Senin, 17 Oktober 2011 , 07:50:00 WIB
![]() TYASNO SUDARTO/IST |
RMOL. Gerakan para aktivis lintas generasi dan para jenderal purnawirawan untuk membentuk pemerintahan sementara dan tidak mengakui lagi SBY sebagai presiden sudah mengarah pada makar.
Demikian disampaikan Ketua DPP Partai Demokrat, M Jafar Hafsah, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 17/10).
Jafar masih menyebut gerakan yang dideklarasikan Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto cs dan Haris Rusly cs ini sebagai gerakan 'mengarah makar', dan belum bisa disebut tindakan makar. Gerakan ini bisa disebut tindakan makar bila sudah membuat rusuh atau tindakan yang melawan hukum.
"Ketika masih mau, ingin, deklarasi, dan belum berujung pada tindakan, itu baru disebut mengarah atau terindikasi makar," kata Jafar.
Jafar sendiri yakin pemerintah, aparat intelijen, dan aparat keamanan, akan mampu meredam setiap gejolak yang mengarah pada tindakan makar. [ysa]
-
Pemerintahan SBY makar terhadap Pancasila/ pengkhianat konstitusi.
15.01.2012, 20:49 WIB
Komentator: uyunghanya orang yang tidak waras yang mempertahankan pemerintahan SBY, kami hampir 200 LSM dan ORMAS didukung 7 Jenderal AKTIF, hanya menuntut kembali ke PANCASILA dan UNDANG2 Dasar 1945" asli,dan kami didukung seluruh prajurit TNI,kembali ke fitrohnya, PANCASILA dan Undang2 Dasar 1945",
Jika SBY didukung TNI, tolong tunjukan kepada kami TNI mana yang tidak mendukung Gerakan Kami kembali ke PANCASILA dan Undang2 DASAR 1945".
yang MAKAR Pemerintahan SBY, bukan Kami, Ruhut bisa dikategorikan ANTI PANCASILA atau kurang WaRAS, karena dia cuma bela SBY, tapi tidak membela
Pancasila,
mungkin satu2nya Presiden RI yang bakal dihukum mati, karena dia kepala Pemerintahan, sekaligus pengkhianat NEGARA.
Pemimpin akan datang harus manusia, harus melalui seleksi ketat, memilih manusia diantara kemanusiaan dan Kehewanan, lebih jelas bisa diakses di website kami,>
www,pancasilakppp.org -
Pemerintahan SBY makar terhadap Pancasila/ pengkhianat konstitusi.
15.01.2012, 20:49 WIB
Komentator: uyunghanya orang yang tidak waras yang mempertahankan pemerintahan SBY, kami hampir 200 LSM dan ORMAS didukung 7 Jenderal AKTIF, hanya menuntut kembali ke PANCASILA dan UNDANG2 Dasar 1945" asli,dan kami didukung seluruh prajurit TNI,kembali ke fitrohnya, PANCASILA dan Undang2 Dasar 1945",
Jika SBY didukung TNI, tolong tunjukan kepada kami TNI mana yang tidak mendukung Gerakan Kami kembali ke PANCASILA dan Undang2 DASAR 1945".
yang MAKAR Pemerintahan SBY, bukan Kami, Ruhut bisa dikategorikan ANTI PANCASILA atau kurang WaRAS, karena dia cuma bela SBY, tapi tidak membela
Pancasila,
mungkin satu2nya Presiden RI yang bakal dihukum mati, karena dia kepala Pemerintahan, sekaligus pengkhianat NEGARA.
Pemimpin akan datang harus manusia, harus melalui seleksi ketat, memilih manusia diantara kemanusiaan dan Kehewanan, lebih jelas bisa diakses di website kami,>
www,pancasilakppp.org -
Pemerintahan SBY makar terhadap Pancasila/ pengkhianat konstitusi.
15.01.2012, 20:49 WIB
Komentator: uyunghanya orang yang tidak waras yang mempertahankan pemerintahan SBY, kami hampir 200 LSM dan ORMAS didukung 7 Jenderal AKTIF, hanya menuntut kembali ke PANCASILA dan UNDANG2 Dasar 1945" asli,dan kami didukung seluruh prajurit TNI,kembali ke fitrohnya, PANCASILA dan Undang2 Dasar 1945",
Jika SBY didukung TNI, tolong tunjukan kepada kami TNI mana yang tidak mendukung Gerakan Kami kembali ke PANCASILA dan Undang2 DASAR 1945".
yang MAKAR Pemerintahan SBY, bukan Kami, Ruhut bisa dikategorikan ANTI PANCASILA atau kurang WaRAS, karena dia cuma bela SBY, tapi tidak membela
Pancasila,
mungkin satu2nya Presiden RI yang bakal dihukum mati, karena dia kepala Pemerintahan, sekaligus pengkhianat NEGARA.
