Rabu, 25 Januari 2012 , 09:30:00 WIB
![]() GEMPA MANGGARAI/IST |
RMOL. Akibat gempa berkekuatan 6,3 SR di Mangarai Barat, Nusa Tenggara Timur, sekitar 398 unit rumah rusak sedang dan ringan. Sementara 15 unit sekolah rusak sedang dan 11 unit sekolah rusak ringan. Selain itu ada 18 unit rumah ibadah rusak ringan serta satu unit rumah sakit dan satu puskesmas juga rusak ringan.
Total nilai kerugian sementara, kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 25/1), mencapai Rp 11,6 miliar. Sementara gempa berdampak pada kecamatan Komodo yang mencakup dua kelurahan dan lima desa di Kabupaten Manggarai Barat.
"Tida ada korban jiwa dan pengungsi," tegas Sutopo.
Pagi ini, lanjut Sutopo, TRC BNPB menyisir pulau-pulau kecil di beberapa daerah lain. Proses verifikasi kerusakan memerlukan waktu untuk memastikan apakah bangunan tersebut rusak akibat gempa atau sebelumnya memang sudah rusak. Karena keterbatasan sarana, prasarana, dana operasional dan sumber daya manusia di BPBD Manggarai Barat menyebabkan pendataan terbatas. Terutama di wilayah kepulauan yang sangat sulit diakses namun rawan gempa.
"Untuk itulah BPBD perlu didorong terus agar pemerintah daerah memberikan dukungan yang lebih memadai dalam tugas-tugas kemanusiaan menangani bencana," kata Sutopo.
Gempa dengan kekuatan 6,3 SR ini terjadi pada hari Sabtu lalu (21/1) sekitar pada pukul 03:32:54 WIB. Pusat gempa berada di dasar laut pada kedalaman 124 km dengan koordinat 8.84 LS-119.60 BT atau 48 km Barat Daya Manggarai Barat. Sedangkan intensitas gempa adalah III-IV MMI atau sedang, dan tidak berpotensi tsunami. Gempa dirasakan cukup kuat dengan durasi sekitar tiga detik. [ysa]








