Rakyat Merdeka Online

Home

Share |
WAWANCARA
Ali Gufron Mukti: Wamen Sudah Ada Tahun 1960, Kenapa Sekarang Dipersoalkan
Kamis, 26 Januari 2012 , 09:00:00 WIB

ALI GUFRON MUKTI

  

RMOL. 20 wakil menteri terancam diberhentikan. Sebab, keberadaan mereka dinilai tidak sesuai dengan UUD 1945. Masalah ini sedang digugat di Mahkamah Konstitusi.

Yang menggugat adalah Ge­rakan Nasional Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (GN-PK). Mereka berpatokan pada pasal 17 UUD 1945 yang berbunyi. Per­ta­ma, presiden dibantu menteri-men­teri negara. Kedua, menteri-menteri itu diangkat dan diber­hentikan oleh presiden.

Ketiga, setiap menteri mem­bi­dangi urusan tertentu dalam pe­me­rintahan dan terakhir pem­ben­tukan, pengubahan, dan pem­bu­baran kementerian negara diatur dalam Undang-Undang.

 Menanggapi hal itu,  Wakil Menteri (Wamen) Kesehatan Ali Gu­fron Mukti mengaku keber­adaan wamen pernah ada tahun 1960. Tapi mengapa sekarang dipersoalkan.

“Kalaupun tidak diatur Un­dang-undang Dasar 1945, tapi ka­lau itu dibutuhkan negara, bang­sa, dan masyarakat, saya kira tidak ada masalah. Apa­lagi ne­ga­ra lain juga memiliki wakil men­teri. Padahal, per­ma­salahan me­re­ka tidak sebanyak kita,’’ kata Ali Gufron Mukti, ke­pada Rakyat Me­rdeka, di Jakarta, Selasa (24/1).


Berikut kutipan selengkapnya:

Bagaimana kalau Mah­ka­mah Konstitusi (MK) menga­bulkan gugatan tersebut?

Tentu itu merupakan hak dan otoritas MK. Sebab, lembaga itu   me­miliki wewenang untuk me­mu­tuskan apakah Undang-un­dang bertentangan dengan Undang-undang Dasar 1945.

Sebenarnya walau tidak diatur Undang-undang Dasar 1945 bukan berarti tidak boleh diker­jakan. Kami berniat mengabdi pada negara dan bang­sa atas panggilan negara. Tapi kalau itu tidak boleh, ya tidak ada ma­salah.

Apa yang Anda lakukan?

Kalau diberhentikan, ya saya bisa mengabdi untuk bangsa dan negara dalam bentuk lain. Tetapi saya yakin MK akan melihat lebih jauh substansi dan im­pli­kasinya selain melihat secara pandangan hukumnya.


Apa tidak kecewa hanya se­ben­tar saja menjadi wamen?

Jabatan itu amanah. Saat kita  diberi amanah untuk mengabdi ke­pada negara, bangsa, dan ma­sya­rakat, tentu dikerjakan sebaik-baiknya.

Kalau amanah itu dicabut, ya tentu kita harus ikhlas. Saya lihat hampir semua  teman-teman wamen itu profesional. Mereka menguasai sekali bidangnya.

 Apalagi Indonesia sedang melakukan percepatan dan lom­patan pembangunan, sehingga memerlukan tidak hanya tam­bahan sumber daya berupa dana, investasi, infrastuktur, tapi juga tam­bahan pemikiran dan sumber daya manusia yang mempercepat implementasinya.


Bukankah keberadaan Wa­men itu memboroskan ang­gar­an negara?

Beberapa  orang memang mem­­­­pertanyakan seperti itu. Me­nurut saya, ini sangat relatif.

Saya yang biasa menilai efi­sien­si dan efektifitas program kesehatan selalu berpedoman perbandingan input dan output. Kalau Wamen yang digaji kurang dari Rp 6 juta per bulan, mengha­sil­kan lompatan program yang sa­ngat dibutuhkan oleh masyarakat. Jika hasil program yang diha­sil­kan tersebut bernilai miliaran bah­kan trilunan rupiah, jelas bu­kan suatu pemborosan.


