
Papua Anak Kandung Revolusi...
Sabtu, 12 November 2011 , 02:33:00 WIB
![]() |
SAUDARA-saudaraku sebangsa, senasib, dan sepenanggungan.
Saya belum lupa kata-kata Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Forkorus Yoboisembut usai membuka Kongres Rakyat Papua (KRP) III beberapa waktu lalu, “Sekali lagi kami mohon aparat jangan serta-merta mengambil tindakan, kami orang Papua sudah punah, jangan lagi membunuh kami, cukup sudah”. Kata-kata itu menggetarkan hati kita semua.
Maka Izinkan saya bersikap asih-asah-asuh. Jika rakyat Papua merasa dianaktirikan oleh Pusat kekuasaan dan elite penguasa, saya ikhlas bersedia menjadi wali semua warga Papua sebagai warga Repblik Indonesia (RI) yang sah, bermartabat dan terhormat. Warga Papua sudah memberikan apa yang mereka punya, namun pemerintah Pusat belum membalas budi baik warga Papua secara sepadan. Ini tak boleh dibiarkan.
Kita semua wajib membela hak-hak warga negara Papua sesuai konstitusi dengan mengedepankan perdamaian, keadilan, dan kesetaraan. Warga Papua bukanlah anak tiri Republik yang boleh ditangkap, disiksa, dan ditembak dengan semena-mena. Tindakan kekerasan dan tidak manusiawi tersebut, justru akan meningkatkan kebencian dan dendam warga Papua kepada NKRI. Padahal, seluruh warga Papua adalah anak kandung kita, anak kandung revolusi kemerdekaan 1945 dan anak kandung perubahan. Ratusan pejuang kemerdekaan Indonesia dibuang ke Boven Digul, Papua, pada masa kolonial Belanda. Tanah Papua telah memberikan roh dan daya juang terhadap perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.
Saya sadar sepenuhnya, bangsa kita disibukkan bicara NKRI Harga Mati. Sementara pembunuhan, penganiayaan, penyiksaan, penghilangan, penangkapan, dan penahanan sewenang-wenang orang asli Papua oleh aparat terus terjadi.
Politik dua muka
Rezim SBY-Boediono menjalankan politik dua muka di Papua. Di satu sisi, dalam berbagai pidato dan pernyataannya, SBY menyerukan pendekatan damai, perlakuan setara, dan tanpa kekerasan terhadap warga Papua. Tapi di sisi lain, dalam kenyataannya, berbagai tindakan kekerasan yang tidak manusiawi, yang mengabaikan kesetaraan, terus berlangsung bahkan semakin meningkat di bumi Papua.
Politik dua muka rezim SBY-Boediono tersebut harus kita hentikan sekarang juga. Karena kebijakan itu justru akan memicu peningkatan ketidakpuasan dan keinginan untuk memisahka diri dari Republik Indonesia.
Saya ingin menegaskan, bahwa masalah Papua bukanlah sekadar masalah lokal, tetapi merupakan relfeksi dari kelemahan dan politik dua muka rezim SBY-Boediono. Beberapa negara asing mulai aktif ‘bermain’ di Papua karena melihat kelemahan kepemimpinan nasional. Suatu hal yang mereka tidak akan berani lakukan di masa Presiden Soekarno dan Soeharto. Kelemahan kepemimpinan adalah sumber disintegrasi bangsa, seperti halnya Presiden Gorbachev di Uni Soviet.
Dorong perubahan nasional
Sehubungan dengan itu, marilah kita bersama-sama berjuang mendorong terjadinya proses perubahan secara nasional, sekarang juga! Jika perubahan terjadi, kita akan lakukan perubahan kebijakan dan cara penyelesaian masalah Papua. Tidak akan ada lagi politik dua muka. Dan tidak akan ada lagi cara-cara kekerasan yang tidak manusiawi. Warga Papua adalah anak kandung Republik. Harus dilindungi dan diberi kesempatan untuk berkembang dan maju di berbagai bidang. Kiata juga akan dilakukan perubahan kebijakan pembangunan di Papua, sehingga yang terjadi adalah betul-betul pembangunan kesejahteraan warga Papua, bukan hanya sekadar pembangunan di Papua.
Harus ada dialog, tidak bisa Pemerintah Pusat bertindak sepihak. Sesuai dengan cara-cara yang pernah dilakukan almarhum Presiden Gus Dur, ruang dialog dan demokrasi harus dibuka seluas-luasnya, sehingga akar masalahnya dapat diketahui, dipetakan, dan dicarikan solusi terbaiknya.
Karena itu, dalam mengatasi kompleksitas masalah di Papua, haruslah mengedepankan pendekatan kemanusiaan, persaudaraan, dan kebangsaan. Tindakan kekerasan yang tidak manusiawi harus dituntaskan secara hukum dengan sejujur-jujurnya dan seadil-adilnya. Harus ada transparansi dan akuntabilitas dana keamanan kepada TNI/Polri, jangan sampai mengarah pada politik adu domba, di mana aparat keamanan harus berhadapan dengan rakyat Papua, terutama rakyat dan buruh di sekitar perusahaan tambang. TNI/POLRI dan warga Papua adalah saudara sebangsa yang senasib sepenanggungan, bukan kekuatan-kekuatan yang harus dibenturkan.
Sekali lagi, Kita wajib membela hak-hak warga negara Papua sesuai konstitusi dan mengedepankan perdamaian, keadilan dan kesetaraan. Seluruh warga Papua adalah anak kandung kita, anak kandung revolusi kemerdekaan 1945 dan anak kandung perubahan. Karena kita punya tekad dan kemauan, maka Tuhan Yang Maha Pengasih pasti membuka jalan: Jalan menuju Perubahan, jalan menuju Keadilan, Kemanusiaan, dan Kesetaraan!
Salam Kebangsaan! Salam Sejahtera! [***]
DR. Rizal Ramli
Ketua Koalisi Rakyat untuk Perubahan
Ketua Umum Koalisi Perubahan untuk Papua
-
- Semoga Allah swt mengampuni mereka yang terseast.
07.12.2011, 08:24 WIB
Komentator: AnepakenSemoga Allah swt menyinari hati mereka2 dengan cahaya kasih sayang Ar Rahman Ar Rahim.Tidak perlulah kita menis*a Firman Allah dan Kitabullah dengan kata2 yg tidak pantas dan merendahkan. Islam adalah agama yang diturunkan kepada Nabiullah Mohammad saw sebagai Rahmatan lil Al Amin. Islam itu bukan Arab. Arab adalah rumpun bangsa sedang Islam adalah agama yang diturunkan di bumi Arab. Jangan karena "membenci" Arab lantas menis*a Islam dan Allah. Setiap orang ada takdirnya sendiri2. Bila seseorang ditandirkan mengalami musibah jangan lantas menyalahkan Allah.Karena diri sendiri tidak mampu barbuat saleh dan bersyukur kemudian menerima musibah (karena dirinya pula) lantas kemudian menyalahkan Sang Maha Pencipta.Sadarlah dan kembalilah kepad agama tauhid. Jangan buruk muka cermin dibelah.Audzubillahimindzalik. -
yang menulis cerita nadia adalah orang2 PKS,HTI ,FPI menerima dana dari arab,jadi budak arab.
