Rakyat Merdeka Online

Home

Share |
Demokrat: Jenderal Tyasno Sudarto Cs Sudah Mengarah Makar
Senin, 17 Oktober 2011 , 07:50:00 WIB
Laporan:

TYASNO SUDARTO/IST
  

RMOL. Gerakan para aktivis lintas generasi dan para jenderal purnawirawan untuk membentuk pemerintahan sementara dan tidak mengakui lagi SBY sebagai presiden sudah mengarah pada makar.

Demikian disampaikan Ketua DPP Partai Demokrat, M Jafar Hafsah, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 17/10).

Jafar masih menyebut gerakan yang dideklarasikan Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto cs dan Haris Rusly cs ini sebagai gerakan 'mengarah  makar', dan belum bisa disebut tindakan makar. Gerakan ini bisa disebut tindakan makar bila sudah membuat rusuh atau tindakan yang melawan hukum.

"Ketika masih mau, ingin, deklarasi, dan belum berujung pada tindakan, itu baru disebut mengarah atau terindikasi makar," kata Jafar.

Jafar sendiri yakin pemerintah, aparat intelijen, dan aparat keamanan, akan mampu meredam setiap gejolak yang mengarah pada tindakan makar. [ysa]


Baca juga:
Tak Semua Kalangan Oposisi Terima Ide Pemerintahan Sementara Sipil-Militer
Ruhut Sitompul: Jenderal Purnawirawan Cuma Macan Ompong yang Tak Perlu Ditakuti
Tak Lagi Mengakui SBY sebagai Presiden, Tokoh Lintas Generasi dan Para Jenderal Serukan Bentuk Pemerintahan Sementara
Indonesia, Negeri Para Penjahat!
Pemerintah Haram Ngutang Bila Tak Diketahui Publik!


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Maria Eva, Sudah Dihamili Eks Pejabat Pare-Pare

Maria kaget umur 35 tahun masih bisa hamil. Tidak tahu apakah istri pertam ...

 

Dul Cemas Menanti Vonis

Terdakwa AQJ alias Dul telah menjalani enam kali persidangan dalam kasus k ...

 

Luna Maya, Rajin Rawat Organ Intim

Wanita itu idealnya cantik luar-dalam. Merawat paras yang terlihat sama pe ...

 

Lindsay Lohan, Bikin Berang ELLE Indonesia

Lilo kembali berulah. Dan kali ini ia bermasalah dengan pihak majalah ELLE ...


Berita Populer

Anggapan Jokowi Capres Boneka Semakin Tak Terbantahkan
Gerindra Tertawakan Alasan Jokowi ke PBNU
Jokowi Lawan Prabowo, Fakta Ironis Sekaligus Tragis