Ah, masa gajinya hanya se­gitu?

Ya, seperti itulah. Saya yakin banyak teman-teman wamen jika dia jadi konsultan atau posisi lain lebih dari Rp 6 juta per bulan. Kami berharap semoga masya­ra­kat Indonesia selalu mendapatkan yang terbaik atas keputusan yang akan dibuat.

 

Apa terobosan Anda selama jadi wamen?

Sekarang sedang ada terobosan MP3EI (Master Plan Percepatan Pem­bangunan Ekonomi Indo­nesia) dan MP3KI (Master Plan Per­­cepetan dan Perluasan Pengu­rang­­an Kemiskinan di Indonesia) yang sangat dibutuhkan masya­ra­kat.

Agar hasil pembangunan cepat di­nikmati masyarakat, Ke­men­terian dan lembaga tidak cukup mengerjakan program rutin atau business as usual. Tapi juga hal-hal terobosan dan pekerjaan di luar program rutin seperti re­for­masi birokrasi.


Bagaimana dengan Kemen­terian Kesehatan?

Selain reformasi birokrasi, DPR dan masyarakat berharap awal Januari 2014 atau akhir 2013 harus sudah operasional BPJS Kesehatan. Ini berarti harus kerja keras yang luar biasa.

 

Apa Anda fokus pada ope­ra­sional BPJS?

Ibu Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih dan Bapak Menko Kesra Agung Laksono me­­nugaskan saya untuk me­mim­pin persiapan percepatan im­ple­mentasi BPJS yang meli­batkan lebih dari delapan kemen­terian dan lembaga. [Harian Rakyat Merdeka]


Baca juga:
Amir Syamsuddin: Kader Demokrat Jadi Tersangka Otomatis Bakal Diberhentikan
Rizal Djalil: Kami Ingin UI Jadi Pusat Tata Kelola Keuangan Terbaik
Boy Rafli Amar: Ada Atau Tak Ada Kasus Afriani, Bandar Narkoba Tetap Diburu
Mahfud MD: Jadi Tim Sukses Capres, Saya Pasti Tidak Mau...
Marzuki Alie: Sekjen DPR Minta Maaf, Masa Saya Marah Terus

Komentar (2)

Nama
Judul
Komentar
  1. karena jaman dulu gagal dan ngabisin duit
    28.01.2012, 16:40 WIB
    Komentator: wamen
    makanya posisi itu ngga perlu lagi
  2. Wamen.....!!
    27.01.2012, 13:49 WIB
    Komentator: Bung Semprul
    Yang dipersoalkan, karena adanya Wamen ditahun-tahun enampuluhanpun ternyata kurang efektif, bahkan Wamen pada sa'at itu jadi embriyonya Rezim 100 menteri, yang hanya menambah panjang gerbong elitis negeri, ketimbang mengatasi persoalan bangsa. Yah, tapi mudah2an bung Ali Gufron Mukti jadi Wamen, gak cuma petantang-petenteng berlagak, padahal sebenarnya badut kampungan, kayak Wamen2 lainnya, ato kayak ketua PJTKI yang bandar DEMO itu si Jumhur, eh karena pingin jadi pejabat, bukan otak dan idealismenya yang jalan malah jilatin pan*at SBY !! Tragis.

Wow, Putin Balik Maning!

Iwak Peyek Pun Tidak Menolong Tebu


Kabinet Indonesia Berduka


Merencanakan Keuangan Untuk Liburan



 

Lupakan Tragedi 2008

Jelang duel final Liga Champions lawan tuan rumah Bayern Muenchen di Allian ...

 

Spanyol Incar Juara Beruntun 3 Kompetisi Akbar

Tim Matador, julukan Spanyol memiliki misi khusus pada Euro 2012, Juni, men ...

 

Rossi Ngarep Bawa Aspal Le Mans

Meski performa motornya be­lum sempurna, Valentino Rossi masih mempunyai h ...

 

Dipecat Liverpool, Dalglish Legowo

Karier kepelatihan Kenny Dalglish bersama Liverpool harus berakhir tragis. ...