Rakyat Merdeka Online

Home   

Share |

DPR Setuju Pensiun Dini PNS Dimulai 2013
Alokasi Gaji Pegawai Negeri Capai Rp 180 Triliun
Sabtu, 25 Juni 2011 , 03:57:00 WIB

ILUSTRAS, PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS)
  

RMOL.DPR menyambut positif tawaran pensiun dini bagi pegawai negeri sipil (PNS) yang dilontarkan Kementerian Keuangan. Maklum, gaji PNS me­nyerap hampir 70 persen biaya APBN.

Badan Anggaran (Banggar) DPR bersama pemerintah te­ngah membahas kebijakan pe­ram­pi­ngan jumlah PNS yang dinilai semakin membebani Ang­garan Pendapa­tan dan Be­lanja Negara (APBN). Salah satu­nya dengan me­lakukan pro­g­ram pensiun dini.

Anggota Banggar DPR Bam­bang Soesatyo mengatakan, dari total APBN saat ini, sebesar 70 persen untuk biaya gaji pe­gawai dan biaya rutin. Sisanya 30 per­sen APBN untuk belanja ba­rang dan pembangunan.

Dengan alokasi yang yang tim­pang ini, menurut Bambang, mem­­buat pertumbuhan ekonomi nasional jalan di tempat.

“De­ng­an pensiun dini, maka alo­kasi belanja barang akan le­bih be­sar. Sehingga, pertum­buhan per­eko­nomian terutama di daerah bisa meningkat,” kata Bambang kepada <I>Rakyat Mer­deka di Ja­karta, kemarin.

Dia mengingatkan, prog­ram pen­siun dini tidak mungkin te­realisasi da­lam waktu dekat dan diper­kira­kan baru akan terealisasi pada 2013. “Pem­ba­hasan prog­ram pensiun dini sudah masuk dalam pem­ba­hasan finali­sasi dengan pe­me­rin­tah untuk ang­garan APBN 2012,” ungkapnya.

Kementerian Keuangan (Ke­men­keu) mengusulkan pensiun dini bagi pegawai negeri sipil yang akan memasuki usia pen­siun. Langkah itu diusulkan untuk me­nekan jumlah PNS.

Men­keu Agus Marto­wardojo menuturkan, PNS yang mema­suki usia mendekati pen­siun, yak­ni 50 sampai 55 tahun bisa me­nga­jukan pensiun dini.  Hingga 10 Juni lalu, jumlah pe­gawai di Kem­keu sebanyak 64.314 karyawan.

DPR sebelumnya menaikkan alokasi belanja dalam RAPBN 2011 menjadi Rp 1.229,5 triliun atau naik sekitar Rp 27,5 triliun. Koordinator Panitia Kerja (Panja) Be­lanja DPR Mirwan Amir me­ng­atakan, anggaran belanja pe­gawai dialokasikan Rp 180,62 tri­liun untuk pencada­ngan re­mu­nerasi, kenaikan gaji PNS dan TNI/Polri, pemberian gaji dan pen­siun ke-13. [rm]


Baca juga:
Saham Singtel di Telkomsel Seperti Duri Dalam Daging
Ekspansi Chandra Asri Terganggu Ekonomi AS
SingTel Diminta Siap-siap Hengkang dari Telkomsel
Asing Makin Mendominasi Industri Keuangan Indonesia
Timah Garap Bisnis Modifikasi Kapal dan Pabrik di Bangka


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Tak Bisa Tidur, Gara-gara Anak Mau Dibawa Ke Amerika

Anne dan Hanusz bikin perjanjian di KPAI. Seribut apapun tetap mempriorita ...

 

Miranda Kerr, Sukses Move On Dari Perceraian

Perpisahan tentunya membuat pasangan sedikit tertekan. Begitu pun yang ...

 

Emma Watson, Menyesal Gagal Kumpul Kebo

Suasana hati Emma Watson sedang tidak bagus. Sebab, jalinan asmaranya de ...

 

Fans Yakin, Glenn Pacari Aura Kasih

Fans minta Aura segera dinikahi. Tapi nasibnya jangan kayak Dewi Sandra, d ...

 

Nikita Mirzani, Berbusana Seronok Dianggap Lecehkan Hakim di Pengadilan

Awal bulan lalu, Nikita Mirzani bikin geger Pengadilan Agama Jakarta Selat ...


Berita Populer

Ini Alasan Calon Kuat Ketua HIPMI Deklarasi di Museum Nasional
Demi Kekuasaan, Romy Dituding Tak lagi Hargai KH Maimoen Zubair
Keluarga Megawati: Rini Soemarno Bermental Inlander