Syafii Maarif: Teror Bom Menandakan Negara Lemah
Jum'at, 18 Maret 2011 , 13:48:00 WIB
Laporan: Ari Purwanto
 SYAFII MAARIF/IST | |
|
RMOL. Muculnya teror bom yang membuat ketakutan di masyarakat semakin menegaskan bahwa negara lemah dalam menjaga keamanan rakyatnya.
Hal itu dikatakan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Syafii Maarif saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online, Jumat (18/3).
"Negara lemah, saya kira itu poinnya," singkat Buya.
Namun kemudian, Buya masih memberikan kesempatan untuk aparat negara membongkar teror bom ini.
"Kita tunggu saja kerja mereka (Polisi) dulu. Intinya polisi harus membongkar, kalau tidak berarti polisi gagal dalam menjaga keamanan, ini kan bentuk teror," tegas Buya. [arp]
-
bukan negaranya, tapi aparat kita
18.03.2011, 15:29 WIB Komentator: fitri siregar |
| kapolri timur pradopo perlu menegaskan agar kasus teror bom segera difokuskan pada pengungkapan siapa pelakunya. karena dalang pelaku diteror bom ini adalah satu dengan motif yang sama. kita berharap pradopo jangan salah tangkap dan sasaran lagi karena ini adalah teror yang menyesatkan negara. |
-
yang lemah intelejen kita
18.03.2011, 15:14 WIB Komentator: ratnaningsih |
| ketika teror bom pertama ada diutan kayu, seharusnya intelejen kita sudah bergerak dan sudah bisa memprediksinya arah pergerakannya. teror bom ini mungkin bukan barang baru diindonesia, ini adalah skenario besar untuk mengalihkan isu isu sensitif dinegara kita |
-
Ah ya endak to Buya...itu indikator dr mana?
18.03.2011, 15:13 WIB Komentator: cogito |
Lemah apanya? Lemah intelijen? Saya kira juga bukan.
Sangat sulit sekali mendeteksi orang yg mo bikin bom molotov misalnya. Krn mbikinya juga mudah sekali, hampir setiap orang bisa mbuat, kalo emang niat. MElihatnya jangan dr segi fisik saja Buya, tapi dr segi cara berpikir dan idiologi.
Contohnya gini. Buya seringkali mengkritik pedas umat Islam yang cenderung suka kekerasan. Namun cara Buya memberikan kritik kepada mereka mengakibatkan mereka marah, sehingga mereka menggunakan cara2 teror bom.
Apakah teror bom yg begitu itu akibta kelemahan pemerintahan? Tentu bukan. Namun krn ulah Buya yang memberikan kritik, tidak dengan santun dan dialog sehat, namun dengan emosional.
Begitulah kira2 penyebab teror bom tsb Buya. Mari kita kutuk caranya, namun dengan cara dakwah yg baik dan sopan terhadap mereka. |
-
payah
18.03.2011, 14:48 WIB Komentator: rendi |
Teror Bom Menandakan Negara Lemah. Buya salah..!!
Teror Bom Menandakan Negara Kuat, Rakyatnya lemah. buktinya... kasus bank century, rekening gendut polisi, mafia pajak,.dll semua melibatkan pejabat negara tapi tidak diapa-apakan. |
-
tokoh lintas agama
18.03.2011, 14:21 WIB Komentator: s |
| tokoh lintas agama sebenar yang lemah nggak mikir umatnya malah mikir politik , harusnya kalo ngerti agama nyadarin orang2 yang jadi teroris |
-
Sapii kalau ga ngomong bibirnya jerawatan.
18.03.2011, 14:20 WIB Komentator: Gagak Hitam |
| Mau ngomong pengalihan isu kok sudah ga laku, makanya dirubah negara lemah.he he he Sapi....Sapi....! |
-
POLISI KERJA ???
18.03.2011, 14:20 WIB Komentator: GATEL |
HA HA HA HA EMANG BISA ?
UDAH KETAUAN BABAK BELUR GITU ....
HA HA HA HA
SADAR BANG KOMENTATOR !!! |
-
Tanggapan Untuk Elounang
18.03.2011, 14:19 WIB Komentator: Erwin |
| Teroris adalah musuh bersama. Negara memiliki kewajiban untuk melindungi warganya. Melalui pihak kepolisian, negara berperan aktif. Namun, tugas pengungkapan pelaku, akan smakin lancar bilamana masyarakat ikut berperan aktif membantu kepolsian dgn melaporkan sesuatu yg mencurigakan dengan melaporkannya kepada ketua RT atau polsekta terdekat. Apa yang disampaikan saudara Elonaung adalah benar bahwa marilah kita sama-sama kompak mendukung dan membantu polisi. |
-
hentikan komentar , mari bantu Polisi
18.03.2011, 14:10 WIB Komentator: elounang |
| Dengan semangat kebersamaan untuk kesetabilan Nasional dan rakyat tidak menjadi resah, tolong para pengamat dan komentator politik berhenti sejenak, biar bapak-bapak Polisi bisa menyelesaikan tugas penyelidikannya. Sekali-kali para komentator dan pengamat politik bisa arif dan jinak, jadilah pendengar dan penonton yang baik. |