Rakyat Merdeka Online

Home

Share |
PEMBATASAN BBM BERSUBSIDI
Alasan Pemerintah Membatasi BBM Bersubsidi Terlalu Mengada-ada
Kamis, 19 Januari 2012 , 07:14:00 WIB
Laporan: Yayan Sopyani Al Hadi

ILUSTRASI/IST

  

RMOL. Salah satu alasan pemerintah mau membatasi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi adalah karena subsidi untuk BBM ini terlalu besar, dan mencapai hingga Rp 160 triliun. Anggaran ini akan lebih bermanfaat bila digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan program pengentasan kemiskinan.

Menurut anggota komisi VII dari Fraksi PDI Perjuangan, Dewi Aryani, alasan pemerintah ini terlalu mengada-ada dan tidak berdasar. Sebab poin dari alasan pemerintah tersebut sebenarnya adalah beban pemerintah yang membengkak.

Bila beban pemerintah membengkak, kata Dewi kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 18/1), maka solusinya bukan membatasi BBM bersubsidi, melainkan pemerintah harus mengambil kebijakan untuk mengatasi beban tersebut. Misalnya, dengan mengatur secepatnya pos-pos penting penerimaan negara dari sektor pajak dan memaksimalkan sumber penting dari Migas dan Pertambangan yang selama ini tidak maksimal.

"Ingat, kebocoran di sektor ini  masih terus terjadi sehingga transparansi pemerintah dalam hal ini dipertaruhkan dengan memberantas mafia BBM," tegas Dewi.

Solusi lain, masih kata Dewi,  pemerintah harus menghemat belanja negara, dengan misalnya memangkas pengeluaran untuk belanja pegawai. Selanjutnya, mengkaji alternatif solusi berupa kenaikan pajak kendaraan ber-cc besar.

"Daripada pembatasan lebih baik menaikkan pajak kendaraan dan hasil penerimaan di posting sebagai pengganti pengeluaran subsidi," demikian Dewi. [ysa]


Baca juga:
Pembatasan BBM Bersubsidi Jadi Kado Pahit buat Rakyat
BAHAS PEMBATASAN BBM
PKS Ingatkan Pemerintah Tak Ambil Kebijakan yang Tambal Sulam
Pembatasan BBM Bersubsidi Cuma Akal-akalan Pemerintah!
Terbukti Pemerintah SBY Tak Mampu Mengelola Sumber Migas

Komentar (8)

Nama
Judul
Komentar
  1. - dukung pengalihan subsidi bbm
    24.01.2012, 09:41 WIB
    Komentator: roni
    jusru kaya nya yg lebih mengada2 anggota dewantsb.
    Yg ingin ngambil muka atas pendapatnya yg kurang relevan