22.11.2011, 06:22 WIB
Komentator: nanaarab serta Iran atau Persia menganggap bangsa Indonesia bangsa budak,tapi sebagian bangsa Indonesia karena ditipu dengan ajaran tentang surga dan neraka tertipu malah bela mati2an bangsa yang menghina dan merendahkan mereka,hanya karena tertulis di kitab Alquran yang katanya dari Allah dan kalau ada manusia dan jin yang bisa buat serupa berarti kitab itu bukan dari Allah,Arab itu menipu,dikatakan begitu tapi kalau ada yang buat serupa atau mengkritik diancam dibunuh dan dipancung,yang buat kitab seperti itu,banyak yang bisa.Contoh UUd 45 tinggal ditambah kata2 Allah.Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika tinggal ditambah kata2 Allah Maha Kuasa,dan Penyantun,Pemurah dan Penyayang.terus agar hafal penganutnya ditipu kalau dibaca di ulang2 bisa masuk surga.Ayat2 Pancasila bisa sebagai pengganti Surah Alfatiha.Baca ayat2 Pancasila sehari 1000 kali,dijamin masuk surga,dibacanya jam 12 malam,puasa setiap hari kelahirannya Bung Karno,akan dimudahkan rejekinya,demikian Allah berfirman,sesungguhnya Allah Maha Tahu,Penyayang,Penyantun dan Pemurah.Dikatakan Nabi dan para Aulia yang mati serta para syuhada,bangkainya tidak busuk dan selalu muda,dan tidak mati,coba se kali2 dibongkar apa benar begitu,masalahnya tidak ada seorangpun yang berani bongkar,kalau benar tidak busuk dan hancur serta harum baunya,coba para teroris dibongkar kuburnya serta dipertontonkan di gantung dipasar.Nana beritahu semua orang mati ruhnya tidak mati tetap hidup,jadi bukan cuma yang jadi teroris,syuhada.Aulia,Nabi atau sejenisnya,semua manusia ruhnya tetap hidup. Cerita tentang surga atau taman firdaus menurut Scientist atau ahli ilmu pengetahuan.Kalau manusia berdasarkan dari dua orang yaitu Adam dan Hawa berarti DNA semua orang didunia ini sama,mungkin kulit bisa beda,wajah bisa beda,tapi DNA tidak mungkin berbeda.Kalau Adam dan hawa bangsa yahudi atau arab,tentu yang lahir arab atau yahudi,tidak pernah terjadi orang Jawa kawin dengan Jawa lahir orang Bule,tentu orang tuanya bingung,dan dicheck DNA nya lain tidak sama dengan leluhurnya.Lagi pula mengapa Allah marah pada Adam dan Hawa,padahal saat dan sebelumnya Allah melarang makan buah terlarang,Allah tahu persis,kapan Adam dan Hawa akan melanggar larangannya makan buah terlarang,bahkan sampai ke detik2nya Allah tahu,karena Allah Maha Tahu.Jadi jelas cerita Adam dan Hawa serta adanya surga,bidadari,isteri2 suci semuanya omong kosong,mengapa kita manusia,tidak saling tolong menolong,bantu membantu,agar kita bisa hidup lebih baik,dapat mengatasi problem kehidupan ini dengan lebih baik,cukup kita percaya berbuatlah sesuatu yang bermanfaat bagi manusia lainnya,sebelum ajal menjemput,seperti yang menemukan listrik,bagaimana caranya agar semua orang bisa mendapat makanan yang cukup dan lain sebagainya,daripada kita bertengkar dan saling membunuh dikarenakan sesuatu ajaran yang dikatakan dari Allah,coba pikir kalau UUD 45 saja ditambahi kata dari Allah,contoh Semua kekayaan dan isinya digunakan semaksimal mungkin untuk kemakmuran rakyat Indonesia,demikian Allah berfirman,sesungguhnya Allah Maha Pemurah,Penyanyang dan Pengasih.
akur
30.09.2011, 23:03 WIB
Komentator: nana
setuju UU intelijen,yang ditangkap per tama2 arab kambing rizieq dan arab kambing baasyir yang disel cepat dipancung,untuk pencegahan adanya teroris baru.kebahagian hati kut ajaran luhur leluhur sunda wiwitan
19.07.2011, 22:14 WIB
Komentator: umar alhadad ex uztad citereb
perkenalkan nama saya umar alhadad.tinggal di citereb.lahir sebagai habib keturunan sitifatimah binti muhamad dan ali bin abitholib.sejak belajar sampai jadi uztad saya tidak pernah tentram semakin belajar kitab semakin banyak punya musuh disekitar.benci pada cina disekitar,benci pada orang batak,menado,kejawen,sunda jaipong dst dst.bahkan benci sama semua orang berhidung pesek.ditambah lagi pendapat para ulama arab yang mengatakan bahwa orang pesek tidak bisa masuk surga juga tidak keneraka karena mereka golongan khewan golongan binatang walaupun mereka bisa baca doa dan salat karena mulut mereka tak lebih dari mulut beo mulut kakak tua.sebagian ulama arab lagi mengatakan bahwa orang pesek dan orang hitam tidak masuk surga karena hanya akan bikin kotor surga merusak pemandangan disurga.bahkan tatkala anak2perawan ane dilamar orang jawa ane tidak kasi.takut keturunan rusak dan jadi apkiran,takut engkong ane mengutuk merusak keturunan nabi.kata ulama arab nabi tak menikahkan keturunan perempuannya kawin dengan AJAMI dengan yang buruk rupa.hampir saja ane jadi pembunuh hidup ane sempit.sampai hampir bunuh diri.ketika nenek ane yang orang sunda asli yang sangat sayang sama ane memberi wejangan,nasihat dan ajaran sunda wiwitan.hati ane bisa tenang kini ane bahagia ikut aliran sunda wiwitan dan ajaran budi.ajaran sejati yang saling menghormati.hidup ane tentram bersama menantu2 yang ajami.ane bisa tersenyum dengan siucok tetangga sebrang,bisa berteman dengan semua orang.taklagi ada benci dan syak wasangka.bahagia seperti nenek ane yang saling menyayangi mempunyai budipekerti luhur dari leluhur jauh dari kebisingan surou dan masjid yang selalu kotbah bermusuhan dengan toa nya.semoga saudaraku yang lain bisa mengikuti.insyaflah kembalilah keajaran nenekmoyang.pasti selamat -
Mereka memperkosaku seperti ini
19.11.2011, 09:43 WIB
Komentator: nanaNana, demikian panggilan akrab dan sayang Nadia diantara teman dan keluarganya. Nadia adalah salah satu korban tentara Amerika di penjara Abu Ghraib. Dia ditangkap tanpa alasan. Ketika dia dibebaskan dari penjara, tidak langsung kembali ke pangkuan keluarganya sebagaimana kebanyakan tahanan lainnya yang telah mengalami hal buruk, meskipun ketika dia telah terbakar oleh api penindasan dan kerinduan pada keluarganya.
Nana kabur dengan segera setelah dia meninggalkan penjara, bukan karena perasaan malu yang akan diterimanya karena sejumlah kejahatan yang dilakukannya, akan tetapi karena apa yang telah dialami olehnya dan wanita Iraq lain yang tertangkap, yaitu pemerkosaan dan penyiksaan yang dilakukan oleh tentara Amerika di penjara Abu Ghraib. Dinding penjara mengungkapkan banyak cerita tragis, namun apa yang dikisahkan Nadia merupakan kebenaran hidup dan sekaligus neraka hidup.
