Rita Widyasari

Wiranto: Kemiskinan Bukti Kegagalan SBY

 SABTU, 09 JULI 2011 , 15:15:00 WIB | LAPORAN:

Wiranto: Kemiskinan Bukti Kegagalan SBY

wiranto/ist

RMOL. Fundamental perekonomian nasional yang selama ini digembar-gemborkan pemerintah cukup baik, sesungguhnya memiliki persoalan yang sangat serius. Besaran indikator makro ekonomi berupa pertumbuhan, inflasi, angka IHSG, dan nilai tukar ternyata tidak berkorelasi positif dengan angka kemiskinan yang tinggi, penyerapan tenaga kerja yang minim, serta disparitas yang tajam antar-wilayah.

Menurut Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, kesejahteraan rakyat Indonesia masih jauh dari kondisi yang diharapkan. Wiranto juga menyesalkan sikap pemerintah yang menetapkan angka ambang batas kemiskinan di bawah standar. Padahal angka batas kemiskinan tersebut bila diparktekan dalam kehidupan nyata, sungguh-sungguh tidak manusiawi.

"Kemiskinan yang terjadi di Indonesia merupakan bentuk kegagalan pemerintah dalam membangun perekonomian nasional," kata Wiranto dalam sambutan acara pelantikan Bapilu DPP Hanura, di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat (Sabtu, 9/7).

Kata Wiranto, indikator makro ekonomi yang selalu dipergunakan untuk menjelaskan kondisi perekonomian Indonesia tidak dapat menyentuh akar persoalan kemiskinan yang terbentang luas dari Aceh hingga Papua. Kemajuan ekonomi yang terlihat di kota-kota besar sangat kontras dengan kemiskinan yang terus terjadi di wilayah pedesaan.

"Dan dalam hal penyelenggaraan negara yang baik dan bersih, good and clean government, pemerintah malah semakin jauh dari harapan," tegas Wiranto.

Wiranto membeberkan berbagi kasus korupsi yang telah terbukti merugikan uang negara. Di antaranya skandal Bank Century, kasus mafia pajak, rekening gendut petinggi Polri, hingga kasus suap mantan Bendahara Umum Demokrat Muhammad Nazaruddin.

"Itu semua, tidak menunjukkan arah penyelesaian yang tegas dan jelas oleh Presiden selaku pemegang kekuasaan tertinggi yang memegang amanah dari seluruh rakyat Indonesia untuk memberantas korupsi dan menegakkan supremasi hukum," demikian Wiranto. [yan]

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

, 21 SEPTEMBER 2017 , 21:00:00

Konten Mahal, Operator TV Kabel Menjerit

Konten Mahal, Operator TV Kabel Menjerit

, 21 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

Unpad-RMOL dalam Kerangka Pentahelix

Unpad-RMOL dalam Kerangka Pentahelix

, 20 SEPTEMBER 2017 , 14:10:00

Apresiasi Keterbukaan Informasi Bank DKI

Apresiasi Keterbukaan Informasi Bank DKI

, 20 SEPTEMBER 2017 , 05:05:00

Bijak Menggunakan Internet

Bijak Menggunakan Internet

, 20 SEPTEMBER 2017 , 15:23:00

Misbakhun Aktor Di Balik Penggembosan KPK dan Setya Novanto
Jokowi Harus Panggil Gatot Soal Penayangan Film G30S/PKI
TV Mana Yang Nekat Siarin Film <i>G30S/PKI </i>

TV Mana Yang Nekat Siarin Film G30S/PKI

Politik20 September 2017 09:37

Indonesia Siap Saingi Finlandia

Indonesia Siap Saingi Finlandia

Olahraga20 September 2017 08:45

Kopassus Gelar Nobar G30S/PKI, Masyarakat Cijantung Antusias
DPR Jadwalkan Panggil Bos BI

DPR Jadwalkan Panggil Bos BI

Ekbis22 September 2017 08:48

Bantuan Untuk Rohingya Dilempari Batu & Bom
SK Menkumham Terbit, Bakomubin Silaturahmi Mubaligh Dan Silaknas
Julia Roberts, Selingkuh Dengan Richard Gere?
Indonesia Power Incar Dana Rp 4 T

Indonesia Power Incar Dana Rp 4 T

Ekbis22 September 2017 08:41