    VIVAnews - Tahun 2011 subsidi harga BBM untuk transportasi dan LPG adalah Rp165 triliun dan subsidi
    untuk listrik yang sebagian besar diakibatkan oleh
    BBM Rp66 triliun, sehingga totalnya Rp231 triliun.
    Padahal pendapatan pemerintah dari migas hanya
    Rp272 triliun. Lebih baik subsidi harga BBM tersebut digunakan untuk
    membuat orang-orang miskin menjadi lebih sejahtera,
    perdesaan dan daerah lebih maju, infrastuktur lebih
    baik, dan kemampuan nasional meningkat sehingga
    kita bisa lebih mandiri. Produksi migas dan tambang,
    pertanian, pesawat, mobil, kapal, kereta api, senjata nasional meningkat, dan Indonesia lebih cepat menjadi
    negara maju yang terpandang. Jangan membandingkan Indonesia dengan Nigeria.
    Cadangan minyak terbukti Nigeria 36 miliar barel dan
    Indonesia 3,7 miliar barel. Produksi minyak Nigeria 2,6
    juta barel per hari sedang Indonesia 0,9 juta barel per
    hari. Penduduk Nigeria 136 juta dan Indonesia 241 juta,
    sehingga konsumsi minyak Nigeria diperkirakan 0,65 juta barel per hari dan Indonesia 1,3 juta barel per hari. Jadi, kalau penduduk Nigeria protes harga BBM
    dinaikkan maka wajar saja, karena Nigeria kaya
    minyak. Hanya negara yang kaya minyak seperti Saudi
    dan Venezuela, BBMnya murah sekali. Produksi minyak Indonesia 2011 adalah 902 ribu barel
    per hari, ekspornya 361 ribu barel per hari dan Impor
    minyak 272 ribu barel per hari dan BBM 499 ribu barel
    per hari. Mengimpor minyak dan BBM 771 ribu barel
    per hari menunjukkan bahwa kita tidak kaya minyak.
    Padahal minyak adalah energi yang paling mahal. Orang yang tidak kaya tetapi memakai barang mahal
    pasti hidupnya susah. Negara-negara Amerika Latin yang anti Neolib seperti
    Brasil, Argentina, dan Chili BBM-nya tidak disubsidi,
    akibatnya Bahan Bakar Nabati (BBN) dan Industri
    Nasional seperti mobil, pesawat, senjata, dan
    pertanian berkembang. Bahkan Brasil sekarang menjadi negara idola selain
    Rusia, India, Cina, dan Korea (BRICK). Brasil bahkan
    sudah menguasai teknologi migas lepas panta*.
    Cadangan dan produksi minyaknya meningkat pesat.
    Petrobras adalah perusahaan migas terpandang di
    dunia. Di India maupun Cina, dan bahkan Vietnam tidak ada
    subsidi BBM. Tetapi transportasi umum disubsidi
    sehingga nyaman dan industri nasionalnya meningkat
    pesat. Cara kurangi subsidi Ada tiga jalan mengurangi subsidi bahan bakar minyak
    itu. Pertama, naikkan harga Premium untuk mobil pribadi
    tiap tahun, sebagai contoh 1 April 2012 menjadi
    Rp6.000 per liter, 2013 menjadi Rp7.000 per liter, dan
    2014 menjadi Harga Pasar (sekirtar Rp8.000 per liter). Kedua, naikkan harga Premium untuk mobil pribadi
    secara otomatis 5 persen tiap bulan. Akibatnya dalam
    18 bulan harga menjadi Rp8.100 per liter. Hal ini
    pernah diberlakukan di Inggris untuk penyesuaian
    harga listrik. Ketiga, naikkan harga Premium 1 April 2012 menjadi
    harga pasar (sekarang Rp8.200 per liter) untuk Jakarta
    dulu lalu disusul daerah-daerah lainnya sampai akhir
    2014. Harga Premium terdiri dari biaya premium + alpha +
    pajak. Saat ini biaya premium (US$110 per barel) atau
    Rp6.500 per liter dan margin Rp700 per liter, dan pajak
    15 persen Rp1.000 per liter, maka harga premium
    adalah Rp8.200 per liter. Apabila 1 April 2012 ini alpha (biaya distribusi +
    margin) dan pajak ditanggung pemerintah, maka harga
    Premium adalah Rp6.500 per liter. Lalu, pada 1 April
    2013 bisa hanya pajak yang ditanggung pemerintah,
    sehingga harga Premium Rp7.200 per liter. Selanjutnya,
    pada 1 April 2014 dikenakan pajak, maka harga Premium Rp8.200 per liter (tergantung harga minyak
    dan kurs dolar). Catatan untuk semua opsi di atas adalah mulai 1 April
    2012 (bahkan sebaiknya mulai hari ini), transportasi
    umum harus diperbaiki, dan kendaraan umum agar
    beralih ke BBG. Kendaraan pribadi dapat memakai BBM
    tidak bersubsidi atau BBG. Widjajono Partowidagdo, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Profesor perminyakan di Institut
    Teknologi Bandung.
  2. malu
    23.01.2012, 08:39 WIB
    Komentator: Bambang
    Kalau komentar bu, coba yang lebih berbobot dan bependidikan serta berkualitas. Koq belanja pegawai dukurangin. Belanja anggota dewan tuh yang harus dikurangin. Kerjanya anggota dewan kan duduk2, ngelobi dan ngebahas2 yg tdk penting bagi mereka. Kalau dilihat2 komentar dan pendapat anggota dewan yg satu ini tidak pernah berkualitas alias asal bunyi. Kekantor saja disupiri dan ngisi BBMnya aja juga yg disubsidi, padahal pakai mobil dinas. Malu atuh bu sama pengendara motor yg pakai BBM nonsubsidi.
  3. aduh dewi aryani
    20.01.2012, 18:53 WIB
    Komentator: Parno
    KAMU INI BEKOAR LAGI DISURUH SIAPA????DI SURUH MBAKMU YG KONYOL ITU. SI MBAK INI TERRMASUK ORANG YG SAKIT HATI SEPERTI SI NOORSY,JADI BISANYA CUMA MENGHASUT BAWAHANNYA UTK BEKOAR YG BOTEN2.
    ADUH AYE KASIAN AME KAMU,DARI NAMANYA MESTINYA KAMU ORANG YG MANIS DAN CAKEP,KOK MAU2NYA JADI SURUHAN ORANG YG SAKIT HATI.
  4. aduh dewi aryani
    20.01.2012, 18:53 WIB
    Komentator: Parno
    KAMU INI BEKOAR LAGI DISURUH SIAPA????DI SURUH MBAKMU YG KONYOL ITU. SI MBAK INI TERRMASUK ORANG YG SAKIT HATI SEPERTI SI NOORSY,JADI BISANYA CUMA MENGHASUT BAWAHANNYA UTK BEKOAR YG BOTEN2.
    ADUH AYE KASIAN AME KAMU,DARI NAMANYA MESTINYA KAMU ORANG YG MANIS DAN CAKEP,KOK MAU2NYA JADI SURUHAN ORANG YG SAKIT HATI.
  5. Komentar tidak berkualitas
    19.01.2012, 10:32 WIB
    Komentator: ajeng
    Kalau komentar bu, coba yang lebih berbobot dan bependidikan serta berkualitas. Koq belanja pegawai dukurangin. Belanja anggota dewan tuh yang harus dikurangin. Kerjanya anggota dewan kan duduk2, ngelobi dan ngebahas2 yg tdk penting bagi mereka. Kalau dilihat2 komentar dan pendapat anggota dewan yg satu ini tidak pernah berkualitas alias asal bunyi. Kekantor saja disupiri dan ngisi BBMnya aja juga yg disubsidi, padahal pakai mobil dinas. Malu atuh bu sama pengendara motor yg pakai BBM nonsubsidi.
  6. hahaha... la wong jelas2 dapurnya pemerintah itu spt mukanya KEBO, Dipo, Ruhut, Batunisan.. gitu lho.
    19.01.2012, 08:10 WIB
    Komentator: markuwatdaskurapkudis
    Begitulah ciri2 rezim munafik, seakan2 Kebijakan pembatasan bertujuan mulia, tp sebenarnya justru membuka peluang terciptanya DOSA2 baru...

