Rakyat Merdeka Online

Home   

Share |

Rizal Ramli: Surat Dosen IPB untuk Presiden SBY Cukup Santun
Selasa, 24 Januari 2012 , 21:47:00 WIB
Laporan: Zulhidayat Siregar

RIZAL RAMLI
  

RMOL. Di sela kesibukan memimpin gerakan oposisi dan perubahan di tanah air, Rizal Ramli menyempatkan diri memenuhi undangan PBB menghadiri pertemuan para ahli ekonomi untuk membahas World Economic Report 2012. Mantan Menteri Koordinator Perekonomian dan Menteri Keuangan itu tiba di Markas PBB di New York beberapa hari lalu.

Pertemuan para ahli ekonomi dunia ini digelar dua kali dalam setahun. Peraih Nobel Ekonomi Amartya Sen dari Columbia University juga menghadiri pertemuan yang sedang berlangsung itu.

Walau sedang berada di New York, Rizal Ramli masih mengikuti dinamika politik di tanah air. Salah satu hal yang menurutnya penting untuk terus disoroti adalah perdebatan yang ditampilkan dalam surat terbuka seorang dosen Institut Pertanian Bogor (IPB), Arya Hadi Dharmawan, yang dikirimkan untuk Presiden SBY. Menurutnya, surat tersebut dituliskan dengan kata-kata yang cukup santun dan memperlihatkan keprihatinan Arya yang mendalam tentang bangsa dan negara saat ini.

"Negara sering tidak berpihak kepada rakyat, dan aparat bertindak untuk membela siapa yang membayar. Arya dengan halus mengatakan bahwa salah faktor dari keadaan ini, karena SBY tidak memahami sosiologi," ujar Rizal dalam pesan yang diterima redaksi, Selasa malam (24/1).

"Garis ekonomi SBY yang tidak prorakyat sudah terlihat sejak 2004 saat ia membentuk kabinet yang terdiri dari kelompok internasionalis neoliberal dan pengusaha bermasalah. Kelompok internasionalis hanya memperjuangkan kepentingan asing di Indonesia, dan kelompok pengusaha bermasalah akan sibuk melakukan KKN," ujarnya lagi.

Masih menurut dia, dalam tujuh tahun terakhir kedua kelompok ini dengan sengaja menghambat kebangkitan ekonomi nasional dan ekonomi rakyat. Buat mereka yang penting GDP naik, tidak peduli rakyat ikut menikmati atau hanya jadi korban. Sementara mereka yang bermasalah asyik berpesta menggerogoti keuangan negara.

"Dengan dukungan kelompok internasionalis dan bermasalah tersebut tidak aneh bila akhirnya negara harus berhadapan dengan rakyat. Ironis, memang, akibatnya SBY tidak akan mampu meninggalkan legacy yang berarti," demikian Rizal yang pernah begitu dekat dengan SBY. [zul]


Baca juga:
17 Kicauan Singkat tentang Presiden Kita dan Media Kita
Garis Segera Duduki DPR untuk Melengserkan SBY-Boediono
Masyarakat Tionghoa Merasa Nyaman dan Aman di Era SBY
Demokrat: SBY Perlu Menyikapi Surat Terbuka Dosen IPB dengan Baik
Pimpinan MPR Suruh SBY Perhatikan Surat Terbuka Dosen IPB


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Dituduh Hamili Pedangdut Inul yakin Adam Pria Setia

Ditiduri Adam sekali, Titin langsung hamil. Kabar kehamilan ini diklaim be ...

 

Fergie, Suami Penasaran Apa Itu Bikini Wax

Penyanyi Fergie dan suaminya, aktor Josh Duhamel, merayakan pernikahan e ...

 

Jessica Chastain, Tiga Tahun Pacari Bangsawan Italia

Jessica Chastain saat ini tengah menjalin hubungan asmara dengan Gian Lu ...

 

Lola Amaria, Kaget Sahabat Buatkan Acara Rekam Jejak

Rekam jejak Lola Amaria di dunia perfilman sangat panjang. Toh begitu ia t ...

 

Kirana Larasati, Jomblo Bukan Bencana

Beberapa seleb mendeklarasikan akan menikah 2015 ini. Namun tidak buat Kir ...


Berita Populer

Menteri Susi: Saya Tidak Pernah Perintahkan Kapal Asing Dibom
Kinerja Jeblok, Menteri Tedjo, Tjahjo dan Rini Soemarno Diganjar Rapor Merah
Tercium Ada Gerakan Sistematis Tiga Kelompok untuk Menghambat Program Jokowi