Rakyat Merdeka Online

Home

Share |
LAPORAN DARI PYONGYANG
Sepupu Kim Il-sung: Indonesia Negeri yang Ramah
Sabtu, 14 April 2012 , 17:33:00 WIB
Laporan: Teguh Santosa

KIM JONG-SUK/RMOL
  

RMOL. Mengenakan chimazogori, baju tradisional wanita Korea Utara, berwarna hijau muda, Kim Jong-suk menerima satu persatu delagasi negara asing yang mendatangi meja makannya. Sekitar 200 ratus delegasi asing menghadiri jamuan makan malam untuk mengenang seratus tahun kelahiran pendiri Korea Utara Kim Il-sung yang digelar di Gedung Kebudayaan Rakyat di pusat kota Pyongyang, Jumat malam (13/4).
 
Kim Jong-suk adalah salah seorang adik sepupu Kim II-sung. Itu berarti ia adalah nenek dari Sekretaris Pertama Partai Pekerja Korea, Kim Jong-un, yang kini memimpin Korea Utara setelah kematian Kim Jong-il bulan Desember tahun lalu. Kim Jong-suk masih terlihat sehat dan kuat di usia ke 82. Suaranya masih terdengar lantang, begitu juga genggaman tangannya yang masih kuat mencengkeram.
 
Kim Jong-suk yang masih menempati salah satu posisi penting di Komite Sentral Partai Pekerja Korea tersenyum lebar ketika menerima delegasi Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea. Matanya berbinar-binar.
 
"Setelah pulang dari Indonesia, Kim Il-sung bercerita kepada saya bahwa Indonesia adalah negeri yang besar, yang rakyatnya ramah tamah serta memiliki semangat yang kuat mencapai cita-cita revolusi kemerdekaan," katanya dalam bahasa Korea yang diterjemahkan salah seorang staf Kementerian Luar Negeri Korea Utara.
 
Kim Il-sung mengunjungi Indonesia di bulan April 1965. Dalam pertemuan dengan Presiden Sukarno di Kebun Raya Bogor ketika itu ia menerima bunga anggrek ungu asli Indonesia. Bunga itulah yang kemudian dibawa Kim Il-sung ke Korea Utara dan kini menjadi bunga nasional Korea dan diberi nama bunga Kim Il-sung. Di kurun waktu 1950an hingga 1960an Presiden Sukarno dikenal sebagai salah seorang tokoh besar di pentas politik dunia dari kawasan Asia dan Afrika. Semangat Presiden Sukarno melawan penjajahan asing dalam segala bentuk membuat Kim Il-sung yang tengah menghadapi persoalan serupa di tanah airnya merasa perlu untuk mengunjungi Presiden Sukarno.
 
Dalam kunjungan ke Indonesia itu, Kim Il-sung juga ditemani Kim Jong-il yang kelak menggantikan dirinya memimpin Korea Utara.
 
Kim Jong-suk juga sepakat bahwa persahabatan antara Presiden Sukarno dan Kim Il-sung adalah simbol dari persahabatan tulus kedua negara.[guh]


Baca juga:
Ristiyanto Desak Amerika Serikat Tarik Pasukan dari Semenanjung Korea
Menyaksikan Kim Jong-un Membuka Selubung Patung Kim Il-sung dan Kim Jong-il
Roket Satelit Diuluncurkan ke Angkasa, Suasana Pyongyang Biasa Saja
Bukan Korea Utara Tapi Amerika yang Mengancam Dunia
Partai Pelopor Tandatangani Deklarasi Pyongyang

Komentar (4)

Nama
Judul
Komentar
  1. Ramah bangeuuutt
    18.04.2012, 07:05 WIB
    Komentator: Ipin
    Bukan ramah tapi sangaat ramah terhadap bangsa asing, lihat saja semua kekayaan alam,minyak, gas, emas, semua diberikan kepada bangsa asing dengan murah malah sekarang bangsa asing pun banyak yang memiliki tanah/properti di Indonesia..tenaga kerja asing disambut dan terus bertambah..sementara rakyat miskin semakin miskin dan juga terus bertambah...... memang ramah bangsa ini..!!!
  2. - semut hitam
    16.04.2012, 11:39 WIB
    Komentator: semut hitam
    Kalau melihat komunitas semut hitam maka korea mengajarkan pada kita arti pentingnya membangun bangsa dengan ekonomi dan militer yg kuat agar bisa mandiri sehingga punya harga diri.
  3. Bangga
    14.04.2012, 23:20 WIB
    Komentator: Wisi
    Kebiasaan kita... Bangga dikasih PERMEN...
  4. silahturahim yang baik
    14.04.2012, 18:44 WIB
    Komentator: siwi
    Hebat bila indonesia mempunyai persahabatan yang baik dengan negara korea,itu artinya negara kita ini punya rasa silahturahmi yang baik pada siapapun tanpa mengenal RAS,AGAMA,dan BUDAYA.dengan penuh senyuman dan keramahan setiap orang indonesia pada turis asing maka tak heran bila disebut INDONESIA negara yang ramah tentang apapun...semoga persahabatan kedua negara ini pada zaman SOEKARNO bukan hanya pada saat itu saja tapi berharap bisa terus terjalin sampai kapanpun....karena perdamaian itu indah....

Githok

blitz.rmol.co
www.medanbagus.com
www.jakartabagus.com
www.rakyatmerdeka.tv

Gotong Royong Ala Jepang


Bantal Emas Masal dari Negara Tropik


Kesetiaan Ksatria Yudhoyono Diuji Kanjeng Ratu Elizabeth II