Nana memulai ceritanya:
“Aku sedang mengunjungi salah seorang kerabatku, kemudian tiba-tiba tentara Amerika memasuki rumahnya dan mulai menggeledah rumah itu. Mereka menemukan beberapa senjata ringan. Maka merekapun menangkap semua orang yang berada di rumah itu termasuk aku. Aku mencoba menjelaskan pada penerjemah yang menyerta* patroli Amerika bahwa aku hanyalah seorang pengunjung. Akan tetapi pembelaanku gagal. Aku kemudian menangis, memohon pada mereka, sampai hilang kesadaran karena takut ketika mereka membawaku ke penjara Abu Ghraib.
Nana melanjutkan: “mereka menempatkanku sendirian di sebuah sel penjara yang gelap dan kotor. Aku berharap aku akan segera dibebaskan, utamanya setelah penyelidikan terbukti aku tidak melakukan kejahatan”.
Nana menjelaskan sambil air matanya mengalir ke pipinya, sebuah pertanda betapa banyak dia telah mengalami penderitaan.
“Hari pertama sangat menyusahkan. Selnya berbau tidak sedap, lembab dan gelap, kondisi ini membuatku semakin lama semakin takut. Suara tertawa prajurit di luar sel semakin membuatku ketakutan. Aku khawatir akan apa yang menimpaku nanti. Untuk pertama kalinya aku merasa berada dalam cengkraman situasi yang sulit dan aku telah memasuki sebuah dunia yang tidak dikenal yang aku tidak akan pernah keluar darinya.
Ditengah beraneka ragamnya perasaanku saat itu, aku mendengar suara seorang tentara wanita Amerika berbicara dalam bahasa Arab. Dia berkata kepadaku: “Aku tidak mengira penjual senjata di Iraq adalah wanita.” Ketika aku mulai mencoba menjelaskan kepadanya kondisi yang sebenarnya, dia memukulku dengan kejam. Aku menangis dan berteriak “Demi Allah ! aku dianiaya, demi Allah ! aku dianiya”
Tentara wanita itu menghujaniku dengan cacian dengan cara yang belum pernah aku bayangkan bisa terjadi atau aku akan diperlakukan seperti itu dalam keadaan apapun selamanya. Kemudian dia mulai menertawakanku sambil mengatakan bahwa dia telah memonitorku sepanjang hari dengan satelit, dan bahwa mereka mampu melacak musuh-musuh mereka meskipun sedang berada di dalam kamar tidur mereka sendiri dengan teknologi Amerika.
Kemudian dia tertawa dan berkata,”Aku mengawasimu ketika kamu bercinta dengan suamimu.” Aku menjawab dengan suara kebingungan “Tapi aku belum menikah”.
Dia memukuliku selama lebih dari 1 jam dan dia memaksaku minum segelas air, yang kemudian kuketahui mereka memberi obat di air itu. Aku mendapatkan kembali kesadaranku setelah 2 hari dalam keadaan telanjang. Segera aku tahu jika aku telah kehilangan sesuatu yang hukum apapun di dunia tidak akan mampu mengembalikannya kepadaku lagi. Aku telah diperkosa. Aku kemudian histeris tak terkontrol, dan aku mulai memukulkan kepalaku dengan keras ke tembok sampai lebih dari lima tentara Amerika yang dikepalai tentara wanita itu memasuki sel dan mulai memukuliku, kemudian mereka memperkosaku bergantian sambil tertawa-tawa dan menperdengarkan musik dengan keras.
Hari demi hari skenario pemerkosaan terhadapku diulangi. Dan setiap hari mereka menemukan cara baru yang lebih kejam dibanding dengan yang sebelum-sebelumnya.”
Nadia mulai menjelaskan perbuatan mengerikan dari Amerika bajingan:
“Setelah sekitar satu bulan, seorang tentara negro memasuki selku dan melemparkan 2 potong pakaian militer Amerika kepadaku. Dalam bahasa Arab yang lemah dia mengatakan agar aku memakainya. Setelah dia menutup kepalaku dengan kantong hitam, dia menuntunku ke toilet umum yang ada pipa untuk air dingin dan panas, dan dia memintaku untuk mandi. Kemudian dia menutup pintu dan pergi.
Aku menjadi sangat lelah dan merasakan kesakitan, tanpa mempedulikan banyaknya memar di tubuhku aku menuangkang sejumlah air ke badanku. Sebelum aku selesai mandi, tentara negro tadi masuk ke dalam. Aku ketakutan dan memukul wajahnya dengan mangkok air. Namun dia sangat kuat, dia memperkosaku dengan kejam dan meludahi mukaku, kemudian dia pergi dan kembali lagi dengan 2 tentara yang membawaku kembali ke sel.
Perlakuan seperti itu terus berlanjut, yang paling parah kadang aku diperkosa sampai 10 kali dalam sehari, membuat kesehatanku sangat buruk.”
Nadia berlanjut mengungkapkan perbuatan Amerika yang mengerikan terhadap wanita-wanita Iraq, dia berkata:
“Setelah lebih dari 4 bulan, seorang tentara wanita datang, dan aku menyimpulkan dari percakapannya dengan tentara lainnya jika namanya adalah Mary. Dia berkata kepadaku “sekarang kamu memiliki kesempatan emas, karena seorang petugas yang memiliki posisi tinggi akan mengunjungi kita hari ini. Jika kamu menghadapinya dengan sikap yang positif kamu akan dibebaskan, terutama karena kami sekarang yakin kamu tidak bersalah.”
Aku menjawab,”Jika kalian yakin aku tidak bersalah, mengapa kalian tidak membebaskan aku?”
Dia menjerit dengan gelisah,”Satu-satunya yang menjamin terbebasnya kamu adalah sikap positifmu terhadap mereka.”
Dia membawaku ke toilet umum, dan dia mengawasiku mandi sambil membawa tongkat tebal untuk memukulku jika aku tidak melakukan perintahnya. Kemudian, dia memberiku make up, dan memperigatkanku untuk tidak menangis dan merusak make up ku. Lalu dia membawaku ke sebuah ruangan kosong yang di situ tidak ada apapun kecuali sebuah penutup lanta*. Setelah satu jam dia datang dengan ditemani 4 tentara dengan memegang kamera. Dia melepas bajunya dan mulai menggangguku seoalah-olah dia adalah seorang lelaki. Tentara lainnya tertawa dan memperdengarkan musik yang ribut, mengambil photoku dalam berbagai pose, dan mereka menunjuk-nunjuk wajahku. Yang wanita menyuruhku tersenyum, jika tidak dia akan membunuhku. Dia mengambil pistol dari salah satu temannya dan menembakkan empat peluru di dekat kepalaku seraya bersumpah bahwa peluru yang kelima akan ditembakkan tepat di kepalaku.
Setelah itu, keempat tentara lainnya memperkosaku secara bergantian sampai aku kehilangan kesadaranku. Ketika kesadaranku pulih aku menemukan diriku di sel dengan bekas-bekas gigitan, kuku dan rokok ada di sekujur tubuhku.”
