Sabtu, 28 Januari 2012 , 10:04:00 WIB
![]() ILUSTRASI/IST |
RMOL. Citra Partai Demokrat semakin dekat dengan korupsi. Ini karena seringnya kader partai ini disebut terkait dalam kasus korupsi.
Ketua Umum Anas Urbaningrum dan anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Angelina Sondakh menjadi kader Demokrat yang sering disebut terlibat kasus korupsi Wisma Atlet Jakabaring Palembang.
Pengamat politik dari Indo Barometer, M. Qodari mengatakan bahwa Partai Demokrat harus melakukan bersih-bersih total.
"Ekstremnya, semua yang bermasalah (meski beluma ada status hukum) harus diberhentikan. Ini harus dilakukan karena saat ini ada citra bahwa Demokrat adalah partai korup," kata Qodari saat berbincang dalam diskusi bertajuk 'Demokrat Terguncang' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu pagi (28/1).
Jika memang benar-benar dilakukan, pasti ada perlawanan dari pihak-pihak tertentu. Namun, meski ada perlawanan, akan jadi perbaikan citra partai. [arp]
-
- air tenang,menghanyutkan ,,
29.01.2012, 02:24 WIB
Komentator: markuwat anak wanita jalangbegitu tenang dan sopan nya tuan ANAS, juga mister presiden,,, tak tahunya,,,, MENGHANYUTKAN,,,, WEKWEKQWEK -
Saatnya Kita WAJIB GOLPUT !!!
28.01.2012, 22:01 WIB
Komentator: GERAKAN GOLPUT INDONESIAKorupsi yang dilakukan secara massif oleh para petinggi parta* demokrat ketika memegang tampuk kekuasaan dalam dua periode kepresidenan ini juga akan dilakukan oleh para petinggi parta* lain ketika dia menguasai pemerintahan sebagaimana dikatakan oleh ahli politik inggris lord acton "power tends to corrupt absolute power corrupt absolutely".
Jika kita ingin meminimlkan korupsi di negeri ini, batasi masa ke presidenan hanya 1 kali periode saja, agar parta* pemegang kekuasaan pemerintahan tidak berurat dan berakar kekuasaannya (Sesuatu hal yang sangat sulit luar biasa karena harus mengamamandemen UUD'45)
Kedua, masyarakat juga harus berperan aktif dalam proses pemilihan parta* dan wakil-wakil nya di parlemen. kalau Anda tidak yakin 1000% dengan kredibilitas, kejujuran, kecerdasan dan perilaku kesehariannya... WAJIB HUKUMNYA ANDA GOLPUT, karena GOLPUT juga adalah sebuah bentuk partisipasi politik!!! -
Sepertinya parpol-parpol besar kader-kadernya pada korupsi kan?
28.01.2012, 19:18 WIB
Komentator: Anak-BangsaGolkar, PDI-P, PD, PAN, PKS banyak kader-kadernya juga pada korupsi kan?
Jadi bukan hanya Parpol Demokrat saja yang kader-kadernya terlibat korupsi, tapi coba ingat kasus Al Amin Nur Nasution dari PPP, Kasus Cek-Pelawat banyak PDI-P-nya dan Golkar-nya. -
- parta* korupsi
28.01.2012, 17:16 WIB
Komentator: susiningrumhimbauan kpd masyarakat indonesia agar tdk memilih parta* demokrat yg biang2nya korupsi, bsrta orang2nya dlm hal apapun. Sbentar lg orang2nya sbagian pd msk buih, sbagian pindah parta* u pencitraan. -
Opini publik yg dibentuk di Media memang begitu.
28.01.2012, 15:12 WIB
Komentator: MarkuwatMarzuki Alie, Jhonie Allen, Andi Malarangeng, Anas Urbaningrum itu kan cuma fitnahan publik pecundang, fakta hukumnya manaaaaaa ? kamu ga punya pulsaaaaa !
Kenyataannya yg paling banyak mendekam dalam penjara karena kasus korupsi paling banyak dari kader PDIP, GOLKAR, PPP, dari Demokrat juga cuma beberapa gelintir aja. ITU FAKTA.......ITU FAKTA.....ITU FAKTA ! -
Takut Nyanyi
28.01.2012, 15:02 WIB
Komentator: AditAnas U juga kader2 demokrat lain yang bermasalah gak bakalan ada yang dipecat, mengapa? ntar kalo dipecat meraka bakalan nyanyi..lagunya pasti kagak enak dikuping demokrat... cukuplah satu Nazarudin aja! -
- Tolong jangan menzolimi pak anas
28.01.2012, 14:56 WIB
Komentator: BudiningsihTolong jangan menzolimi pak anas. Dia tidak bersalah. Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Pak anas taat hukum, dia juga orang yg taat beragama. Dia bukan orang yg tamak. Dan utk maju menjadi ketum PD, bukan atas kemauan dia, para pendukungnya lah yg berkehendak agar dia mau mjd ketum PD. Msh banyak persoalan bangsa yg segera harus dikerjakan, bukan beriuh rendah dgn urusan fitnah. Jadilah bangsa yg besar dgn hasil kerja nyata. Jgn lg bangsa ini dipenuhi dgn fitnah dan fitnah. -
citra demokrat
28.01.2012, 14:28 WIB
Komentator: dedeDemokrat tidak pernah menutupi siapa saja yang terlibat korupsi.PD pasti langsung bertindak tegas untuk ambil sikap.gak akan diam saja dengan adanya koruptor berdiam di parta*nya,karena itu sendiri akan membuat citra PD buruk dengan sendirinya.Demokrat tidak mau hancur hanya karena oknum yang tidak tahu diri,saat ini PD lagi membangun kembali demokrat menjadi baik.... -
Pengamat pintar tapi goblok
28.01.2012, 14:14 WIB
Komentator: SusianaPengamat sekaligus peramal M Qodari pinter tapi bodoh... ini memang yg diinginkan oleh pecandu kekuasaan karena mereka takut kl sby tetap baik jadi segala cara dilakukan utk menjatuhkanya. berhasilah mereka para perusuh politik ini... ditambah politisi2 demokrat masih beloon sementara politisi golkar, PDIP pintar2 ngebohongin... bayangkan saja mereka memanpaatkan koruptor untuk menggulingkan kekuasaan.. ini kan bajingan namanya -
KORUPSI ?????