Pemimpin akan datang harus manusia, harus melalui seleksi ketat, memilih manusia diantara kemanusiaan dan Kehewanan, lebih jelas bisa diakses di website kami,>
www,pancasilakppp.org -
Darah Garuda
06.12.2011, 16:28 WIB
Komentator: Jiwa Pancasila Sejati....Pancasila,Bhinneka Tunggal Ika,NKRI dan UUD 1945 adalah pilar bangsa.Sebagai seorang mantan Jenderal,Tyasno tahu 4 pilar ini.TNI dan rakyat wajib menjaga 4 pilar ini.Lakukan tindakan TEGAS untuk siapa saja yang berani merongrong dan menghancurkan ke 4 pilar ini -
soesilo KEBO yudhoyono
20.10.2011, 11:53 WIB
Komentator: KopralTyasno TNI sejati...Sikebo Yudhoyono waria sejati
pangkat boleh jenderal tapi mental................ -
Jendral Kancil
18.10.2011, 13:45 WIB
Komentator: JinoTyasno ini jendral kancil yang ingin cari perhatian masyarakat saja, jangan terlalu dianggaplah orang - orang seperti mereka ini yang tidak menganggap pemerintah saat ini, lebih baik tanggkap mereka saja. -
Gerakan yg berani
17.10.2011, 23:21 WIB
Komentator: yogaLintas generasi dan purnawirawan melakukan gerakan yg berani melanggar UU. Tidak kuat dan berjalannya program pemerintah dikarenakan banyaknya yg ikut campur baik dalam kritikan, peraturan maupun media massa dan demo2. Tanpa melihat secara keseluruhan serta ketidaksabaran dalam memahami dan mendapatkan hasil dr kinerja pemerintah. Gerakan yg berani ini terlalu riskan bagi kelangsungan bangsa dan negara bukan malah sebaliknya. -
makar
17.10.2011, 21:59 WIB
Komentator: Fahrigerakan yang dideklarasikan Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto cs dan Haris Rusly cs ini sebagai gerakan 'mengarah makar' dan sebagai kegiatan yang tidak hendaki kemapanan di masyarakat -
segra
17.10.2011, 21:41 WIB
Komentator: be*oTyasno adalah patriotik sejati,segra pimpin gerakan turunkan pemerintahan neoliberal. -
Bertindaklah
17.10.2011, 20:02 WIB
Komentator: GemporPak Tyasno, cepat bertindaklah.
Rakyat sudah muak dengan pemerintah sekarang yang BUSUK, BUSUK -
Bertindaklah
17.10.2011, 20:02 WIB
Komentator: GemporPak Tyasno, cepat bertindaklah.
Rakyat sudah muak dengan pemerintah sekarang yang BUSUK, BUSUK -
jenderal purnawirawan
17.10.2011, 19:38 WIB
Komentator: barkoniGerakan para aktivis lintas generasi dan para jenderal purnawirawan untuk membentuk pemerintahan sementara dan tidak mengakui lagi SBY sebagai presiden patut disayangkan yang seharusnya para jenderal purnawirawan memberi contoh yang baik dengan memberi solusi terhadap pemerintahan SBY. -
Bersabar diri
17.10.2011, 11:23 WIB
Komentator: yogaMemang masa pemerintahan sekarang berjalan lambat, ttp bukan berarti perlu adanya coop, atau kudeta atau pemerintah tandingan. Bersabar diri utk melakukan perubahan lebih baik drpd melakukan tindakan yg frontal. Dipikirkan dahulu apa saja efek2 yg mungkin terjadi, apakah bisa cepat pulih atau tdk pemerintahan setelah tindakan frontal ini. Karena menyangkut rakyat, bangsa dan negara serta pandangan dunia internasional. -
PROVOKATOR SUMATRA
17.10.2011, 11:05 WIB
Komentator: jendral lanteraPENGECUT2 DAEI SUMATRA PASTI PROVOKATORNYA YAAAA SURYA PELOH, MEGA, SYAFI MAAEIF MUNA -
kaya pacul
17.10.2011, 10:59 WIB
Komentator: an penderitaan rakyatSetujuuuu, pelan2 tapi pasti seperti cangkul. Kita2 mulai omongin aja, kita udah "PECAT" presiden secara pribadi, biar ntar lama2 banyak yang ngikuti dan menular ke seluruh indonesia. Mulai saat ini kita bikin gerakan saja "PRESIDEN SECARA PRIBADI SUDAH SAYA PECAT", jadi ue hidup kagak punya presiden nih, gitu aja kok repot2....... -
Pemimpin tegas, jujur dan bersih lahir
17.10.2011, 10:10 WIB
Komentator: orang udikRakyat Indonesia sudah sangat lama mendambakan Pemimpin yang tegas,jujur dan bersih lahir maupun bathin. Negara kita akan dihargai oleh negara lain jika Pemimpinnnya tegas dan bersih. Contoh sederhana, negara tetangga Malaysia sudah berani mencabik-cabik harga diri bangsa kita dengan mencaplok 2 pulau masa Pemerintahan Megawati, mengklaim budaya bangsa kita adalah miliknya, dan terakhir mencaplok lagi wilayah Kalimantan. Miris sekali !!. Sementara contoh lain, anak kandung, seperti rakyat Papua dan Aceh yang sebelumnya minta "merdeka" dengan alasan diperlakukan "tidak adil" atau seperti "anak tiri" tindakan tegas langsung dilakukan dengan dalih tidak boleh sejengkalpun tanah lepas dari NKRI. Mengapa tindakan tegas seperti itu tidak bisa kita lakukan kepada negara lain yang jelas-jleas telah menginjak-nginjak harga diri kita..??. Dalam masalah apapun itu seperti : Penegakan Hukum, Pemberantasan Korupsi, dll dibutuhkan Pemimpin Tegas, Jujur dan Berrsih Lahir -
JAWA KOK MENGKUDETA JAWA JERUK MAKAN KERUK DONG?