Nadia berhenti bercerita tentang tragedi yang menimpanya untuk menyeka air matanya, kemudian dia melanjutkan lagi: “Kemudian suatu hari Mary datang dan mengatakan kepadaku bahwa aku kooperatif dan akan dibebaskan setelah aku menonton film yang mereka rekam. Aku merasa sakit setelah menonton filmnya, dan Mary mengatakan,”Kamu telah diciptakan hanya untuk membuat kami bersenang-senang”. Saat itu aku menjadi sangat marah dan aku menyerangnya meskipun aku takut akan reaksinya, aku akan membunuhnya kalau saja tentara lain tidak turut campur. Ketika para tentara melepaskanku, Mary menghujaniku dengan pukulan, kemudian mereka meninggalkanku.
Setelah kejadian itu, tidak ada seorangpun yang menggangguku selama lebih dari satu bulan. Aku menghabiskan masa itu dengan beribadah dan berdoa pada Allah Ta’ala yang memiliki seluruh kekuatan untuk menolongku.
Mary datang dengan beberapa tentara yang memberiku pakaian yang kukenakan ketika mereka menangkapku dan membawaku ke sebuah mobil Amerika. Kemudian mereka melemparkanku di sebuah jalan raya setelah memberiku 10.000 dinar Iraq.
Aku pergi ke sebuah rumah yang berdekatan dengan tempat aku dibuang, dan untuk mengetahui reaksi keluargaku, aku memilih mengunjungi salah seorang kerabatku supaya mereka mengetahui apa yang telah menimpaku ketika menghilang. Aku mengetahui bahwa saudaraku telah memasang papan tanda duka untukku selama lebih dari 4 bulan, mereka menganggapku sebagai orang yang sudah mati.
Aku memahami jika tikaman malu sudah menungguku. Maka, aku pergi ke Baghdad dan menemukan sebuah keluarga yang baik yang menampungku, dan aku bekerja pada keluarga ini sebagai pembantu dan guru privat bagi anak-anaknya.
Nadia terheran dalam kesakitan, penyesalan dan kemarahan:
“Siapa yang akan memuaskan dahagaku? Siapa yang akan mengembalikan keperawananku? Apa salah keluarga dan familiku? Aku mengandung seorang bayi, bahkan akupun tidak tahu siapa ayahnya.”
Dan Nadia mengakhiri ceritanya sampai di sini.
Apakah Amerika hanya memperkosa Nadia ataukah mereka memperkosa seluruh pria dan wanita di Ummat Islam ? Nadia adalah saya dan anda, istrimu dan juga istriku, saudarimu dan juga saudariku, ibumu serta ibuku. Dimanakah para pembela kesucian Islam! Dimanakah para pembela Islam!
“Mungkin masih banyak kisah menyesakan dada, bagi kita ummat Islam. Mungkin masih ada Nadia-Nadia lain di dalam penjara penuh penjaga b*bi dan kera berbangsa Amerika. Dimanakah kalian, jikalau kalian tidak tersentuh dengan cerita saudari kita, marahkah kalian dengan perlakuan manusia-manusia yang lebih kotor dari binatang ternajis sekalipun, bahkan mungkin mereka menjadi yang paling hina di Dunia dan Akhirat. Bangunlah wahai ummat!! Tidur kalian sudah terlalu lelap!!”
Sumber: lahaonline.com -
perang
19.11.2011, 01:52 WIB
Komentator: nanaYahudi dan arab serta Iran atau Persia menganggap bangsa Indonesia bangsa budak,tapi sebagian bangsa Indonesia karena ditipu dengan ajaran tentang surga dan neraka tertipu malah bela mati2an bangsa yang menghina dan merendahkan mereka,hanya karena tertulis di kitab Alquran yang katanya dari Allah dan kalau ada manusia dan jin yang bisa buat serupa berarti kitab itu bukan dari Allah,Arab itu menipu,dikatakan begitu tapi kalau ada yang buat serupa atau mengkritik diancam dibunuh dan dipancung,yang buat kitab seperti itu,banyak yang bisa.Contoh UUd 45 tinggal ditambah kata2 Allah.Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika tinggal ditambah kata2 Allah Maha Kuasa,dan Penyantun,Pemurah dan Penyayang.terus agar hafal penganutnya ditipu kalau dibaca di ulang2 bisa masuk surga.Ayat2 Pancasila bisa sebagai pengganti Surah Alfatiha.Baca ayat2 Pancasila sehari 1000 kali,dijamin masuk surga,dibacanya jam 12 malam,puasa setiap hari kelahirannya Bung Karno,akan dimudahkan rejekinya,demikian Allah berfirman,sesungguhnya Allah Maha Tahu,Penyayang,Penyantun dan Pemurah.Dikatakan Nabi dan para Aulia yang mati serta para syuhada,bangkainya tidak busuk dan selalu muda,dan tidak mati,coba se kali2 dibongkar apa benar begitu,masalahnya tidak ada seorangpun yang berani bongkar,kalau benar tidak busuk dan hancur serta harum baunya,coba para teroris dibongkar kuburnya serta dipertontonkan di gantung dipasar.Nana beritahu semua orang mati ruhnya tidak mati tetap hidup,jadi bukan cuma yang jadi teroris,syuhada.Aulia,Nabi atau sejenisnya,semua manusia ruhnya tetap hidup. Cerita tentang surga atau taman firdaus menurut Scientist atau ahli ilmu pengetahuan.Kalau manusia berdasarkan dari dua orang yaitu Adam dan Hawa berarti DNA semua orang didunia ini sama,mungkin kulit bisa beda,wajah bisa beda,tapi DNA tidak mungkin berbeda.Kalau Adam dan hawa bangsa yahudi atau arab,tentu yang lahir arab atau yahudi,tidak pernah terjadi orang Jawa kawin dengan Jawa lahir orang Bule,tentu orang tuanya bingung,dan dicheck DNA nya lain tidak sama dengan leluhurnya.Lagi pula mengapa Allah marah pada Adam dan Hawa,padahal saat dan sebelumnya Allah melarang makan buah terlarang,Allah tahu persis,kapan Adam dan Hawa akan melanggar larangannya makan buah terlarang,bahkan sampai ke detik2nya Allah tahu,karena Allah Maha Tahu.Jadi jelas cerita Adam dan Hawa serta adanya surga,bidadari,isteri2 suci semuanya omong kosong,mengapa kita manusia,tidak saling tolong menolong,bantu membantu,agar kita bisa hidup lebih baik,dapat mengatasi problem kehidupan ini dengan lebih baik,cukup kita percaya berbuatlah sesuatu yang bermanfaat bagi manusia lainnya,sebelum ajal menjemput,seperti yang menemukan listrik,bagaimana caranya agar semua orang bisa mendapat makanan yang cukup dan lain sebagainya,daripada kita bertengkar dan saling membunuh dikarenakan sesuatu ajaran yang dikatakan dari Allah,coba pikir kalau UUD 45 saja ditambahi kata dari Allah,contoh Semua kekayaan dan isinya digunakan semaksimal mungkin untuk kemakmuran rakyat Indonesia,demikian Allah berfirman,sesungguhnya Allah Maha Pemurah,Penyanyang dan Pengasih.
