Rakyat Merdeka Online

Home

Share |
Kebijakan Neolib SBY-Boediono Khianati Konstitusi
Rabu, 04 Mei 2011 , 11:45:00 WIB
Laporan:

RIZAL RAMLI/IST
  

RMOL. Kebijakan SBY-Boediono telah memperparah kondisi perekonomian nasional.

Dampak dari kebijakan neoliberalisme SBY-Boediono ini membuat angka kemiskinan dan pengangguran terus meningkat. Di sisi lain, kebijakan neoliberalisme ini kian mempelebar kesenjangan ekonomi.

"Yang lebih penting, kebijakan ekonomi neoliberalisme itu merupakan pengkhianatan terhadap konstitusi," kata mantan Menteri Perekonomian, Rizal Ramli, di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta (Rabu, 4/5).

Selain itu, kata Rizal, lemahnya kepimpinan SBY-Boediono mengakibatkan berbagai masalah hukum dan perlindungan hak-hak warga negara menjadi semakin parah. Masih kata Rizal, membiarkan kepemimpinan nasional yang lemah adalah tindakan yang tidak bertanggungjawab .

"Sama saja membiarkan Indonesia menjadai negara gagal," demikian Rizal.[yan]


Baca juga:
Rizal Ramli: Orde Citra Tinggal Menunggu Waktu (Runtuh)
Saurip Kadi Disarankan Pelihara Bebek di Hari Tua
Adhie Massardi: Berbahagialah, Ternyata Kita Masih Memiliki Presiden yang Punya Otak
Kalau Rumah Saurip Kadi Terkena Ulat Bulu, Jangan Luapkan Kemarahan ke Orang Lain
Heru Lelono: Bila SBY yang Lulusan Akabri 73 Mirip Ulat Bulu, Bagaimana yang Lain?


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Maria Eva, Sudah Dihamili Eks Pejabat Pare-Pare

Maria kaget umur 35 tahun masih bisa hamil. Tidak tahu apakah istri pertam ...

 

Dul Cemas Menanti Vonis

Terdakwa AQJ alias Dul telah menjalani enam kali persidangan dalam kasus k ...

 

Luna Maya, Rajin Rawat Organ Intim

Wanita itu idealnya cantik luar-dalam. Merawat paras yang terlihat sama pe ...

 

Lindsay Lohan, Bikin Berang ELLE Indonesia

Lilo kembali berulah. Dan kali ini ia bermasalah dengan pihak majalah ELLE ...


Berita Populer

Anggapan Jokowi Capres Boneka Semakin Tak Terbantahkan
Jokowi Lawan Prabowo, Fakta Ironis Sekaligus Tragis
Bila Berhasil Acak-acak PPP, Prabowo Pun Bisa Rusak PKS