Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Kakar Pertanyakan SP3 Korupsi Ayat Tembakau

 RABU, 20 JULI 2011 , 13:35:00 WIB | LAPORAN:

Kakar Pertanyakan SP3 Korupsi Ayat Tembakau

ilustrasi/ist

RMOL. Polri telah menghentikan kasus dugaan korupsi ayat tembakau yang menyeret dugaan keterlibatan satu anggota dan dua mantan anggota DPR,  Ribka Tjiptaning, Asiyah Salekan, dan Maryani Baramuli, pada November 2010 silam. Namun selama hampir setahun, Polri tidak pernah menyampaikan salinan SP3 tersebut kepada pelapor.
Hal yang dinilai sangat janggal, apalagi dari aspek hukum karena tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Sehinga menimbulkan kecurigaan adanya barter kepentingan dalam kasus tersebut.

"Barter kepentingan karena SP3 diterbitkan tiga hari sebelum terpilihnya Komjen Timur Pradopo sebagai Kapolri," tegas aktivis Koalisi Anti Korupsi Ayat Rokok (Kakar), Hakim Sorimuda Pohan, didampingi Emerson Yhunto sebelum memasuki Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri untuk mempertanyakan kelanjutan kasus itu, Rabu (20/7).

Kakar, katanya, meminta pihak kepolisian memberikan penjelasan secara terbuka dan tidak menutup-nutupi pengungkapan kasus tersebut. Apalagi sebagai pelapor, seharusnya Kakar berhak mendapatkan penjelasan dan salinan atas penghentian penyidikan atas laporan yang disampaikan.

"Kami berharap Polri membuka SP3, jika tetap dihentikan kami akan ajukan praperadilan,"tegas Sorimuda.

Selain mengajukan praperadilan, Kakar juga mengancam akan mengadukan permasalahan tersebut ke Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Komnas HAM. [wid]


Komentar Pembaca
Gerakan Luruskan Kiblat

Gerakan Luruskan Kiblat

KAMIS, 25 AGUSTUS 2016 , 08:19:00

Tutup Diklat

Tutup Diklat

KAMIS, 25 AGUSTUS 2016 , 05:40:00

Perdana di Rumah Lembang

Perdana di Rumah Lembang

JUM'AT, 26 AGUSTUS 2016 , 01:20:00