akur
30.09.2011, 23:03 WIB
Komentator: nana
setuju UU intelijen,yang ditangkap per tama2 arab kambing rizieq dan arab kambing baasyir yang disel cepat dipancung,untuk pencegahan adanya teroris baru.kebahagian hati kut ajaran luhur leluhur sunda wiwitan
19.07.2011, 22:14 WIB
Komentator: umar alhadad ex uztad citereb
perkenalkan nama saya umar alhadad.tinggal di citereb.lahir sebagai habib keturunan sitifatimah binti muhamad dan ali bin abitholib.sejak belajar sampai jadi uztad saya tidak pernah tentram semakin belajar kitab semakin banyak punya musuh disekitar.benci pada cina disekitar,benci pada orang batak,menado,kejawen,sunda jaipong dst dst.bahkan benci sama semua orang berhidung pesek.ditambah lagi pendapat para ulama arab yang mengatakan bahwa orang pesek tidak bisa masuk surga juga tidak keneraka karena mereka golongan khewan golongan binatang walaupun mereka bisa baca doa dan salat karena mulut mereka tak lebih dari mulut beo mulut kakak tua.sebagian ulama arab lagi mengatakan bahwa orang pesek dan orang hitam tidak masuk surga karena hanya akan bikin kotor surga merusak pemandangan disurga.bahkan tatkala anak2perawan ane dilamar orang jawa ane tidak kasi.takut keturunan rusak dan jadi apkiran,takut engkong ane mengutuk merusak keturunan nabi.kata ulama arab nabi tak menikahkan keturunan perempuannya kawin dengan AJAMI dengan yang buruk rupa.hampir saja ane jadi pembunuh hidup ane sempit.sampai hampir bunuh diri.ketika nenek ane yang orang sunda asli yang sangat sayang sama ane memberi wejangan,nasihat dan ajaran sunda wiwitan.hati ane bisa tenang kini ane bahagia ikut aliran sunda wiwitan dan ajaran budi.ajaran sejati yang saling menghormati.hidup ane tentram bersama menantu2 yang ajami.ane bisa tersenyum dengan siucok tetangga sebrang,bisa berteman dengan semua orang.taklagi ada benci dan syak wasangka.bahagia seperti nenek ane yang saling menyayangi mempunyai budipekerti luhur dari leluhur jauh dari kebisingan surou dan masjid yang selalu kotbah bermusuhan dengan toa nya.semoga saudaraku yang lain bisa mengikuti.insyaflah kembalilah keajaran nenekmoyang.pasti selamat -
JAWA DAN BUGIS HARUS KELUAR DARI TANAH PAPUA!!!
18.11.2011, 07:20 WIB
Komentator: ORANGASLIJAWA DAN BUGIS HARUS KELUAR DARI TANAH PAPUA!!! -
-
18.11.2011, 01:11 WIB
Komentator: orangnetraltolong yg lebih arif. orang papua butuh pendidikan lebih dulu. jadi aspirasi yg muncul bukan dari sebagian kecil orang papua yg oportunis. berharap duduk di kekuasaan. tanpa memikirkan rakyat awam -
oeang JAWA sudah rampas kami punya kekayaan bumi
17.11.2011, 06:50 WIB
Komentator: frans mahuseorang JAWA sudah rampas kami pun ya kekayaan bumi, pergi kalian maling jawa dari tanah papua, kami gabungan 72 suku di papua bersumpah akan potong kepala orang jawa kalau sampai akhir tahun ini tidak mau pergi dari papua, orang JAWA tidak punya malu rampas kekayaan kami -
PAPUA YG malang
16.11.2011, 12:16 WIB
Komentator: MatadewaSAUDARAKU KALIAN SDH BEGITU LAMA MENDERITA cukuplah sdh Klu pun skrg kalian mau merdeka/referendum rasanya kita setuju sj.krn sgla kekayaan bumi kalian yg berlimpah ruah itu sdh dirampas oleh org" yg berada di pulau JAWA ini>slmt BERJUANG saudaraku bravo PAPUA. -
Aku wong Jowo
16.11.2011, 02:48 WIB
Komentator: nanaJangan rendahkan orang Jawa.Ini prinsip orang Jowo asli,yang orang Jawa yang korupsi sudah terkontaminasi kebudayaan arab.Banyak sekali buku-buku yang ditulis. Bahkan berbagai pelatihan dengan beaya mahal dan sangat ekslusif. Dipresentasikan dengan alat-alat canggih dan mengagumkan. Dengan tujuan mengasah Otak Bagian Kanan yang mengolah impuls kelembutan, keindahan, spirit, bahkan disebut sebagai bagian otak di mana terdapat titik God Spot. Seolah-olah dengan cara itu kita dapat mengembangkan peran Otak Bagian Kiri dan dapat keluar dari berbagai persoalan. Kenyataannya tidaklah semudah dan sesederhana itu, Otak Bagian Kanan (OBKa) dan Otak Bagian Kiri (OBKi) sama saja. OBKa bekerja untuk mengolah dan memikirkan data-data non eksakta : metafisis, budaya, moralitas, seni, ide, gagasan, dan kesadaran spiritual. OBKi bekerja untuk hal-hal yang bersifat eksakta. Namun berdasarkan berbagai penelitian di Eropa dan Amerika, pengembangan OBKa dan OBKi sama saja apabila masih terkendali oleh Lymbic. Lymbic merupakan insting dasar hewani. Lymbic dipelajari pada ilmu neurosains kognitif. Lymbic memiliki beberapa sistem fisiologinya. Meliputi amigdala, Sirkuit Papez, dan termasuk pula Accelerated Learning. Amigdala berasal dari bahasa latin amygdalae (bahasa Yunani αμυγδαλή, amygdalē, almond, ‘amandel’) adalah sekelompok saraf yang berbentuk kacang almond. Pada otak vertebrata terletak pada bagian medial temporal lobe, secara anatomi amigdala dianggap sebagai bagian dari basal ganglia. Amigdala dipercayai merupakan bagian otak yang berperan dalam melakukan pengolahan dan ingatan terhadap reaksi emosi. Sirkuit Papez adalah suatu jalur utama pada sistem limbik di otak besar dan berperan pada korteks otak besar untuk mengontrol emosi. Sirkuit ini pertama kali dipaparkan oleh James Papez pada 1937. Sementara itu Accelerated Learning atau efektifitas belajar dan mengolah impuls dari luar diri, dan setiap informasi yang masuk ke otak kanan dan kiri terlebih dulu melalui sistem lymbic.
Oleh sebab itu, perkembangan Otak Kanan tanpa pembersihan dari polusi lymbic hanya akan menghasilkan benda-benda kebutuhan insting dasar atau hewani, hanya saja dikemas secara lebih indah dan mewah (hedonisme) saja. Perkembangan otak kiri tanpa pembersihan dari polusi lymbic hanya akan menghasilkan pola hidup yang sangat material dan cenderung destruktif. Itulah keadaan hidup manusia yang masih sangat primitif namun terkesan sebagai manusia kesadaran spiritual tinggi, menjadi soleh dan suci.