    Kecurangan2, kelicikan2, kebohongan2, korupsi, manipulasi, dll... lbh banyak nilai2 mudaratnya dibandingkan nilai2 positif ! PASTI terjadi !!

    Lha wong sebenarnya yg diuntungkan itu SPBU Asing kok yg skrg ini dah mulai kempis2... hahahahahaha...
  7. cugito
    19.01.2012, 07:38 WIB
    Komentator: Markuwat
    alasan yg kuat adalah.... pemerintah yg antara ada dan nggak ada itu (kata bang buyung lho)..... sdh kadung janji ke pershaan pom2 bensin asing.... yg sdh terlanjur bertebaran di indonesia.... utk boleh beroprasi..... dan harga minyak pertamina akan disesuaikan dg harga pasaran dunia..... itulah alasan yg se-benar2nya dan se-valid2nya......

    nah klo janji tentunya gak gratis kan.... tidak ada makan siang dan makan malam yg gratis...... keciali nasi basi.....

    nasi basi gratispun masih disuruh bayar ongkos bungkus dan kirimnya...... mo bukti.....

    tuh gratis 60 f16 dari amrik.... kan gak gratis semua.... ongkos perbaikan dan renovasi hrs bayar... ongkos kirim dan pelatihan pilot dan teknisi hrs bayar.... ongkos sparepart hrs bayar..... yg klo di-total2 harganya sama aja dg beli baru......
  8. Halaaah....manusia diluar system ngerti apa tentang dapurnya pemerintah.
    19.01.2012, 07:20 WIB
    Komentator: Markuwat
    Ngerti apa luh ! ngomong aja bisanya !

Wow, Putin Balik Maning!

Iwak Peyek Pun Tidak Menolong Tebu


Kabinet Indonesia Berduka


Merencanakan Keuangan Untuk Liburan



 

Lupakan Tragedi 2008

Jelang duel final Liga Champions lawan tuan rumah Bayern Muenchen di Allian ...

 

Spanyol Incar Juara Beruntun 3 Kompetisi Akbar

Tim Matador, julukan Spanyol memiliki misi khusus pada Euro 2012, Juni, men ...

 

Rossi Ngarep Bawa Aspal Le Mans

Meski performa motornya beĀ­lum sempurna, Valentino Rossi masih mempunyai h ...

 

Dipecat Liverpool, Dalglish Legowo

Karier kepelatihan Kenny Dalglish bersama Liverpool harus berakhir tragis. ...