Jum'at, 04 November 2011 , 07:09:00 WIB
![]() FREEPORT/IST |
RMOL. Sudah 44 tahun, sejak tahun 1967, aktivitas pertambangan PT Freeport McMoran Indonesia (Freeport) di Papua terus berlangsung. Selama 44 tahun juga, kegiatan bisnis dan ekonomi Freeport di Papua telah mencetak keuntungan finansial yang sangat besar bagi perusahaan asing tersebut.
Menurut hitungan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), Masinton Pasaribu, seperti disampaikan kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 4/11), penghasilan bersih PT Freeport Indonesia per hari mencapai 20 juta dolar AS, dan bila dikalikan dalam 31 hari menjadi 620 juta dolar AS. Keuntungan ini setara dengan Rp 5,5 triliun.
Dengan demikian, lanjut Masinton, penghasilan bersih Freeport per tahun kurang lebih Rp 70 triliun. Dan bila dikalikan dengan 44 tahun, maka keuntungan bersih Freeport mencapai Rp 3.000 triliun.
"Sebuah jumlah yang cukup fantastis," kata Masinton.
Keuntungan Freeport, masih kata Masinton, bisa untuk menutupi utang luar negeri Indonesia. Selama ini, utang luar negeri Indonesia sebesar Rp 1.700 triliun dibebankan dan ditanggung oleh rakyat Indonesia. [ysa]