Manunggaling “Manusia-Hewan”
Bila kita hidup semata-mata untuk memenuhi kebutuhan insting dasar saja, sesungguhnya kita masih menjadi binatang yang berevolusi kesadaran yang sangat lambat alias masih menjadi binatang yang berkedok jasad manusia. Perbedaannya terletak di mana binatang tidak bisa berpura-pura dan mengelabuhi dirinya sendiri (munafik), sebaliknya manusia dengan perangkat mind (otak sadar/pikiran/akal) mampu berpura-pura seolah bukanlah binatang. Kepura-puraan (sikap munafik) ini berkat pendayagunaan OBKa yang diperhalus OBKi, sehingga manusia lebih mampu memoles insting-insting hewani menjadi lebih halus dan samar. Kita lebih pandai mengelabuhi orang lain seolah telah menjadi insan kamil, manusia sejati, dengan kesadaran spiritual ultra tinggi (highest consciousness). Maka banyak kita membaca berita di koran-koran seorang rohaniawan, pemimpin, politisi, penegak hukum, intelektual melakukan pelecehan seksual, korupsi, penggelapan, tindak kriminal lainnya dsb. Inilah wajah manusia apabila OBKa dan OBKi masih dikuasai oleh sang lymbic. Perkembangan diri manusia masih belum holistik, belum menyeluruh. Hewan di dalam diri hanya menjadi sedikit lebih jinak, tetapi belum menjelma menjadi manusia. Hanya segelintir saja di antara kita yang masih peduli memanusiakan diri sendiri.
KENAPA HARUS ADA LYMBIC
Meskipun lymbic merupakan insting dasar hewani yang terdapat dalam tubuh manusia, bukan berarti lymbic harus dimusnahkan dari dalam diri manusia, lymbic hanya perlu dikendalikan dalam batas-batas yang wajar dan manusiawi agar bermanfaat sesuai fungsinya. Lymbic berfungsi sebagai alat untuk survival, menggerakkan kebutuhan biologis atau jasadiah untuk keperluan mempertahankan kehidupan di planet bumi. Lymbic juga diperlukan untuk reproduksi, proses kelangsungan hidup seluruh makhluk agar kehidupan di bumi tidak punah. Lymbic mencerminkan kebutuhan dasar atau kebutuhan paling primitif makhluk hidup. Sementara itu kehidupan manusia bukan saja untuk memenuhi kebutuhan dasar, lebih dari itu adalah kebutuhan rohani, atau kebutuhan jiwa, sukma atau kebutuhan roh. Kebutuhan insting dasar dipahami sebagai batu loncatan untuk memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi (mulia) yakni kebutuhan jiwa atau roh tersebut. Kebutuhan dasar selalu tumbuh berganti, berubah-ubah, dan tidak langgeng. Sementara kebutuhan akan kemuliaan bersifat langgeng tan owah gingsir, yang azali abadi.
Adapun rumus-rumus dasar perubahan yang berlaku bagi kebutuhan dasar (insting dasar hewani) yang digerakkan oleh lymbic adalah sbb :
Tumbuh, berkembang, lalu hancur.
Pertama-tama lahir, hidup, lalu mati.
Muncul keinginan, pemenuhan keinginan, kepuasan lalu semakin lama hilanglah kepuasan itu.
Demikianlah sifat dasar dari kebutuhan lymbic, tak ada yang kekal abadi, sebab lymbic hanya mencakup dimensi jasad, atau dimensi bumi saja. Semua yang berada dalam dimensi bumi akan terkena rumus bumi, ada/lahir, tumbuh/berkembang lalu hancur/mati/sirna. Bumi merupakan mercapadha ; merca berarti panas atau rusak, padha artinya papan atau tempat. Bumi seperti halnya jasad, merupakan tempat di mana segala sesuatu akan mengalami kerusakan dan kehancuran.
Keberhasilan mengendalikan si lymbic, akan membuat kita berhasil memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi yakni kebutuhan roh. Artinya, apabila kebutuhan jasad dapat dikendalikan secara wajar justru kebutuhan sukma atau jiwa akan terpenuhi, berupa ketenangan, ketentraman, kemuliaan dan kebahagiaan tertinggi (audaimonistis). Dalam falsafah Jawa, proses pengendalian lymbic ini tercermin dalam pepeling yang tampak sederhana tetapi sudah menjadi bagian dari kearifan lokal : ngono yo ngono ning ojo ngono. Maksudnya agar manusia tidak melampaui batas kewajaran dari nilai-nilai kemanusiaannya, alias tidak “ber-evolusi mundur” atau set back kembali menjadi binatang berbalut raga manusia. Berbagai teknis meredam dan mengendalikan lymbic dengan olah rasa, mengoptimalkan rasa sejati/rasa pangrasa. Sehingga akan lahir menjadi manusia ber-evolusi pesat menjadi manusia linuwih, jalma kinacek, dengan kesadaran spiritual yang tinggi. Menjadi cirikhas orang-orang yang berhasil nuruti kareping rahsa. Bukan sebaliknya nuruti rahsaning karep.
TIPE PENGUASA LYMBIC
Apabila insting-insting hewani kita dibiarkan tumbuh berkembang dalam diri, lama-lama akan mengkooptasi dan menghegemoni alam pikiran bawah sadar, di mana tersimpan nilai-nilai dasar pandangan hidup, yang setiap saat mendasari cara pandang (mind set) dan dapat menjadi nara sumber “kebenaran” yang bersifat subyektif dan palsu. Alam pikiran bawah sadar sebagai stockpile, yang terisi oleh insting dasar hewani tersebut menentukan pola-pikir (mind set), cara pandang, dan menuntun bagaimana harus bertindak. Celakanya, semua itu diartikulasi atau dimanifestasi dalam perbuatan nyata, yakni berupa perbuatan hewaniah. Kekuasaan lymbic tercermin dalam sikap ego dalam diri yang sangat tinggi. Celakanya lagi ego yang melakukan pencitraan harga diri terlalu tinggi membuat seseorang sangat mudah tersinggung, gampang murka, selalu golek menange dewe, golek butuhe dewe, golek benere dewe. Sebuah karakter yang sangat berbahaya, karena karakter muncul dari ego yang sangat kuat, yang dapat menyiksa, menganiaya, menyakiti, menghancurkan, dan memusnahkan segala hal yang tidak sesuai dengan ego-nya sementara kejahatannya itu sebagai bentuk kebenaran tak terbantahkan.
Lymbic, sepadan dengan Nafsu negatif. Hakikat nafsu dilambangkan sebagai latu murup ing telenging samudra. Nafsu merupakan setitik kekuatan “nyalanya api” di dalam air samudra yang sangat luas. Artinya, nafsu dapat menjadi sumber keburukan/angkara (nila setitik) yang dapat “menyala” di dalam dinginnya air samudra/sukma sejati nan suci (rusak susu sebelanga). Disebut pula sebagai akyanmukawiyah, (nafsu) sebagai kenyataan yang “hidup” dalam eksistensinya. Paradoks dari tugas roh, bila nafsu menundukkan roh, maka manusia hanya menjadi “tumpukan sampah” atau hawa nafsu angkara. Mengikuti rasanya keinginan (rahsaning karep). Hewan bertubuh manusia.
Lymbic bekerja membawahi akal budi. Artinya seberapapun hebat kemampuan akal, secerdas dan sejenius apapun otak manusia tetap saja berada di bawah kekuasaan lymbic. Dalam terminologi falsafah Jawa disebut latu murup ing telenging samudra. Latu atau bara api sebagai kiasan dari insting dasar (hawa nafsu). Sedangkan samudra sebagai kiasan dari jiwa yang suci.
Tipikal pemimpin yang dikuasai lymbic section atau pemimpin yang belum menjalani pengendalian lymbic dapat dilihat sebagai mana tercermin dalam beberapa karakter pemimpin di bawah ini;
Kagetan, gumunan. Bersifat reaksioner.
