Rakyat Merdeka Online

Home   

Share |

Tabir Kebusukan KPK Mulai Terbuka
Kamis, 11 Agustus 2011 , 13:25:00 WIB
Laporan:

KPK/IST
  

RMOL. Pengakuan politisi Partai Demokrat, Benny K Harman, yang membenarkan adanya pertemuan antara Wakil Ketua KPK Chandra M. Hamzah dan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin membuka tabir mengenai kebusukan di KPK.

Demikian disampaikan Koordinator Petisi 28, Haris Rusli Moty, di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta (Kamis, 11/8).

"Ini bukan hanya menjadi skandal memalukan, tapi juga merupakan titik nadir dari sejarah panjang perjalanan KPK," kata Haris saat bertandang ke KPK untuk mengadukan pengakuan Benny ke Komite Etik.

Menurut Haris, stigmatisasi kesucian KPK sebagai satu-satunya lembaga yang kredibel dan bersih telah diruntuhkan oleh ulah segelintir elit KPK dan penguasa yang berkomplot memperdagangkan hukum.

Sebelumnya, Muhammad Nazaruddin berkicau soal pertemuannya dengan Chandra M. Hamzah. Pertemuan ini dilakukan sebagai upaya penghentian kasus dugaan korupsi pengadaan baju hansip di Kemendagri. [yan]


Baca juga:
KPK Ingatkan Pejabat Tak Pakai Mobil Dinas pada Saat Berlebaran
HARI SABARNO DIPERIKSA
SEKJEN DPR DIPERIKSA KPK
Komite Etik KPK Jangan Ulangi Ketidaktegasan Majelis Kehormatan MK
Bagian dari Penguasa, Yunus Husein Ditolak Pimpin KPK


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Cuma Ketemu Johnson 3 Kali Depe Sudah Klaim Menikah

Dilaporin ke polisi, Depe cuek bebek. Dia malah sibuk syuting video klip.C ...

 

Selena Gomez, Ragu Diajak Bieber Kumpul Kebo

Hubungan Justin Bieber dan Selena Gomez terkesan membingungkan para pe ...

 

Keluarga Ngarep Ariel Nikahi Sophie Di Jakarta

Mantan-mantan yang lain dianggap matre dan berkhianat. Kalau Sophie lebih ...

 

Iggy Azalea, Adu Bokong Sama J.Lo

Nama Iggy Azalea memang tengah naik daun. Setelah suskes dengan hit Fancy ...

 

Depe Dipolisikan Bos Lamborghini

Johnson yang sudah beranak-istri merasa tercoreng. Depe bakal dilaporkan d ...


Berita Populer

Resmi, Prabowo Subianto Jadi Ketua Umum Gerindra
Pledoi Anas Dinilai Menelanjangi Dakwaan Jaksa
Tidak Ada Alasan Umat Islam Merasa Inferior