Jika SBY-Boediono Tak Merespon, Rusuh Bima akan Berkembang ke Daerah Lain
Jum'at, 27 Januari 2012 , 21:29:00 WIB
Laporan: Ninding Julius Permana
 SBY/IST
| |
RMOL. Pembakaran kantor Bupati Bima merupakan bukti bahwa pemerintah SBY-Boediono sudah tak efektif lagi dalam mengendalikan masalah.
Wakil Ketua Komisi I DPR, TB Hasanudin, mewanti-wanti pemerintah agar fokus menyelesaikan masalah yang ada, agar Indonesia tidak menjadi negara gagal.
Eskalasi demo anti tambang di Bima sebenarnya sudah diprediksi sejak jauh-jauh hari. Pemerintah harusnya bisa merespon akar masalah dengan mencabut Surat Keputusan (SK) No 188/2010 kepada PT Sumber Mineral Nusantara untuk melakukan eksplorasi di Kecamatan Sape, Lambu, dan Langgudu.
"Namun ini tidak juga digubris," kecewa mantan Sekretaris Militer Presiden ini.
Jika tidak diselesaikan, sambung TB, situasi ini bisa berkembang ke wilayah lain di Indonesia. Pasalnya, kasus sengketa tambang tidak hanya terjadi di Bima saja.
"Presiden harus segera melakukan upaya-upaya yang lebih serius lagi," demikian TB Hasanudin.[arp]
-
- ngomong doang.
28.01.2012, 08:56 WIB Komentator: uj |
| kalau cuma ngomong ,saya jg bisa. |
-
ada siapa dibalik usaha ?
28.01.2012, 02:39 WIB Komentator: Anak Negeri |
| Betul Bang TB, dapat berkembang ke daerah lain yang selamanya ini seperti api dalam sekam seperti di daerah kami kabupaten Lingga Kepri. |
-
cugito
27.01.2012, 23:46 WIB Komentator: Markuwat |
teang bapak sby lagi bentuk tim yg akan menyelidiki perlu direspon ato gak kasus bima.... dan biasalah ketua timnya ya si deni.....
emang betul polis hrsnya reses.... bukan satu ato dua bulan..... tapi seterusnya.... trus diganti pramuka aja.... biar gak ada tembak2an dan aniaya2 rakyat baik diluar apalagi dlm penjar..... |
-
Biarkan aja rusak.
27.01.2012, 21:57 WIB Komentator: Markuwat |
Pak Polisi, reses aja 1 atau 2 bulan, jangan cuma anggauta DPR aja yg bisa reses.
Biarkan negara tanpa polisi 1 atau 2 bulan, masyarakat biar tahu.
Serahkan keamanan pada Komnas HAM, pada Politikus Busuk, pada LSM busuk, pada media busuk.
Serahkan kasus2 maling sendal, maling pisang, perkosaan di angkot, penabrak 9jiwa pada media busuk, pada komnas HAM, pada LSM busuk, pada politisi busuk.
Hayo pak polisi...istirohat dulu ! |