Rakyat Merdeka Online

Home

Share |
Pembatasan BBM Bersubsidi Cuma Akal-akalan Pemerintah!
Senin, 16 Januari 2012 , 10:02:00 WIB
Laporan: Yayan Sopyani Al Hadi

ILUSTRASI/IST

  

RMOL. Kebijakan pemerintah membatasi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi per tanggal 1 April 2012 hanyalah akrobat semata. Kebijakan ini hanya akal-akalan pemerintah untuk menghindari klaim menaikkan harga premium.

"Orang lugu juga tahu, ini akal-akalan dan silat lidah permainan istilah, tapi hasilnya sama, yaitu harga BBM yang harus dibayar pengguna naik hampir dua kali lipat dari Rp 4.500 ke Rp 8.500-an per liter. Apakah publik tidak akan berontak dengan perubahan drastis begini?" kata Sekretaris Jenderal DPP Partai Bulan Bintang (PBB), BM Wibowo, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 16/1).

Bila alasan pemerintah adalah subsidi, lanjut BM, maka pengurangan subsidi dapat otomatis terjadi dengan berkurangnya penggunaan mobil. Yaitu bila pemerintah bisa menyediakan transportasi publik yang layak, aman dan cepat.

"Kedodorannya pemerintah dalam bidang transportasi ini jangan dibebankan kepada pengguna jalan lagi," ungkap BM Wibowo.

Menaikkan harga BBM dengan persentase yang wajar dan lebih dapat diterima, lanjut BM Wibowo, bila misalnya 30 persen saja, atau menurunkan harga pertamax menjadi sekitar Rp 6.000 per liter. Bisa juga dengan menyediakan alternatif jenis premium dalam beberapa harga untuk dipilih, misalnya yang Rp 4.500, Rp 5.500, Rp 6.500 dengan spesifikasi masing-masing.

"Pemerintah juga menawarkan konversi BBM ke gas, tapi konverternya mahal, tempat mengisinya terbatas, dan terkesan kurang aman karena takut meledak. Padahal bila gas memang lebih meyakinkan dan murah, tanpa disuruhpun publik akan memilihnya," demikian BM Wibowo. [ysa]


Baca juga:
Terbukti Pemerintah SBY Tak Mampu Mengelola Sumber Migas
PKS: Pemerintah Jangan Sembrono
Kurtubi: Indonesia Terburuk dalam Pengelolaan SDA
Kurtubi: Kekayaan Alam Kita Alami Salah Urus
Alasan Pemerintah Membatasi BBM Bersubsidi Tak Masuk Akal

Komentar (14)

Nama
Judul
Komentar
  1. Doudoune Moncler
    16.03.2012, 10:50 WIB
    Komentator: Doudoune Moncler
    <a href="hxxp://www..moncler sfrance2012.net">Doudo une Moncler</a> pas cher sont bienvenu et doudoune moncler sont a la mode et chaud. Si vous voulez obtenir <a href="hxxp://www..moncler sfrance2012.net">moncl er</a> doudoune pas cher a un prix bas, vous pouvez acheter moncler pas cher de notre magasin.
  2. Sekjen ngelantur
    16.01.2012, 15:46 WIB
    Komentator: doni
    Baru terjun kedunia politik kayaknya sekjen ini, sekjen yg pendapatnya ngelantur dan merasa benar. Jangan hanya dilihat semudah itu dalam melihat suatu kebijakan yg dibuat. Karena banyak hal2 atau aspek2 lainnya yg harus dipertimbangkan. Seharusnya tidak usah dihimbau masyarakat yg mampu untuk tidak menggunakan BBM non subsidi sehingga tidak perlu adanya aturan pembatasan BBM subsidi. Tetapi kesadaran masyarakat kita masih rendah, seperti halnya elit2 politik atau elit parpol dalam berpendapat. Asal keluar saja komentarnya tanpa menyaring dan memahami permaslahan yg ada.
  3. Kebijakan UU No. 22 2012 mengenai BB<
    16.01.2012, 11:48 WIB
    Komentator: General Manager PT. Pertamina
    Assalamu Alaikum, selamat siang Bapak Wibowo, berikut ini komentar kami terkait pernyataan Bapak Di Rakyat Merdeka. Pertama, terima kasih atas berbagai masukannya. Kedua, dapat kami sampaikan bahwa hingga saat ini pemerintah dan DPR masih melakukan lobi terkait keputusan program kebijakan pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, mengacu pada UU No. 22 Tahun 2011 yang mengamanatkan pemerintah untuk melaksanakan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi di Jawa-Bali mulai April 2012. Dengan demikian, upaya pemerintah untuk mengutamakan kemampuan masyarakat saat ini tengah berlangsung.