17.10.2011, 10:05 WIB
Komentator: AMBON HP. 0821 2202 3053JAWA KOK MENGKUDETA JAWA JERUK MAKAN KERUK DONG? -
- Jenderal Penakut
17.10.2011, 09:13 WIB
Komentator: Presiden PeraguTurunkan segera Jenderal penakut dan pemimpin peragu!!!!! -
Tyasno jendral plendas plendus bisa apa ?
17.10.2011, 09:07 WIB
Komentator: MarkuwatPresiden SBY pensiun saat letnan jendral, tapi sudah melantik 3 Panglima TNI.
Tyasno jadi KASAD pasti dilantik 1 Panglima TNI yg jadi bawahan Presiden. gitu loh Said. -
Haus Jabatan
17.10.2011, 09:06 WIB
Komentator: NdoroIdea idea gila klo org org tua spt Bpk TYASNO mau melakukan semua itu.. apa yang akan dicontohkan dari org tua keanaknya..
Orang 2 tua tsb perlu dihormati, tp klo ada rencana akan mengajak masyarakat utk mengganti NEGARA / PEMERINTAH yg tidak Kontisuonal itu merupakan pekerjaan yg tidak terpuji.. Itu menggambarkan akan adanya HAUS dari JABATAN / KEKUASAAN sementara RAKYAT lah yang akan jadi KORBAN nya.. Kejadian selama ini aja PAKAR PAKAR POLITIKUS yg selalu berdebat membuat Masyarakat makin terpuruk dan MUAK.. Karena semua hanya bisa NGOMONG BESAR tp tidak ada Solusinya.. SALING MENGHUJAT pendidikan jelek yg dpt diwariskan ke anak cucunya.. Tolong hentikan semua ini... -
teroris baru
17.10.2011, 09:05 WIB
Komentator: indah l tanjungada muka terosis baru atau di katakan pemberontak yang mengancam kestabilitasan ketahanan NKRI,harus di tangkap dan di jebloskan ke penjara tuh,sama halnya sebuah negara yang mendirikan negara,intelijen sebenarnya untuk menangkap teroris dan pemberontak baru seperti Jenderal Tyasno Sudarto,walau jendral tapi memberikan contoh tidak baik yg seharusnya menjadi tameng ketahannan Nasional.malahan jadi tokoh pemberontakan nasional -
KEJARLAH DAKU KAU KUTANGKAP
17.10.2011, 08:21 WIB
Komentator: Mat SaidKEJARLAH DAKU KAU KUTANGKAP
SBY dan Tyasno Sama-sama Jendral, SBY Jendral Kehormatan, Pensiun saat Letnan Jendaral, Tyasno jendral penuh dan pernah menjabat sebagai KSAD. -
Soeharto mencabik cabik HUKUM, SBY membiarkan HUKUM di cabik cabik
17.10.2011, 08:12 WIB
Komentator: RAKYATTanah di Sambas di curi Malaysia, SBY diam seribu BAHASA.
JABATAN SBY di usik usik akan PIDATO SERIBU BAHASA. -
- emangnya demokrt dan sby berani
17.10.2011, 07:58 WIB
Komentator: budiLah shrsnya demokrt dan sby bcermin soal tersebut, ini imbas dr ktdk becusan pemimpin yg tdk amanah. Jng slhkn rkyt dong.yg ada rngkul terima msukn mrk drpd depensif dan tdk ada solusi.








