Rakyat Merdeka Online

Home   

Share |


PT Bintang Asuransi Tbk Semena-mena Pecat Karyawan
Senin, 23 Mei 2011 , 18:51:00 WIB

SAYA adalah seorang karyawan PT Asuransi Bintang Tbk dengan jabatan sebagai Nasional Sales Manager dan bekerja di kantor pusat Jalan RS Fatmawati No. 32 Jakarta Selatan.

Selama saya menjabat posisi tersebut, saya sudah memberikan kontribusi bagi perusahaan sebesar lebih dari 300 persen dari tahun sebelumnya. Namun apa yang saya dapat setelah itu? Ucapan terima kasih pun tidak, malah pada hari Kamis tanggal 19 Mei 2011 jam 17.00 WIB, saya dipanggil oleh HRD dan diinformasikan bahwa sesuai kebijaksanaan manajemen saya dimutasikan ke tempat yang tidak ada.

Pernyataan HRD tersebut menimbulkan pertanyaan, apakah kesalahan yang telah saya lakukan, apakah maksud dari pernyataan tersebut? Jawaban yang saya terima dari HRD tersebut tidaklah memuaskan bagi saya. Saya telah dituduh merugikan perusahaan tanpa bisa membuktikan kebenaran tuduhan tersebut. Bahkan jenis pelanggaran apa yang telah saya buat sehingga mengakibatkan saya dituduh merugikan perusahaan. Apakah saya korupsi? Apakah saya mencuri data perusahaan? Ataukah saya membocorkan rahasia perusahaan? Jelas semua itu tidak saya lakukan.

Ketika saya tanyakan maksud dari dimutasi ke tempat yang tidak ada, HRD tersebut malah menekankan ke saya dengan berlindung di balik kata-kata "as a friend" dia menyarankan saya untuk mengundurkan diri. Bahkan, saya ditahan tidak boleh keluar ruangan HRD tersebut, apalagi pulang sampai saya menyelesaikan list pekerjaan saya untuk diserahterimakan pada saat itu juga!!! Luar biasa bukan?!

Saya, yang jelas-jelas tidak melakukan kesalahan apapun, melanggar aturan apapun, apalagi korupsi, mencuri data ataupun membocorkan rahasia perusahaan, justru saya memberikan keuntungan besar untuk perusahaan, diperlakukan sehina dan serendah itu oleh perusahaan saya, PT Asuransi Bintang Tbk. Bahkan lebih hina dari kasus penggelapan yang pernah ada. Sampai saat ini kasus tersebut dimaafkan dan dilupakan.

Malam itu saya tetap memaksa pulang, karena kondisi psikis dan fisik saya tidak mungkin untuk melakukan serah terima pekerjaan berikut list pending matternya. Setelah saya bernegosiasi dengan HRD tadi dengan ide laptop kerja saya tinggalkan di HRD, akhirnya saya bisa pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah, saya diceritakan kejadian tersebut kepada suami, akhirnya kami sepakat untuk datang ke kantor keesokan harinya untuk bertanya secara langsung dengan direktur utama. Namun apa yang kami pertanyaan ke direktur utama itu, tetap tidak bisa dijawab. Bahkan ada beberapa pernyataan yang disampaikan direktur utama tersebut, tidak sinkron dengan yang disampaikan oleh HRD kemarin malam. Sehingga nampak bahwa apa yang sedang terjadi pada saya adalah tindakan yang tidak difikirkan secara masak-masak dan tidak profesional melainkan tindakan yang didasari oleh niat busuk dan nafsu untuk menghancurkan dengan sangat gegabah. Rasanya seperti berada pada suatu perkumpulan arisan yang dapat mengganti pesertanya dengan semena-mena karena tidak perlu pertanggungjawaban, bukan seperti berada dalam suatu organisasi perusahaan apalagi ini adalah perusahaan terbuka.

Tawaran mutasi tanpa posisi dan jobdesk yang jelas serta mencopot semua fasilitas adalah akal-akalan agar perusahaan terhindar dari kewajiban memPHK karyawan tanpa kesalahan dan sebab yang jelas agar saya putus asa dan mundur dengan sendirinya. Sungguh niat yang sangat keji.Karena itu semua saya akan mencari keadilan dan menuntut orang-orang yang bertanggung jawab yang telah menciptakan skenario busuk tersebut untuk menjadi peringatan dan pelajaran bahwasannya sehebat apapun perusahaan tidak bisa seenaknya atau semena-mena terhadap karyawan. Bagaimana pun juga karyawan atau buruh adalah element penting dalam produksi dan perputaran perekonomian.wassalam -


Wefni Mulyasari
Jakarta Barat
Alamat dan nomor kontak penulis berada di redaksi


Baca juga:
Hindari Adu Domba TNI dan Polri
Orang Lebanon Saja Kagum pada Pancasila, Bagaimana dengan Kita?
Ternyata, Hukuman Mati Tak Efektif Basmi Koruptor
Pancasila Tidak Bertentangan dengan Agama
Perangi NII dengan Empat Pilar Negara!


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Indah Kalalo, Baru 3 Tahun, Anak Disiapkan Jadi Model

Anak pertama Indah Kalalo, Ayana, yang baru berusia tiga tahun, kerap ikut ...

 

Indah Dewi Pertiwi, No Problem Calon Suami Duda

Pasrah disebut ngarep dipacari Piyu. Toh sejauh ini Piyu sudah memberikan ...

 

Lauren Goodner, Pamer Foto Setengah Bugil

Bintang program televisi Inggris, The Only Ways Is Essex ini kembali membu ...

 

Vicky Shu, Minder Nyari Pacar Yang Kece

Vicky Shu cukup cantik dan seksi untuk ukuran seleb. Toh begitu, ia tak te ...

 

Syahrini, Kerap Gunakan Jet Pribadi, Cuek Disindir Tukang Pamer

Ngaku punya Lamborghini dan sering bepergian memakai jet pribadi. Rasanya ...


Berita Populer

Orang-orang Baik Ini Sangat Pantas Jadi Menteri Jokowi-JK
Jokowi, Haluan Pikir Sri Adiningsih Sangat Neolib!
Diduga Video Mesum yang Hebohkan Warga Itu Direkam di Sebuah Kantor Saat Jam Kerja