Rakyat Merdeka Online

Home

Share |
PDI Perjuangan Desak KJRI Jeddah Urus Jenazah Jamilah
Selasa, 03 Januari 2012 , 07:44:00 WIB
Laporan: Yayan Sopyani Al Hadi

EVA SUNDARI/IST

  

RMOL. PDI Perjuangan meminta KJRI Jeddah untuk segera mengurus jenazah Jamilah Binti Emang dengan nomor Paspor AB 022128 yang sudah meninggal sejak 15 Desember di Rumah Sakit King Faisal.  

Demikian disampaikan anggota Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 3/1).

Jamilah adalah TKW yang yang berangkat ke Arab Saudi tanggal 12 Februari 2006 melalui PT Al Hijaz Indo Jaya di Jalan Dewi Sartika Cawang. Sebelumnya, almarhumah ditemukan WNI di salah satu pintu Masjidil Haram dalam kondisi mengenaskan. Dia sempat bercerita bahwa dirinya dibuang majikannya yang berasal dari daerah yang berjarak 400 Km di antara Ta'if dan Bisha.

Kata Eva, berdasar informasi dari Relawan Buruh Migran Indonesia BMI di Jeddah, Basra, almarhumah yang berasal daro Kampung Cibuntu Desa Sukamaji Kecamatan Pagelaran Kabupaten Cianjur Jawa Barat, meninggal karena menderita TBC dam Krisis Gizi akibat selama bekerja tidak diberikan makan dan waktu istirahat yang layak oleh majikannya. Hasil pemeriksaan Rumah Sakit menunjukkan darah Jamilah Binti Emang dalam kondisi HB  6 dan Cardiac Enzyme tinggi.

Meski sudah diberitahu sejak Jamilah masuk Rumah Sakit pada tanggal 12 Desember 2011, kata Eva,  tapi hingga saat ini pihak KJRI Jeddah belum menengok sekalipun hingga akhirnya Jamilah berpulang pada tanggal 15 Desember 2011.

"PDI Perjuangan mengecam sikap abai dari KJRI Jeddah dan meminta Kemlu segera mengurus jenasah seoptimal mungkin," tegas Eva

Selain itu, lanjut Eva, PDIP juga mengecam gagalnya pembuatan MoU antara pemerintah dengan pihak Saudi sehingga tidak ada perbaikan perlindungan TKI di Saudi. Menakertrans dan BNP2TKI sepatutnya malu karena sejauh ini persoalan-persoalan di hulu tidak juga dibenahi sehingga problem di seberang terus bermunculan.

"Pembuatan KTKLN bukan solusi karena yang diperlukan adalah mekanisme perlindungan TKW, bukan penertiban administrasi," demikian Eva. [ysa] 


Baca juga:
TERHARU
Mansyur Pangeran: Pengalaman Pahit Jadi TKW Harus Dijadikan Pelajaran Berharga
Jelang Akhir Tahun, KJRI Dubai Kembali Pulangkan TKW Bermasalah ke Indonesia
Gerakan BMI Seakan Menampar Pemerintah SBY-Boediono
Pengiriman TKI Ke Yordania Distop untuk Selamanya

Komentar (2)

Nama
Judul
Komentar
  1. - bangsaku,kasihan
    03.01.2012, 18:58 WIB
    Komentator: kiansantang
    sungguh malu,malu dan memalukan,,, hina,dina dan menghinakan,,, bangsa INI,, sungguh kasihan ,,,malang sekali, nasib yang aneh telah menimpa rakyat indonesia ,,didalam negri sendiri ga dihargai ,apalagi diluarnegri siapa mauu peduli,,, bangsaku,kasihan malang nian nasibmu rakyat indonesia ,tanah yang subur kekayaan yang melimpah malah melumpuhkan rakyat sendiri,bangsaku,kasihan
  2. Tanpa didesak PDIP pun pasti diurus.
    03.01.2012, 07:57 WIB
    Komentator: marhaen waras
    Emangnya PDIP bisa apa ? cuma tebar pesona ha ha ha !

Wow, Putin Balik Maning!

Iwak Peyek Pun Tidak Menolong Tebu


Kabinet Indonesia Berduka


Merencanakan Keuangan Untuk Liburan



 

Lupakan Tragedi 2008

Jelang duel final Liga Champions lawan tuan rumah Bayern Muenchen di Allian ...

 

Spanyol Incar Juara Beruntun 3 Kompetisi Akbar

Tim Matador, julukan Spanyol memiliki misi khusus pada Euro 2012, Juni, men ...

 

Rossi Ngarep Bawa Aspal Le Mans

Meski performa motornya beĀ­lum sempurna, Valentino Rossi masih mempunyai h ...

 

Dipecat Liverpool, Dalglish Legowo

Karier kepelatihan Kenny Dalglish bersama Liverpool harus berakhir tragis. ...