    General Manager PT. Pertamina Persero
  4. Kebijakan UU No. 22 2012 mengenai BB<
    16.01.2012, 11:48 WIB
    Komentator: General Manager PT. Pertamina
    Assalamu Alaikum, selamat siang Bapak Wibowo, berikut ini komentar kami terkait pernyataan Bapak Di Rakyat Merdeka. Pertama, terima kasih atas berbagai masukannya. Kedua, dapat kami sampaikan bahwa hingga saat ini pemerintah dan DPR masih melakukan lobi terkait keputusan program kebijakan pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, mengacu pada UU No. 22 Tahun 2011 yang mengamanatkan pemerintah untuk melaksanakan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi di Jawa-Bali mulai April 2012. Dengan demikian, upaya pemerintah untuk mengutamakan kemampuan masyarakat saat ini tengah berlangsung.

    General Manager PT. Pertamina Persero
  5. Kebijakan UU No. 22 2012 mengenai BB<
    16.01.2012, 11:48 WIB
    Komentator: General Manager PT. Pertamina
    Assalamu Alaikum, selamat siang Bapak Wibowo, berikut ini komentar kami terkait pernyataan Bapak Di Rakyat Merdeka. Pertama, terima kasih atas berbagai masukannya. Kedua, dapat kami sampaikan bahwa hingga saat ini pemerintah dan DPR masih melakukan lobi terkait keputusan program kebijakan pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, mengacu pada UU No. 22 Tahun 2011 yang mengamanatkan pemerintah untuk melaksanakan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi di Jawa-Bali mulai April 2012. Dengan demikian, upaya pemerintah untuk mengutamakan kemampuan masyarakat saat ini tengah berlangsung.

    General Manager PT. Pertamina Persero
  6. Kebijakan UU No. 22 2012 mengenai BB<
    16.01.2012, 11:48 WIB
    Komentator: General Manager PT. Pertamina
    Assalamu Alaikum, selamat siang Bapak Wibowo, berikut ini komentar kami terkait pernyataan Bapak Di Rakyat Merdeka. Pertama, terima kasih atas berbagai masukannya. Kedua, dapat kami sampaikan bahwa hingga saat ini pemerintah dan DPR masih melakukan lobi terkait keputusan program kebijakan pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, mengacu pada UU No. 22 Tahun 2011 yang mengamanatkan pemerintah untuk melaksanakan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi di Jawa-Bali mulai April 2012. Dengan demikian, upaya pemerintah untuk mengutamakan kemampuan masyarakat saat ini tengah berlangsung.