28.01.2012, 13:40 WIB
Komentator: dorangkita harus hormati proses hukum... -
markuwatkutukupret
28.01.2012, 13:26 WIB
Komentator: cogitoMarkuwat siliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit ...! mulutnya bauk tinjaaaaa...........! -
- kemarin sore,,,
28.01.2012, 12:57 WIB
Komentator: markuwat anak wanita jalangDEMOKRAT dan markuwat sama sama anak kemarin sore,anak wanita jalang ,,, ga punya kekuatan apa2 di masarakat,,, rakyat terpesona kepalsuan,santun,ramah,dan dianggap sopan karena itu tepat sekali peribahasa INI,, air tenang menghanyutkan,,,, berbahaya,waspadalah,waspadala h ,,,, -
PARTAI DEMOKRAT SINONIM DENGAN KORUPTOR
28.01.2012, 11:07 WIB
Komentator: MANTAN ANGGOTA PARTAI DEMOKRATLho, sudah menjadi rahasia internal Parta* Demokrat, kalau mau kaya via jalan tol, ya aktif di PD. Saya yang jadi anggota sejak 2003, akhirnya keluar, karena NURANI saya muak dengan yang saya lihat dan alami. -
Janji kampanye dan kenyataan
28.01.2012, 11:04 WIB
Komentator: BanyubiruPak SBY nampaknya lupa atau memang sengaja "tidak menepati janji" saat kampanye. Kalau diputar lagi janji saat kampanye.....mestiny pak SBY malu. Obama yang janji saat kampanye untuk memperjuangkan bisang kesehatan dan pajak, meski ditentang Republik tetap saja maju terus dan konsisten. Karena janji kampanye adalah KONTRAK POLITIK suatu calon Presiden. Klau zama orde baru karena yang milih MPR ya janjinya bentunya GBHN. -
Eh, dik Markuwat muncul lagi.
28.01.2012, 10:50 WIB
Komentator: BajingMarkuwat komentator dungu penjilat dobol an*ing budhug muncul lagi dengan komentar yang sebenarnya mulai putus asa, karena yang dijilatnya sebentar lagi pada gulung tikar, karena memang rakyat indonesia tidak bodoh untuk melihat kader-kader PD pada terlibat korupsi, lihat: Anas U,Angie, Si Kumis, adik Si Kumis, Nazar, Jhoni, Mantan walkot Semarang Alien, Sutan Piranha, Max Sopacoa, dll. sebentar lagi menunggu jeratan KPK. -
perhatikan anggota DPRD jawa barat dari demokrat
28.01.2012, 10:47 WIB
Komentator: husensumedangsama -
sby tdk tegas bersihkan kadernya yg korup
28.01.2012, 10:45 WIB
Komentator: deotidak tegasnya sby menindak kader2nya yg terlibat kasus korupsi merupakan awal dari hancurnya parta* demokrat..dan apabila terus dibiarkan maka di pemilu 2014..parta* demokrat akan binasa.. -
demokrat musuh bersama
28.01.2012, 10:36 WIB
Komentator: anTon teGuhpaling pas demokrat itu dibubarkan, atau dijadikan musuh bersama, sebab sesungguhnya partae ini benalu republik, musang berbulu ayam. -
demokrat identik dgn parta* koruptor
28.01.2012, 10:33 WIB
Komentator: deosaat ini masyarakat mengidentikan parta* demokrat sama dengan parta* koruptor..jadi lebih dewan pembina dan dewan kehormatan parta* demokrat segera pecat anas urbaningrum...angelina sondakh..mirwan amir..andi malarangeng yang telah bikin cemar dan kotor citra parta* demokrat.. -
@Markuwat ... Publik tidak bodoh...
28.01.2012, 10:31 WIB
Komentator: Anti Komentator BayaranLha gimana mau dipenjara lha kasusnya dipetieskan kok...
Joni Alin misalnya....
Juki Alie misalnya...
Anas U misalnya...
Mantan walkot Smg misalnya...
Enjilina Sendukh misalnya...
Centurie misalnya...
Surat Palsunya Nurphatie misalnya...
kalo ngga dipetieskan pasti lebih banyak yg masuk deh...
Ingat...Publik tidak bodoh...sudah bisa memilah mana berita yang baik dan buruk... -
Opini publik yg dibentuk Media memang begitu.
28.01.2012, 10:26 WIB
Komentator: MarkuwatKenyataannya yg paling banyak mendekam dalam penjara karena kasus korupsi paling banyak dari kader PDIP, GOLKAR, PPP, dari Demokrat juga cuma beberapa gelintir aja. ITU FAKTA.......ITU FAKTA.....ITU FAKTA ! -
Lebih dekat,lebih nyata
28.01.2012, 10:15 WIB
Komentator: anak rakyat...LEBIH DEKAT,LEBIH NYATA KORUPSINYA.... jadi LEBIH CEPAT,LEBIH BAIK DIBUBARKAN ???