Ora kuat nyunggi drajat; begitu mendapat jabatan, mereka akan berubah sikap sangat drastis. Sok jaim, sok wibawa, sering salah tingkah, gagal menjalankan tanggungjawabnya sebagai pelindung dan pelayan masyarakat.
Sumber kewibawaan bukan berasal keluhuran budi, kualitas kerja dan karya, melainkan keibawaan identik dengan menakutkan.
Menjaga kehormatan diri dan kekuasaannya dengan cara intimidasi dan menebar ancaman.
Hilangnya kharisma yang memancar dari dalam diri. Kharisma diganti dengan wajah angker nan galak. Seram dan menakutkan. Sikap yang bukan tegas namun tega dan sadis.
Kepatuhan para staf dan rakyatnya hanya dikendalikan oleh rasa takut, bukan rasa welas asih dan terimakasih.
Mengutamakan kepentingan kelompoknya; kelompok politik, golongan, ras, suku, agama, dan faham politiknya. Sikap anti toleran, pola pikir sektarian, primordial, rasistis.
Lebih memilih penghancuran dan pemusnahan sebagai cara utama dan pertama yang ditempuh daripada pendekatan persuasif melalui penyadaran dan penginsyafan.
Kekuasaan bukan dipandang sebagai sarana, tetapi sudah menjadi tujuan utama. Bila seseorang bercita-cita menegakkan keadilan dan ingin menciptakan kemakmuran untuk negeri dan rakyatnya, tetapi meraih kekuasaan melalui cara-cara kotor, menghalalkan segala cara, mau menangnya sendiri, itulah penguasa yang dikuasai lymbic.
Power of law, berganti menjadi law of the power. Kekuasaan bukan lagi bersumber dari hukum atau konstitusi yang disepakati rakyat, sebaliknya kekuasaan disalahgunakan untuk merumuskan hukum yang melindungi kepentingan pribadinya.
Pemimpin bukan dipahami sebagai pelayan rakyat. Sebaliknya pemimpin malah menuntut rakyatnya yang harus melayaninya.
Tipikal “pemimpin lymbic”, layaknya sindrom yang mengidap sebagian politisi kita saat ini. Di mana kemauan lebih berkiblat kepada nafsu jasad atau (nuruti rahsaning karep) yang bersumber dari lymbic section, ketimbang kebutuhan roh yang bersumber dari cahaya Ilahi (nuruti kareping rahsa).
WASPADAI DIRI SENDIRI
Lymbic mendorong seseorang untuk memenuhi segala kebutuhan insting dasar hewani. Guna mewujudkan setiap keinginan hewani bilamana ada kesempatan seseorang akan menghalalkan segala cara demi mewujudkan insting primitifnya. Tindak “pelacuran otoritas” hingga pembunuhan, tindak kriminal seperti korupsi, mark up, penggelapan, perampasan hak orang lain, merupakan manifestasi dari dorongan lymbic atau insting primitif hewani.
Sementara itu akal-budi, disebut juga indera. Keberadaan nafsu menjadi wahana adanya akal-budi. Dilambangkan sebagai kudha ngerap ing pandengan, kudha nyander kang kakarungan. Akal-budi letaknya di dalam nafsu, diibaratkan sebagai “orang lumpuh mengelilingi bumi”. Adalah tugas yang amat berat bagi akal-budi; yakni menuntun hawa nafsu angkara kepada yang positif/putih (mutmainah). Sehingga diumpamakan wong lumpuh angideri jagad; orang lumpuh yang mengelilingi bumi. Dalam wilayah ilmu tasawuf disebut juga akyan-maknawiyah. Kemenangan akal-budi menuntun hawa nafsu ke arah yang positif dan tidak merusak, maka akan melahirkan nafsu baru, yakni nafsul mutmainah.
Nah, apabila lymbic dibiarkan berkembang secara simultan pada gilirannya akan menghegemoni alam pikiran bawah sadar dan setiap saat akan menjadi sumber pembenaran diri atau kebenaran subyektif. Demikianlah proses terjadinya sosok manusia super egois, hinggga mencapai titik paling ekstrim yakni timbulnya penyakit jiwa seperti megalomania, egosentrisme, psikopat hingga kegilaan permanen. Psikopat tidak selalu tindakan pembunuhan beranta* seperti dalam film-film thriller. Psikopat bisa saja dengan mudah menyusup ke dalam perilaku golek menange dewe, golek butuhe dewe, golek benerew dewe. Hal ini membentuk pola pikir atau mind set yang sempit, yang menganggap diri paling bener. Lalu dengan mudahnya mencari-cari alasan pembenar untuk menganiaya lahir atau batin orang-orang yang dibenci atau yang berbeda pendapat dan keinginan dengan dirinya. Seorang psikopat mudah menyakiti dan mencelakai orang lain demi pencapaian keinginan pribadinya. Bahkan saking terbiasanya, ia dapat berbuat kejahatan kepada siapapun yang dikehendakinya, sementara ia menikmati perbuatan jahatnya itu. Bahkan dengan bangganya seorang psikopat mentertawakan kesengsaraan orang lain yang menjadi korban kejahatannya. Itulah gambaran jiwa psikopat, di mana hati nuraninya telah wafat. Kepuasannya justru terpenuhi manakala ia dapat “menari di atas bangkai” para korbannya. Lymbic yang benar-benar out of control amat sangat berbahaya, lebih berbahaya lagi apabila jiwa-jiwa psikopat diserta* dengan kecerdasan otak yang relatif tinggi dengan dimilikinya kekuasaan yang legitimate. Manusia akan berubah tidak hanya sekedar binatang, namun menjadi sosok monster yang lengkap memiliki senjata pamungkas. Kenyataannya penyakit jiwa ini banyak menghinggapi penduduk bumi nusantara di masa sekarang ini. Manusia yang turun martabat dan habitatnya menjadi spesies purba dan primitif namun juga sangat ganas. Benar-benar menjelma sebagai manusia homo-hominilupus, alias binatang buas buat manusia lainnya. Apa jadinya bila sosok demikian ini berkesempatan menjadi pemimpin umat di negeri ini ? Menjadi sosok manusia yang mempunyai kesempatan dan kemampuan tinggi untuk menghancurkan bumi. Otak bagian kanan tidak difungsikan untuk menggapai kesadaran dan kecerdasan spiritualitas, sebaliknya hanya berfungsi membangun perilaku munafik, sibuk memperhalus dan menutupi kebuasannya. Selalu berkreasi untuk menjaga imej mulia dan lembut di hadapan khalayak, sementara di dalam dirinya menyimpan potensi besar insting hewani yang primitif yang siap menelan segala yang ia inginkan.
