Rakyat Merdeka Online

Home

Share |

Ambang Batas Parlemen 3 Persen Sangat Pas
Minggu, 12 Juni 2011 , 14:49:00 WIB
Laporan:

RAY/IST
  

RMOL. Motivasi partai politik membahas revisi UU Pemilu lebih didasarkan pada kepentingan partai politk sendiri daripada kepentingan bangsa dan negara secara menyeluruh. Tidak heran, pembahasan ini nampak bertele-tele.

Saat ini, perhatian partai politik juga banyak tersita pada soal ketentuan batas ambang parlemen. Hampir seluruh parpol memiliki tawaran-tawaran angka sendiri. Padahal, pembahasan UU ini yang molor akan berimplikasi pada pelaksanaan pemilu 2014 yang akan datang.

Karena itu, Lingkar Madani (Lima) Indonesia meminta seluruh fraksi agar mendahuluikan kepentingan bangsa dari pada kepentingan partai politik. Cara membahas UU dengan saling menyandera pasal sebaiknya dihentikan dan ditanggalkan. Berbagai pengalaman buruk dengan implikasi besar akibat membahas UU dengan perspektif sempit mengakibatkan UU yang dimaksud saling tumpang tindih. Selain itu, waktu yang tersedia bagi pembahasan dan persiapan pemilu 2014 juga makin sempit

"Sebaiknya partai politik besar lebih mampu mengakomodasi dan bijak dalam menimbang. Angka 3 persen ambang batas parlemen sejatinya sudah memadai," kata Direktur Eksekutif Lima Indonesia Ray Rangkuti kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 12/6).

Menurut Ray, ambisi menaikan ambang batas perlemen hingga 5 persen, selain menyulitkan partai politik kecil dan baru, juga terlalu cepat ke arah penyempitan partai politik. Membatasi keberadaan parpol di parlemen hanya karena semata-mata alasan sistem pemerintahan presidensial tidak bijaksana. Sebab, seolah-olah persoalan presidensialisme hanya soal bagaimana efektivitas pemerintahan bekerja dan hubungannya dengan penyempitan keberadaan parpol di parlemen, tanpa memandang persoalan sosial politik lainnya.

"Adalah penting mengingatkan bahwa ada beberapa cara lain yang dapat dilakukan dalam pengefektifkan sistem presidensialisme, salah satunya adalah mengajukan hak veto bagi presiden," tegas Ray.

Karena itu, Ray mengimbau agar penetapan ambang batas parlemen dicukupkan di angka 3 persen dan karena itu baleg dapat segera melanjutkan pembahasan pasal-pasal lain yang sejatinya juga prinsip dan penting. Antara lain, soal penetapan kursi di daerah pemilihan, jumlah caleg dalam setiap dapil, tatacara penghitungan hasil perolehan suara dan ketentuan mengkonversi suara ke dalam kursi perolehan partai politik.

Ray mengingatkan, semangat untuk membatasi keberadaan partai politik di parlemen sejatinya dilakukan dengan cara yang elegan. Kepada Partai Golkar, Ray meminta agar dapat mendengar keluhan partai politik baru yang memang lahir dari rahim reformasi. Partai-partai politik ini sekalipun pada prakteknya juga menjengkelkan, setidaknya mereka adalah partai yang secara nyata lahir dari kandungan reformasi.

"Kepada mereka harus tetap diberi ruang untuk tumbuh dan berkembang, sebagaimana bangsa ini pada pemilu 1999 memberi ruang yang sama kepada partai politik eks Orde Baru. Tak ada diskriminasi, tak ada keinginan untuk menghambat," kata Ray.

Ray menambahkan bahwa waktu untuk tumbuh dan berkembang partai politik itu tak cukup hanya selintas generasi. Butuh kesabaran dan kelapangan dada untuk menatanya, sebagaimana sabarnya bangsa ini dan lapangnya dada mereka untuk memaafkan berbagai kejahatan politik di era Orde Baru.[yan]


Baca juga:
PAN Emoh Ikuti Jejak Idrus Marham
Polisi Sudah Bergerak, DPR Tak Perlu Bentuk Panja Andi Nurpati
PAN Pelajari Dugaan Pemalsuan Dokumen MK
Demokrat Rekrut Orang KPU untuk Amankan Manipulasi Pemilu
Politisi Senayan Heran Lembaga Survei Akui Pemilu yang Curang


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Elvira Devinamira, Dirayu Al Ghazali

Tampil dalam acara ulang tahun Putri Indonesia 2014 Elvira Devinamira, Al ...

 

Sherina Diancam Boikot Dukung Pernikahan Sejenis

Ancaman boikot juga ditujukan kepada artis lain. Gara-gara Amerika, geraka ...

 

Avril Lavigne, Nangis Saat Cerita Sakit Digigit Kutu

Lady Rocker asal Kanada ini tak kuasa menahan air matanya. Untuk perta ...

 

Nicole Scherzinger, Pengen Move On Sama Pesepak Bola Brondong

Si seksi Nicole Scherzinger punya cara tersendiri untuk move on pasca hu ...

 

Inneke Koesherawati, Nasihati Artis Settingan, Gantilah Dengan Prestasi

Di eranya dulu, Inneke mengandalkan pesona wajah. Kalau sudah enak dilih ...


Berita Populer

Fahri Hamzah: Kok Bisa Buruh Kasar Tiongkok Bekerja Di Indonesia?
Ternyata Ada Menteri Tak Tahu Berterima Kasih dan Suka Menghina Jokowi
Pemerintahan Jokowi dalam Bahaya Jika Benar Rekaman Itu Suara Rini