    General Manager PT. Pertamina Persero
  7. si wibowo ini dungu banget!!!
    16.01.2012, 10:34 WIB
    Komentator: parno
    DI SEBUT HARGA 8500 INI MAKSUDNYA PERTAMAX?
    APA YG SALAH DGN PERTAMAX???? LALU DI USUL HARGA PREMIUM ADA TIGA HARGA 4500/5500/6500,KALO MASIH ADA YG 4500 YA PASTI PEMILIK MOBIL AKAN PILIH YG 4500,MANA MAU BELI YG LEBIH MAHAL,INI NAMANYA USULAN DUNGU. LALU BILANG GAS BAGUS,TETAPI INILAH ITULAH,CARI2 ALASAN. DASAR DUNGU
    TUTUP SAJA BACOTMU DGN KOMENTAR YG BOTEN2.
    DASAR DUNGU/GEBLEG/GOTO ALIAS GOBLOG TOLOL
  8. si wibowo ini dungu banget!!!
    16.01.2012, 10:34 WIB
    Komentator: parno
    DI SEBUT HARGA 8500 INI MAKSUDNYA PERTAMAX?
    APA YG SALAH DGN PERTAMAX???? LALU DI USUL HARGA PREMIUM ADA TIGA HARGA 4500/5500/6500,KALO MASIH ADA YG 4500 YA PASTI PEMILIK MOBIL AKAN PILIH YG 4500,MANA MAU BELI YG LEBIH MAHAL,INI NAMANYA USULAN DUNGU. LALU BILANG GAS BAGUS,TETAPI INILAH ITULAH,CARI2 ALASAN. DASAR DUNGU
    TUTUP SAJA BACOTMU DGN KOMENTAR YG BOTEN2.
    DASAR DUNGU/GEBLEG/GOTO ALIAS GOBLOG TOLOL
  9. si wibowo ini dungu banget!!!
    16.01.2012, 10:34 WIB
    Komentator: parno
    DI SEBUT HARGA 8500 INI MAKSUDNYA PERTAMAX?
    APA YG SALAH DGN PERTAMAX???? LALU DI USUL HARGA PREMIUM ADA TIGA HARGA 4500/5500/6500,KALO MASIH ADA YG 4500 YA PASTI PEMILIK MOBIL AKAN PILIH YG 4500,MANA MAU BELI YG LEBIH MAHAL,INI NAMANYA USULAN DUNGU. LALU BILANG GAS BAGUS,TETAPI INILAH ITULAH,CARI2 ALASAN. DASAR DUNGU
    TUTUP SAJA BACOTMU DGN KOMENTAR YG BOTEN2.
    DASAR DUNGU/GEBLEG/GOTO ALIAS GOBLOG TOLOL
  10. Akal akalannya Pemerintah ! yaiyaaaalah ! mosok akalnya orang jalanan !
    16.01.2012, 10:20 WIB
    Komentator: slakanganer
    Akal akalan (siasat) pemerintah yg positiv dengan tidak memberi subsidi pada kelompok masyarakat kelas menengah keatas.
    Mosok bisa mondar mandir dengan mobil pribadi masih pengin disubsidi negara, malu donooong sama wong cilik.
  11. Gaji PNS dinaikan.... Subsidi BBM dikurangi...
    16.01.2012, 10:18 WIB
    Komentator: GURU BANGSA
    SWASTA SELAKU PEMBAYAR PAJAK TERBESAR SELALU DIKORBANKAN.... KITA MASIH TERJAJAH, TERJAJAH BIROKRASI...
  12. Kenana Larinya
    16.01.2012, 10:15 WIB
    Komentator: Ocoy
    Hasil Converse minyak tanah dengan gas katanya akan menghemat triliyunan rupiah kemana hasilnya. sebab rakyat indonesia saat ini terutama golongan bawah semakin dihimpit kemiskinan dan dilain pihak utang Luar negeri pemerintah semakin membengkak jadi kemana larinya hasil penghematan minyak tanah tersebut.
  13. Kenana Larinya
    16.01.2012, 10:15 WIB
    Komentator: Ocoy
    Hasil Converse minyak tanah dengan gas katanya akan menghemat triliyunan rupiah kemana hasilnya. sebab rakyat indonesia saat ini terutama golongan bawah semakin dihimpit kemiskinan dan dilain pihak utang Luar negeri pemerintah semakin membengkak jadi kemana larinya hasil penghematan minyak tanah tersebut.
  14. bbm
    16.01.2012, 10:13 WIB
    Komentator: slanker
    wawancara dengan presiden pak presiden bisa ga ngurus negara dengan baik....

Wow, Putin Balik Maning!

Iwak Peyek Pun Tidak Menolong Tebu


Kabinet Indonesia Berduka


Merencanakan Keuangan Untuk Liburan



 

Lupakan Tragedi 2008

Jelang duel final Liga Champions lawan tuan rumah Bayern Muenchen di Allian ...

 

Spanyol Incar Juara Beruntun 3 Kompetisi Akbar

Tim Matador, julukan Spanyol memiliki misi khusus pada Euro 2012, Juni, men ...

 

Rossi Ngarep Bawa Aspal Le Mans

Meski performa motornya beĀ­lum sempurna, Valentino Rossi masih mempunyai h ...

 

Dipecat Liverpool, Dalglish Legowo

Karier kepelatihan Kenny Dalglish bersama Liverpool harus berakhir tragis. ...