HUBUNGAN KEKUASAAN LYMBIC DENGAN KERUSAKAN ALAM SEMESTA
Negeri ini sudah terlalu carut marut, semrawut, bagaikan benang kusut. Berbagai penyakit kejiwaan akibat dominasi kekuasaan lymbic telah menjangkiti seluruh sendi kehidupan negeri. Tindakan yang sangat mendesak untuk segera dilakukan, adalah ; jati diri palsu bangsa ini harus segera dikoreksi dan diselamatkan dengan cara menselaraskan antara keseimbangan mikrokosmos dengan keseimbangan makrokosmos. Sebagaimana telah dikatakan oleh seorang filsuf Socrates pada 500 th SM, serta terdapat dalam berbagai kitab suci, kita harus mengenali jati diri terlebih dahulu, barulah kita akan mengenali Tuhan. Maka jati diri bangsa ini harus digali dan dikenali lagi. Untuk sebuah gerakan penyadaran jati diri bangsa, akan lebih efektif apabila dimulai oleh para pemimpin dengan menjalani lakuning urip secara pas dan pener. Biarpun kekacauan multidimensi negeri saat ini tampak sudah sangat akut, namun hendaknya kita tetap optimis. Sebab masih ada satu celah dengan cara menghayati nilai-nilai luhur kearifan lokal. Hal ini bukan sekedar latah, karena nilai kearifan lokal adalah nilai yang merepresentasikan jati diri bangsa apa adanya, alamiah dan manusiawi. Dimulai dari diri kita masing-masing, kemudian meningkat dalam lingkup otoritas daerah, selanjutnya hingga ke pusat secara bottom up. Tentu saja untuk sebuah misi mulia itu masing-masing pribadi harus memerdekakan diri dari hegemoni insting primitif hewani terlebih dulu. Sebab untuk menjadi pamomong bagi banyak orang seyogyanya kita lebih dulu harus sukses ngemong diri sendiri.
KENAPA HARUS DI MULAI DARI DIRI KITA PRIBADI ?
Karena kegelisahan, kegundahan, sifat mudah panik, kalut, ela-elu, anut grubyuk, yang merambah dalam diri kita bukanlah disebabkan oleh orang lain atau faktor eksternal. Namun disebabkan oleh mekanisme ketidakseimbangan (disharmoni) dalam diri kita sendiri. Berawal dari terjadinya disharmoni, lalu terjadi disintegritas jati diri kita yang menghasilkan hormon dan adrenalin secara berlebihan. Kelebihan produksi hormon itu dapat mengganggu kestabilan dan kesehatan jiwa raga alias stress dan depress. Terjadilah imbal balik, di mana stres dan depresi, akan mengacaukan kesimbangam dalam diri yang berujung memperdalam terjadinya disintegritas jati diri. Di saat inilah manusia turun drajat menjadi binatang, jika tidak ya sepadan dengan manusia setengah gila.
Carut marut negeri ini berasal dari keadaan mental diri kita sendiri. Mental generasi penerus bangsa yang kehilangan jati dirinya. Tak kenal dan tak selaras lagi dengan karakter lingkungan sosial dan lingkungan alam sekitarnya. Hilangnya jati diri melahirkan tindakan-tindakan melawan kodrat alam. Hal itu meretas kegelisahan dan kebingungan, kepanikan dan kebuntuan dalam mengambil sikap hidup. Semuanya jadi serba salah kaprah -
- Hidup Papua
14.11.2011, 17:20 WIB
Komentator: Galihsemua yg memberi komentar dgn mendiskreditkan RR dan orang papua, otak kalian semua isinya kotoran sapi ya?
tak usah berkomentar kalo tak tau persoalan sebenarnya, paham kalian kutubusuk....!!??
Hidup papua... -
provokator
14.11.2011, 10:07 WIB
Komentator: sbagioJangan jadi provokator, karena provokator otaknya kotor. kalau pemerintah dikatakan politik dua muka, maka rizal adalah politik cari muka, cari simpatik rakyat Papua dan jadilah dia pahlawan orang Papua -
Rizal
13.11.2011, 10:57 WIB
Komentator: DuryadanaSelama RR bicara sehat tak beracun , bicaralah !!! tapi klo dibalik itu mengandung fitnah adu domba sebaiknya dibungkam saja, kasihan rakyat papua yng lugu terjerumus pada kesengsaraan abadi selalu dibenturkan dng kekuasaan, padahal daerahnya tlh dikucurka dana yng berlebih d,p, daerah lain.. -
TIDAK USA PUSING
12.11.2011, 19:24 WIB
Komentator: KEBEWAKORANG INDONSIA NDAUSA PUSING ATUR PAPUA, KARENA KEPERCAYAAN ORANG PAPUA TERHADAP ORANG INDONESIA,DAN BANGIAN DARI NKRI ITU, SUDAK TIDAK ADA DI HATI ORANG PAPUA, BIARPUAN DENGAN KATA-KATA MANIS, DENGAN SUGUHAN MANISPUN TETAP SAJA TIDAK PERCAYA SAMA ORANG INDONESIA, ITU SUDA MUTLAK DI HATI DAN PIKIRAN ORANG PAPUA.
LEBIH BAIK BIARKAN ORANG PAPUA ITU URUS SAJA SENDIRI, BIKIN PUSING INDONESIA AJA, MASAH YANG RAKYAT LAIN DI INDONESIA BUTUH PERHATIAN JUGA KO, SIBUK DENGAN BANGSA YANG LAIN, BIARIN PAPUA HIDUP DI HUTAN-HUTAN DENGAN MAKAN MAKANAN UBI-UBIAN, SAGU, BIARKAN MEREKA CARI HIDUP SENDIRI, WON ORANG TANPA INDONESIA JUGA BISA HIDUP KO, MEMANGNYA KAN ORANG ASLI, NGAPAIN PUSING AMAT DENGAN ORANG PAPUA,
MEMANGNYA ADA APA DI PAPUA SEHINGGA ORANG INDONESIA HARUS PUSING? JAGAN RAKUS, DAN SERAHKAN, MENGAMBIL, HAK ORANG TANPA PERMISI DENGAN KEKUATAN SENJATA, ITU NAMANYA PERAMPOK KELAS KAKAP.
JELASNYA BEGITU, KEBERADAAN INDONESIA ADA PAPUA, BAGAIKAN PERAMPOK, PENCURI, PENJARAHAN BARANG MILIK ORANG LAIN DENGAN KEKUATAN SENJATA. -
Papua Merdeka
12.11.2011, 17:36 WIB
Komentator: Papua BicaraSory bro, orang papua hanya minta kedaulatanya dikembalikan, kedaulatan yang perna kalian curi, sejak enam satu, itu saja.... -
Tiada orang maki2 RR asalkan tak sebarkan finah,,,
12.11.2011, 14:07 WIB
Komentator: ken arockSelama RR bicara sehat tak beracun , bicaralah !!! tapi klo dibalik itu mengandung fitnah adu domba sebaiknya dibungkam saja, kasihan rakyat papua yng lugu terjerumus pada kesengsaraan abadi selalu dibenturkan dng kekuasaan, padahal daerahnya tlh dikucurka dana yng berlebih d,p, daerah lain.. -
pro arab saudi
12.11.2011, 10:06 WIB
Komentator: polloskasih hak menentukan nasib sendiri aje kenape sih. yang ngomong2 NKRI ni pasti orang jawa yang seneng korupsi deh. Penjajahan jawa harus dihapuskan dari muka bumi ini. -
- papua butuh pemimpin segar
12.11.2011, 09:22 WIB
Komentator: suryaApa yg disampaikan pak rizal sudah benar, tapi karena karena memang beliau terlalu aktif, maka org2 yg tidak senang bisanya memaki2. -
RR pakai koteka dong!
12.11.2011, 09:05 WIB
Komentator: Richardnempel kemana mana.









