis menganalisa bahwa telah terjadi penyumbatan pembuluh darah di jantung Pak Pardi. Segera dilakukan dotter dan pemasangan stent pada dua tempat di pembuluh darah jantung yang tersumbat tersebut. Badan pria kelahiran Jakarta tahun 1941 itu didinginkan selama 24 jam untuk mengurangi kerusakan pada organ tubuh. Setelah itu segera dipindahkan ke Unit Intensive Care di Zaans Medical Center, Zaandam, dimana pria necis yang sejak 1962 meninggalkan Indonesia itu berdomisili.

Tiga hari dalam perawatan intensif, Pak Pardi masih tetap dalam keadaan koma. Rabu pagi tanggal 8 Februari (waktu setempat) dilakukan dua kali pemeriksaan reflex system urat syaraf, ternyata tetap tidak ada reaksi apa-apa. Para dokter di Zaans Medical Centrum berpendapat telah terjadi apa yang dinamakan “hersen dood” (kematian otak). Dengan demikian tidak ada kemungkinan pemulihan fungsi sistem urat syaraf kembali, meskipun perawatan dilanjutkan. Maka perawatan akan dihentikan setelah tanggal 9 Februari setelah Hani, anak bungsu dari "orang tua kami" itu tiba dari Indonesia.

Informasi yang diperoleh, kini jenazah almarhum telah dibawa ke kamar jenazah di Zaans Medical Center. Belum ada kepastian kapan dan dimana Pak Pardi akan dimakamkan. Namun, informasi yang diperoleh, Pak Pardi pernah berwasiat agar disembahyangkan dan dimakamkan secara Islam. [arp]


Baca juga:
Bangkitlah, Pak Pardi!
Merdeka!
Pesan Uus Netral untuk Komentator RMOL
Tunggu Kami di Timor Leste Kawan!
Inilah Doa RMOL untuk Bangsa

Komentar (7)

Nama
Judul
Komentar
  1. mencret!
    23.03.2012, 19:41 WIB
    Komentator: stop diare dengan diapet!
    mencret!
  2. Menghormati almahrum
    28.02.2012, 15:16 WIB
    Komentator: Leiden
    Komentar dari mereka yang menyebut diri sbg Ramadhan Pohan dan dipo alam sangat tidak manusiawi dan tendensius. Omongan kasar semacam itu tidak pantas diucapkan oleh seorang manusia. Bagaimanapun tidak senangnya kpd almarhum, komentarmu merupakan tindakan binatang. Memukul orang yg sudah tidak bisa membalas hanya dilakukan seorang pengecut-pasaran. Kalau kalian orang beragama mohonlah maaf kepada Tuhanmu. Semoga keluarga dan sobat-sobat almarhum mau memaafkan juga.
  3. NGAPAIN WARTAWAN KERE MODAR DIBERITAIN? BIKIN MALU DUNIA PERS AJA!!!
    27.02.2012, 05:41 WIB
    Komentator: RAMADHAN POHAN
    ORANG BIASA DOANG GAK BERPANGKAT DARI KORAN YANG TERKENAL MEMBERI GAJI KECIL PADA WARTAWANNYA SETARA DENGAN GAJI HANSIP, NGAPAIN WARTAWAN KERE MODAR DIBERITAIN? BIKIN MALU DUNIA PERS AJA!!!
  4. mampus ya mampus aja lo taek, emang gua pikirin?
    24.02.2012, 11:28 WIB
    Komentator: dipo alam
    mampus ya mampus aja lo taek, emang gua pikirin?
  5. Duka Cita
    18.02.2012, 00:08 WIB
    Komentator: Nino
    Turut berduka cita sedalam2nya untuk ayahmu, Hani....
  6. Duka Cita
    18.02.2012, 00:08 WIB
    Komentator: Nino
    Turut berduka cita sedalam2nya untuk ayahmu, Hani....
  7. -
    12.02.2012, 08:54 WIB
    Komentator: dwina yulianty
    Bangga pernah kenal om Pardi dan keluarga. Slmt jalan Om, semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik di SurgaNya. Tabah selalu buat kelg. 3 bulan bersama Om di Belanda akan selalu kami kenang.

Wow, Putin Balik Maning!

Iwak Peyek Pun Tidak Menolong Tebu


Kabinet Indonesia Berduka


Merencanakan Keuangan Untuk Liburan



 

Lupakan Tragedi 2008

Jelang duel final Liga Champions lawan tuan rumah Bayern Muenchen di Allian ...

 

Spanyol Incar Juara Beruntun 3 Kompetisi Akbar

Tim Matador, julukan Spanyol memiliki misi khusus pada Euro 2012, Juni, men ...

 

Rossi Ngarep Bawa Aspal Le Mans

Meski performa motornya be­lum sempurna, Valentino Rossi masih mempunyai h ...

 

Dipecat Liverpool, Dalglish Legowo

Karier kepelatihan Kenny Dalglish bersama Liverpool harus berakhir tragis. ...