Rakyat Merdeka Online

Home

Share |

Bakrie Targetkan Tol Ciawi- Sukabumi Beroperasi 2014
Baru Bisa Bebaskan Lahan 5,3 Hektare
Selasa, 28 September 2010 , 00:52:00 WIB

  

RMOL.PT Bakrie Toll Road (BTR) baru berhasil membebaskan 5,3 hektare tanah bagi pembangunan Tol Ciawi-Sukabumi untuk seksi satu Ciawi-Cigombong. Selama ini, pembebasan lahan jadi kendala utama pembangunan jalan tol, terutama di Jawa.

Pihak manajemen BTR mem­perkirakan pembebasan tanah tol Ciawi-Cigombong ini akan tuntas pada pertengahan 2011 atau sekitar Mei-Juni 2011. Direktur Utama PT Bakrie Toll Road Harya Mitra Hidayat menga­takan, pembayaran uang ganti rugi (UGR) tahap dua senilai Rp 12,1 miliar dengan total luas ta­nah 4,2 hektare. Pada tahap satu telah dibayar UGR  Rp 4,9 miliar dengan total luas lahan 1,1 hektar.

Harya menyebutkan, kebutu­han lahan untuk seksi pertama se­luas 165 hektare mencakup kawa­san permukiman, persawahan, tanah kebun, lahan peternakan serta halaman pabrik.

Untuk seksi pertama tidak ada tanah milik PT Perkebunan (PTP) maupun Ke­hutanan kena proyek jalan tol, sehingga tidak ada ken­dala dalam pembebasannya.

Seperti diketahui pada Jumat (24/9), warga Desa Ciherang Pon­doh, Kecamatan Caringin mene­rima pembayaran UGR atas tanah mereka yang kena proyek jalan tol.

Harya menjelaskan, setelah dana BLU mulai cair, pihaknya akan dapat menyelesaikan selu­ruh proses pembebasan lahan seksi satu dengan lancar.

Semen­tara itu, terkait dengan target, Harya mengatakan, telah menu­run­kan tim yang sudah ber­penga­laman dalam melakukan pembe­basan lahan untuk jalan tol. Pembangu­nan jalan tol Ciawi-Sukabumi Seksi satu (Ciawi-Cigombong) sepan­jang 15,3 km akan dimulai pada 2011.

“Lalu­lintas Seksi Ci­awi-Ci­gom­­bong merupakan yang terpa­dat, se­hingga kami prio­ritaskan pem­bangunannya,” ujar­nya se­raya me­­nambahkan,  pem­bangu­nan konstruksi diper­kirakan me­ma­kan waktu 18-24 bulan. Se­hingga pa­ling lam­bat, ta­hun 2014, tol ter­sebut siap diope­rasikan.

Wakil Ketua Umum Kadin bi­dang Infrastruktur dan Peruma­han Rakyat Lukman Purnomo­sidi berharap pemerin­tah tidak me­ngeluarkan kebijakan yang justru membuat investor angkat tang­an, karena akan muncul pre­seden yang buruk dalam inves­tasi. Di­ingatkan, investasi pemb­angu­nan infrastruktur mencapai Rp 500 triliun, sedangkan jalan tol Rp 100 triliun kalau sampai macet maka akan ada gangguan eko­nomi. Luk­man mengatakan, ken­dala pem­bangu­nan infra­struk­tur kadang just­ru terjadi dalam pelak­sanaan. Sebagai contoh, sulitnya pencairan dana talangan dari BLU. [RM]


Baca juga:
Incar 200 Juta Dolar AS, Tower Akuisisi 1.300 Menara
Apindo: Pasar Sawit Mau Dikuasai Asing
Investor & KPPU Pantau Format Merger Flexi-Esia
BRTI: Telkom Dan Bakrie Wajib Turuti Saran KPPU
Asalkan Sesuai Aturan KPPU, Indosat Dan XL Tidak Gentar


Komentar Pembaca

Rizal Ramli: Pejabat Asal Njeplak Rusak Citra Indonesia di Dunia

blitz.rmol.co
 

Yuri "SNSD", Pacari Atlet Baseball

Ada kabar asmara terbaru dari Girls' Generation alias SNSD. Setelah Sooyou ...

 

Delia Septianti, Ngartis Modal Muka

Delia Septianti makin eksis aja. Selain menyanyi solo, eks vokalis Ecoutez ...

 

Victoria Beckham, Dapat Kado HUT Spesial dari Suami

Artis sekaligus desainer Victoria Beckham kembali mendapat kejutan dari su ...

 

Gisele Bundchen, Pensiun Jadi Model

Istri quarter back New England Patriots, Tom Brady ini telah membulatkan t ...

 

CL 2NE1, Bukan Orang Paling Berpengaruh di Dunia

Majalah TIME merilis daftar 100 orang paling berpengaruh dunia untuk tah ...


Berita Populer

Semakin Terungkap Pidato Jokowi di KAA hanya Omong Kosong
Bambang Trihatmodjo: Ibu Tien Soeharto Meninggal Bukan Karena Pertengkaran Saya dan Tommy
Beredar Rekaman SBY Ingin Menghilang dari Partai Demokrat